Jangan liatin gue gitu ih, ntar jatuh cinta. Eh, tapi nggak pa-pa deh, kan bagus kalo lo cinta sama gue.
-Gava
***
"BANG Gava sakit? Lo ngelawak?!"
"Yeu si anying nggak percaya. Bang, jelasin!"
Ciara memerintah Jonathan yang masih sibuk dengan hasil ujiannya yang terbilang memuaskan, dan dengan senang hati pria itu menolak.
"Tau ah!" ujar Jonathan dengan satu gerakan mengusir.
Ciara dongkol.
Kashi tertawa.
Dan Nita melongo.
Maklum jika Nita melongo, gadis itu masih belum mengenali semua abang Ciara dengan baik. Ia hanya kenal Jonathan dan Andi saja, karena memang sering bertemu.
Selebihnya, ia hanya sekedar pernah bertemu sekali.
Yang dia tahu, Raffano itu putih, lebih pendek daripada Jonathan, dan memiliki dagu yang sama dengan Ciara.
Andi, pria yang bermata monolid, rahang serupa dengan Jonathan, tinggi badannya lebih tinggi daripada Raffano tapi masih lebih pendek daripada Jonathan.
Jonathan? Oh, mungkin siapa pun yang melihat Jonathan sudah pasti tahu bahwa pemuda itu adalah abang kandung Ciara karena ciri fisik wajah mereka lebih banyak yang serupa.
Contohnya mata; mata mereka mirip, pipi mereka juga sama, rambut hitam lebat itu, alis, batang hidung, lebar dahi, bahkan bentuk telinga. Tak salah jika mereka di sebut kembar oleh kebanyakan orang.
Kalau Gavin dan Gava, Nita belum bisa membedakan. Mereka terlalu serupa. Sangat mirip bahkan terlihat tiada beda. Jika bukan karena penampilan dan gaya bicara mereka, Nita akan masuk golongan mereka yang tidak bisa membedakan Gavin dan Gava.
Meskipun Jonathan bilang mata Gava itu mirip dengan Ciara, Nita tetap tidak bisa membedakannya. Meskipun Kashi bilang bahwa senyuman Gavin itu seperti senyuman Jonathan, Nita tetap tidak bisa.
Mereka terlalu serupa!
Dan jika membahas Rama, si abang sulung. Nita belum pernah melihat pria itu. Entah seperti apa dan bagaimana. Tapi Kashi pernah bilang,
"Bang Rama itu lebih dingin daripada Bang Andi, tapi juga lebih baik daripada Bang Raffano. Lebih ketus daripada Bang Gava tapi juga lebih humble daripada Bang Jonathan. Lebih pintar daripada Bang Gavin dan juga lebih perhatian daripada Ciara. Intinya Bang Rama itu ngeborong semua sifat adek-adeknya!"
Saat itu, Ciara hanya mengangguk menanggapi penilaian Kashi tanpa berminat untuk menambahi. Membuat Nita semakin penasaran dengan sosok Rama yang katanya paling jarang di rumah.
"Kalo nggak percaya ntar kita liat," Ciara memberi usul dan diangguki oleh Kashi.
"Tapi kok bisa ya Bang Gava sakit? Secara badboy nyeremin gitu, emang ada penyakit yang berani sama dia? Nakutin iya,"
"Ah, lo mah kalo ngomong suka bener." Jonathan nimbrung.
"Apaan sih alien pluto nyasar aja," cecar Ciara keki.
"Eh, adek gue ngapa nih? Lo apain, Shi?! Hayo, ngaku lo!"
"Idih, lo ngomong sama siapa dah?" balas Kashi jutek.
KAMU SEDANG MEMBACA
SIBLING'S
Ficción General[ON GOING] (Intinya random, random, dan random. Terima kasih^-^) ••• Hanya segelintir kisah tentang Ciara dan keenam abangnya. Kisah sehari-hari yang gadis itu lalui dengan keenam lelaki dengan kepribadian berbeda-beda. Lelah itu pasti, tapi Ciara...
