29. Wǒ ài nǐ

1.1K 177 40
                                    

Ceklek!! Ceklek!!

"Hyung!! Buka pintunya Hyung!" Teriak Taehyun di depan pintu kamarnya bersama dengan Haecan di sampingnya.

"Renjun! Kalau kau ingin pacaran jangan di kamar kita juga!! Aku mengantuk ingin tidur!!" Tambah Haecan sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.

Bukan tanpa alasan mereka teriak-teriak seperti orang yang sedang demo. Masalahnya, Renjun mengunci pintu kamar mereka dari dalam. Tebakan Taehyun sih, Renjun sedang berduaan dengan Ryujin di dalam. Taehyun maupun Haecan sih nggak ngelarang mereka berduaan. Tapi, jangan di kamar mereka juga dong. Pakai di kunci segala lagi pintunya. Kalau begini kan, Taehyun sama Haecan jadi tidak bisa tidur.

Akhirnya setelah sekian lama menggedor-gedor, Renjun membuka pintunya. Saat Haecan dan Taehyun ingin masuk, cepat-cepat Renjun menahan mereka.

"Ssttt, Ryujin baru bisa tidur. Jangan berisik." Renjun membuka pintunya sedikit lebih lebar sampai menampilkan Ryujin yang sudah tertidur pulas di kasur Renjun.

"Lalu, kami tidur dimana?" Tanya Haecan.

"Numpang saja di kamar senior atau Jaemin. Sudahlah, aku mengantuk." Tanpa rasa kasian sedikit pun, Renjun menutup kembali pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya.

Taehyun dan Haecan membeku di tempat untuk beberapa saat. Mereka saling melempar tatapan bingung. Masa mereka harus numpang di kamar orang? Itu artinya kan mereka harus tidur dilantai. Mana Renjun tega banget lagi. Tidak membiarkan mereka buat ngambil bantal sama selimut nya.

"Hyung, kau tidur dimana?" Tanya Taehyun.

"Aku tidak tahu. Aish, dasar Ren- bodoh -Jun! Pacaran tapi nyusahin orang." Umpat Haecan kesal.

"Itu juga salahmu Hyung."

Haecan mendelik tajam. "Kok kau malah menyalahkan ku?"

"Iyalah, coba saja kau punya murid, kita bisa menumpang di kamar muridmu."

"Itu salahmu juga!" Balas Haecan yang tidak terima.

"Loh, kok aku?"

"Coba saja muridmu laki-laki, mungkin kita bisa tidur di kamarnya."

Mereka berdua hanya bisa menghela nafas pasrah dengan keadaan. Kalau begini sih, siap-siap mereka bakal tidur di lantai. Semoga saja kantung tidur di rumah ini masih ada. Setidaknya kalau pakai kantung tidur, mereka tidak akan tidur beralaskan lantai saja.

Tak lama, Jaemin datang dengan handuk yang dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah habis mandi. Melihat Haecan dan Taehyun yang sedang berdiri di depan pintu seperti orang yang tidak punya harapan, Jaemin mengernyitkan dahinya bingung. Jaemin berlari kecil untuk menghampiri mereka berdua.

"Eh, apa yang kalian lakukan di depan kamar?" Tanya Jaemin.

"Renjun mengusir kita agar bisa berduaan di dalam dengan Ryujin." Jelas Haecan setelah itu mencibir pintu kamarnya sendiri dengan ekspresi wajahnya.

"Oh, lalu kalian mau tidur dimana?" Tanya Jaemin.

Taehyun dan Haecan saling melempar pandangan. Keduanya juga bingung mau tidur di mana. Mau numpang di kamar orang, tapi rasanya sudah terlalu nyaman tidur di kasur yang empuk.

"Aku rasa, aku akan tidur di sofa perpustakaan." Kata Taehyun yang sudah pasrah.

"Aku?!" Haecan menunjuk dirinya sendiri.

"Tidur saja di kasur ruang medis. Aku rasa Beomgyu sudah kembali ke kamarnya." Jawab Taehyun.

"Sudahlah, kalian tidur saja di kamarku." Kata Jaemin diakhiri senyuman.

No More HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang