Percayakah kalian bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang lebih dari hanya sekedar mengingat dan memberi sinyal ke tubuh? Beberapa orang memiliki otak yang dapat menolak Virus dan menjadikan diri kebal terhadap virus. Mereka disebut imun.
Sebuah...
Gadis pemilik nama Chaeryeong itu menoleh ketika namanya dipanggil. Seperti biasa, gadis Lee ini selalu menunjukan senyuman tipis nan anggun pada 4 gadis lainnya, yang saat ini tengah berdiri di ambang pintu dalam kondisi wajah penuh tangisan.
4 gadis itu langsung berhambur memeluk Chaeryeong, gadis yang baru saja terbangun dari komanya, lalu mereka menangis haru.
Chaeryeong tidak bisa menahan untuk tidak ikut menangis. Air mata juga mulai keluar dari matanya, namun buru-buru dia hapus agar tidak merusak wajah bahagianya.
"Yuna-ya, jangan menangis. Aku tidak akan pergi kemana-mana lagi. Aku di sini." Chaeryeong mengulurkan tangannya untuk menghapus bulir air mata dari pipi Yuna.
"Chaeryeong-ah, kami sangat khawatir padamu. Kau tidak tahu, betapa takutnya kami kehilanganmu? Kami sangat menyayangimu." Lia menggenggam tangan Chaeryeong erat, seolah mengisyaratkan bahwa dia tak mau kehilangan untuk yang kesekian kalinya.
"Aku sangat sedih ketika mengetahui kau koma saat aku baru pulang dari kota. Kenapa kau bisa begitu ceroboh Chaeryeong-ah?" Yeji menghapus air matanya yang masih tak henti mengalir.
Chaeryeong tersenyum. "Terimakasih, karena kalian sudah begitu peduli padaku. Terimakasih."
Chaeryeong lagi-lagi mengeluarkan air matanya dan menunduk. Kali ini, dia tidak bisa lagi menyembunyikan air mata harunya dari teman-temannya. Kedua tangannya terangkat untuk menutup wajahnya. Dia begitu terharu, bisa mendapatkan teman sebaik mereka. Dan Chaeryeong tidak menyesal merasakan semua rasa sakit sebelumnya demi mereka ber-4.
Ryujin menghampiri Chaeryeong dan memeluknya yang masih menutup wajahnya. "Karena kita adalah keluarga Chaeryeong-ah, kita semua adalah keluarga."
⚔⚔⚔
Di sisi lain, M.O.O.N. distrik 3.
"B*ngsat! B*ngsat! B*ngsat! "
Segala macam bentuk umpatan telah berkali-kali keluar dari mulut Nakyung. Gadis itu baru saja mengalami pengalaman paling sial selama hidupnya hanya karena gadis lain bermarga sama sepertinya. Siapa lagi kalau bukan Lee Chaeryeong?
Nakyung tidak percaya orang sepertinya Chaeryeong bisa senekat itu melakukan hal sama seperti yang waktu itu pernah dia lakukan. Karena aksi nekat Lee sialan Chaeryeong itu, Nakyung jadi terpaksa pergi dari rumah mereka dan kembali ke M.O.O.N. Padahal seharusnya dia bisa lebih lama lagi dia sana. Tinggal sedikit lagi, dia bisa membuat semua orang saling membenci. Dan yang paling seru, adalah Ryujin akan semakin dibenci oleh semua orang termaksud Renjun.
Tapi, rencana-rencana yang sudah Nakyung pikirkan matang-matang harus lenyap hanya karena Chaeryeong. Nakyung kesal, kenapa gadis itu harus selalu sok tahu dan berpura-pura baik di depan semua orang?
"Dasar gadis munafik! Jika saja kubocorkan rahasianya lebih awal dia pasti tidak akan bisa menyombongkan tentang teman-temannya kepadaku. Cih!" Nakyung menjerit tertahan ketika luka di perutnya terasa sakit. "Sial! Apanya yang perawatan luka? Apakah si Beomgyu itu tidak mengerti cara menjahit luka hah?! Astaga, perutku terasa sangat ngilu dan sakit. Sial! Sial! Dasar kumpulan manusia merepotkan!"
"Sampai kapan kau akan terus mengumpat seperti itu sih hah?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.