Mungkin kau bertanya-tanya kenapa aku tiba-tiba menjauh, tiba-tiba menghentikan semua komunikasi kita berdua.
Kuharap kamu mengerti, kenapa aku seperti ini puan. Aku benar-benar bersungguh untuk melupa, bersungguh untuk benar-benar tidak peduli, bersungguh untuk benar-benar tidak mencintai lagi.
Ini semua sudah ku pikirkan sedari dulu, sebenarnya sedari dulu kau pergi meninggalkan, aku sudah lupa semuanya. Nahas, kamu kembali hadir lagi. Bercerita bahwa kau dibuat kecewa oleh perlakuan nya.
Kau membuatku percaya untuk tetap bersama, dan kau juga yang membuatku memaksa untuk melupa. Apa itu adil untukku? Kau tiba-tiba pergi dengannya, lalu aku ditinggalkan bersama sejuta kenangan kita?
Semoga kamu mengerti, puan.
Butuh berhari, berminggu-minggu, ataupun Bertahun-tahun untuk benar-benar melupa.
Terimakasih tlah mengenali apa arti komitmen, dan terimakasih juga telah mematahkan komitmen tersebut.
Kisah kita tetap abadi diingatan kita masing-masing, semua tergantung dari kita. Lupa, kurasa hadirnya sekarang lebih penting. Jadi, selamat bahagia.
Aku? Mudah, berpura-pura saja dulu untuk berbahagia nanti juga keterusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bangkit Dari Keterpurukan
PoesiaBangkit dari masa lalu yang menghantui pikiran, dan kenangan. Fase dimana dari awal saya terpuruk menjadi bahagia seperti sekarang. Semua tergantung masing-masing orang. Ingin bertahan tetapi disakiti atau melepaskan Demi kebahagiannya. Tuhan tidak...
