Kearah Lain

811 29 0
                                        

Kamu terlalu fokus memandang

Kearahnya, sedangkan ia tidak pernah

Menoleh padamu sedikitpun.

Tatapanmu hanya pada seseorang yang

Tidak mengerti betapa harganya ia

Dimatamu.

Lalu kamu membiarkan sekelilingmu

Terabaikan begitu saja, sesaat cobalah

Kamu tengok belakangmu, ada aku

Yang menguatkanmu.

Mungkin memang begitu berartinya

Ia, sampai kamu hanya tertuju padanya.

Sedangkan aku berada tepat di

Belakangmu menerima hatimu ketika

Patah olehnya, mendengarkan setiap

Kekecewaan yang digoreskan pada

Hatimu.

Ketahuilah seseorang akan berhenti

Menguatkanmu dan melepaskanmu

Secara perlahan hanya karena

Terabaikan.

***

Kadang ia yang tidak perduli padamu,

Begitu berarti dimatamu. Sedangkan

Ia yang benar perduli, tidak pernah di

Anggap olehmu

***

Bangkit Dari KeterpurukanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang