Kalau benar hujan jatuh di atas muka bumi, lalu mengapa kau tumbuh dan mekar di lain hati? Kurangkah kasih yang selama ini atau memang kau tak pernah cukup dengan apa yang telah kau terima?
Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, setelah sedihmu beranjak, kepergianmu tak bisa dibendung. Kau memilihnya yang bahkan tak memilihmu, mengasihi ia yang selalu mengasingimu.
Kau lupa sayap siapa yang membawamu terbang, peluk siapa yang menghangati malam, pundak siapa yang kokoh bersama letihmu dan sekarang di pelupukku pengkhianatan kau muarakan.
Satu, dua, dan tak ada tempat untuk tiga. Kebaikan tak pernah tidur, semesta paham bahwa pantai selalu sabar digerusi ombak, walau kelak diakhir cerita matahari datang tenggelam bersamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoesiaBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
