(Season 2) 71. Finally meet you

383 49 18
                                    

08.00.K.S.T

Ke-6 pemuda Andromeda bersenjata lengkap dengan topeng wajah hantu yang menggantung di sabuk pinggang mereka kini tengah berjalan memecah salju yang tebalnya mencapai lutut orang dewasa. Jejak kaki mereka terbentang dari jalan masuk hutan sampai keberadaan mereka yang sudah tidak diketahui lagi seberapa jauh dari pintu masuk. Sudah seharian mereka menyusuri jalan menuju tempat mereka terakhir kali bertemu dengan gadis yang saat ini mereka sedang cari. Namun belum ada tanda-tanda dari keberadaan gadis yang mereka cari itu.

"Junkyu-ya, ceritakan soal sepupumu itu." Pemuda Park yang sedari tadi diam akhirnya membuka suaranya.

Junkyu yang merasa terpanggil menoleh ke arah Jihoon. "Kenapa kau baru menanyakan? Bukankah hyung sudah melihatnya secara langsung?"

"Aih, bukan itu, maksudku sifatnya, karakter seperti apa sepupumu itu?" Lanjut Jihoon mengoreksi pertanyaan Junkyu.

"Oh, emm bagaimana menjelaskannya ya. Jisu adalah gadis yang tertutup, namun kepeduliannya terhadap orang lain adalah hal yang paling sering orang ingat terkait imagenya. Aku rasa jika dia disuruh memilih meminum racun atau meracuni orang lain, dia pasti akan memilih untuk meminum racunnya. Terkadang Jisu bisa menjadi gadis yang sangat pendiam jika bersama orang baru atau orang yang tidak dia kenal secara baik. Namun jika denganku dia bisa berubah menjadi iblis wanita yang senang menjadikanku sebagai samsak make up-nya dia." Jelas Junkyu bergidik ngeri saat dirinya didandani layaknya Harley Queen ketika dia masih duduk di bangku SMP.

"Apakah sebelumnya paman dan bibimu pernah melibatkan Jisu terhadap pekerjaannya di Andromeda ?" Lanjut Jihoon kembali bertanya.

Junkyu menggeleng."Tidak, Jisu tidak pernah tahu tentang kita atau tentang organisasi kita. Berbeda dengan ku, Jisu tidak pernah mendapatkan pendidikan apapun untuk menghadapi peristiwa sekarang ini. Orang tua Jisu sangat waspada dan enggan membiarkannya mengetahui hal hal yang berbau organisasi dan semacamnya. Itulah mengapa akhirnya keluarga Jisu sempat pindah ke Canada, untuk menghilangkan jejak M.O.O.N. dari anak mereka."

"Aku rasa jika diriku adalah paman Junmyeon(Suho) aku juga pasti akan membawa keluargaku jauh-jauh dari Korea Selatan." Celetuk Masiho dengan logatnya yang cukup menggemaskan.

"Aku tidak." Ujar Hyunsuk memberikan pendapatnya. "Jika aku adalah paman Junmyeon, aku tidak akan melarikan diri seperti itu."

Semua orang menatap Hyunsuk penuh dengan tanda tanya. Pasalnya, pemuda itu bukanlah seorang pemuda dengan pemikiran yang bisa di sama ratakan dengan remaja seumurannya. Pemikiran pemuda itu sangat dewasa untuk pemuda berumur 19 tahun, bahkan mungkin setara dengan Jaehyun, Doyoung, atau Taeyong yang sudah hampir menginjak kepala 4. Itulah mengapa Hyunsuk sering kali diajak untuk menjadi bagian dari diskusi ketiga pemimpin Andromeda itu. Walau terkadang Junkyu merasa sendikit iri padanya. Padahal Junkyu kan yang anaknya Jaehyun. Tapi ayahnya selalu menganggapnya tidak cukup dewasa untuk menimpali percakapan mereka.

"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya Junkyu yang penasaran akan jawaban Hyunsuk.

Hyunsuk tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan Junkyu. "Aku tidak ingin memberikan kesan seolah paman Junmyeon itu salah sih. Tapi, aku yakin jauh sebelum pandemi ini berlangsung Paman Junmyeon sudah bisa memprediksikan seberapa besar pengaruh pandemi ini. Bukan hanya di Korea tetapi juga di luar negeri. Fakta bahwa paman Junmyeon bersama paman Jaehyun, paman Doyoung, dan paman Taeyong membentuk Andromeda sedemikian rapih adalah bukti bahwa dia menyadari kalau cepat atau lambat M.O.O.N. pasti akan mencapai puncak kejayaannya. Entah karena Denial atau tidak, tapi tindakan paman Junmyeon sejujurnya sangat pengecut dengan berusaha menyembunyikan informasi dari Jisu tentang M.O.O.N dan Andromeda. Padahal mau dia menyembunyikannya atau tidak, Jisu pasti tetap akan menjadi korban pandemi ini. Malah lebih buruk lagi karena gadis itu jadi tidak punya perbekalan apapun dan melanjutkan hidupnya dengan ketidak tahuannya ditengah kebenaran tentang jati dirinya."

No More HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang