| Sandar |

96 14 0
                                        

Taman umum di dekat sekolah jadi tempat wajib dikunjungi oleh Jeva bersama Rainey.

Jika jam pulang sudah tiba, Jeva belum dijemput dan Rainey sama, maka mereka akan pergi ke taman itu untuk sekadar duduk- duduk. Tamannya memang tidak didominasi ragam bunga berwarna cerah, tetapi digantikan rimbunnya pohon hijau. Alhasil, disekitarnya menjadi lebih sejuk.

Otak Jeva yang sering memanas karena pelajaran, kini menjadi teduh.

"Ney, sering- sering ke sini, ayo? Gue suka," tukas Jeva antusias.

Gadis di sampingnya mengangguk. "Ayo." Rainey tentu tidak keberatan. Ia juga suka taman ini. Embusan anginnya membikin rasa gerah di seluruh tubuh lenyap. Karena sayup- sayup tiupannya pula, Rainey jadi merasa kantuk.

Kancing kemeja sudah sejak tadi Jeva lepas. Ia membiarkannya terbuka, toh ia memakai kaus dalaman. Selama itu, Jeva mengayun- ayunkan kedua kaki yang tak cukup sampai menyentuh rerumputan di bawah. Bangku di depan pohon rimbun ini lumayan tinggi.

Hamparan hijau di depan mata seperti sekarang terlalu indah bagi Jeva.

"Ney, gue mau punya taman sendiri di rumah. Yang sebesar ini. Tapi, males ngurusnya," oceh Jeva yang matanya masih memiliki binar- binar semangat itu. "Gue suruh aja Kakak gue yang ngurus, ya? Eh, tapi dia juga mageran. Kadang kalau udah males, napas aja dia ogah. Persis gue banget, sih."

Agaknya, Jeva terlalu terbiasa mengoceh, dan selalu ditanggapi oleh suara halus Rainey. Jadi, ketika ia selesai pada kalimatnya barusan dan tidak mendengar sahutan Rainey, Jeva pun terheran-heran.

"Ney?" Jeva menoleh. Berikutnya, dengan insting yang tangkas, Jeva segera bergeser ke arah tubuh Rainey dan memberikan dadanya sebagai tempat akhir kepala gadis itu jatuh.

Jeva tertegun dalam beberapa detik, hingga ia menatap Rainey lekat.

Bagaimana bisa Rainey tertidur, bahkan dengan posisi duduk?

Kalau saja tadi Jeva tidak menolehkan kepala, tidak cepat menggeser diri, Rainey mungkin sudah terjerembab ke tanah.

Jeva mengembuskan napas. Karena posisi ini, Jeva jadi tidak berani banyak bergerak. Takut Rainey terusik, takut gadis itu terbangun. Akhirnya, Jeva membiarkan, setidaknya sampai lima belas menit ke depan.

Namun, waktu seolah berlari- larian, sebab rentang menit ke menit berikutnya terasa sangat cepat.

Sudah menyentuh dua puluh menit, Jeva mulai bergerak gusar. Ada banyak pertimbangan di benaknya. Ragu- ragu, ia menyentuh pundak Rainey, kemudian ia tarik lagi. Sempat ia ingin bersuara, tetapi dikatupkannya lagi. Jeva merasa serba salah.

"Um .... Ney," panggil Jeva akhirnya, teramat halus. Seraya menggoncang pundak Rainey tak kuat.

Tidak sulit, sebab kelopak mata Rainey segera mengerjap kecil. Selanjutnya, lenguhan panjang keluar dari bibir si gadis. Jeva menunggu, hingga Rainey mengangkat kepalanya perlahan.

Gadis itu mengedarkan pandangan, alisnya berkerut-kerut. Masih dalam tahap pengumpulan kesadaran, Rainey mengucek kedua matanya.

Jeva bertanya pelan. "Pulang, yuk? Lo udah lama banget ketiduran di sini. Mungkin aja lo udah dijemput."

Rainey memandang Jeva, kemudian mengangguk tanpa lama. Kelopaknya masih belum membuka sempurna. Ketika mereka sama- sama berdiri dan akan melangkah, Rainey menangkap lengan Jeva dan bergelayut di sana.

"Papah gue, ya? Masih ngantuk banget ini," parau Rainey.

Kepala Jeva terangguk ragu. Begitu ia memulai langkah, diikuti Rainey yang berjalan terhuyung di sampingnya, sebuah rangkai kalimat yang entah Rainey ucapkan secara sadar atau tidak, sukses membikin kerja jantung Jeva berubah cepat.

"Dada lo .... nyaman, Je."

Hai, ketemu lagi sama Lindraka, uwuuu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hai, ketemu lagi sama Lindraka, uwuuu.

Dada Jeva nyaman katanya, huhu, jadi pengin ngerasain👀

Sebuah spoiler : dada semua Lindraka itu pasti nyaman untuk senderan😆

Eh, tinggalkan jejak, ya. Terima kasih♡

Jeva Lindraka ingin menyapa,

Jeva Lindraka ingin menyapa,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LINDRAKA✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang