| Berbeda |

33 10 2
                                        

Nakaisha ada di ruang tamu ketika Juna baru saja pulang dari kampus.

Mata Juna membelalak. Beberapa detik, ia beradu pandang dengan netra Nakaisha, yang tampak tenang- tenang saja. Lebih tidak terduga lagi, gadis itu kini tersenyum, lebih dari sekadar tipis. Juna mengingat- ngingat mimik wajah Nakaisha waktu- waktu lalu. Biasanya, tandus.

Sekarang Nakaisha lebih berwarna.

"Nah, Kakak sudah pulang." Mama yang menemani sejak Nakaisha datang, segera berdiri dari sofa dan menghampiri Juna. Menepuk pundaknya, menyadarkan cowok itu dari lamunan.

"Tuh, Nakaisha datang berkunjung. Katanya, mau main sama Kakak," bisik Mama, yang dilanjutkan kekehan geli dari bibir wanita empat puluh tahun itu.

Juna menoleh tidak percaya. "Serius, Ma?"

"Dua rius." Mama terkikik lagi. Ia kemudian beralih pada Nakaisha yang sudah berdiri dari sofa.

"Nakaisha, Tante tinggal dulu, ya? Nakaisha ikuti Juna saja," titah Mama, lalu menatap Juna. "Ajak Nakaisha ke lantai tiga, Kak."

Respons Juna terbilang lambat. Hal itu memantik rasa geli dari sang Mama. Sebelum meninggalkan dua pemuda- pemudi itu, Mama sempat menoel lengan atas Juna dan menaikturunkan alisnya jahil.

Bibir Juna langsung mengerucut. Canggung.

Akhirnya, Mama benar- benar berlalu. Hanya tersisa Juna dan Nakaisha, juga sunyi yang memenuhi napas. Juna tidak tahu harus berbuat apa. Lagi- lagi didekap canggung, hanya berdiri rikuh dengan tidak adanya titik tatap pasti.

Nakaisha seolah memahaminya.

"Kata Tante, ada perpustakaan, ruang olahraga, dan balkon di lantai tiga," tandas Nakaisha. Ada nada tenang di dalam suaranya, ada raut yang jauh lebih ramah di garis wajahnya.

Nakaisha lebih dari sekadar tanpa emosi. Ia punya semangat, yang baru pertama kali Juna lihat.

"Ah, iya." Juna melukis senyuman lega. Kepalanya mengangguk sekali, bermaksud mengajak Nakaisha untuk mengikutinya.

Sepertinya, dua insan ini tidak perlu banyak kata. Mereka sudah saling mengerti bahkan hanya lewat satu gerak saja.

Beberapa menit, mereka sampai di lantai dua. Juna izin untuk masuk ke kamar terlebih dahulu, hendak mengganti pakaian. Nakaisha tidak keberatan. Ia justru tidak masalah untuk menunggu Juna selesai, lalu bisa naik ke lantai tiga bersama- sama.

Itu yang terjadi begitu pakaian Juna sudah lebih santai. Kaus polos putih dan training merah bergaris hitam semata kaki. Nakaisha menunggu di ujung tangga, melihat potret- potret keluarga Juna yang dibingkai estetik, terpampang di dinding. Ketika Juna berjalan ke arahnya, Nakaisha menoleh dan lekas tersenyum.

Juna tersentak. Terheran-heran lagi.

"Di atas," kata Juna, tidak penting. Ia mendahului Nakaisha untuk menaiki tangga. Selama itu, tak ada kata yang terucap.

Dari tangga paling atas, tampak koridor dari dua sisi. Di sebelah kiri, koridor menuju ruangan khusus alat- alat olahraga. Tidak ada pintu. Jadi, Nakaisha bisa melihatnya tanpa perlu lebih banyak mengikis jarak.

Bergulir ke sebelah kanan, koridor itu langsung terhubung dengan perpustakaan rumah. Kanan kiri dinding di isi rak- rak buku, tidak ada yang kosong. Di ujungnya, terdapat sofa santai yang membentang. Duduk di sana menyenangkan, karena langsung dihadapkan pada langit yang biru, juga objek- objek lainnya di bawah.

"Koridor ada di balik sofa. Tinggal lompati aja, geser pintu kacanya, terus bisa duduk- duduk di balkon," jelas Juna yang langkahnya memasuki perpustakaan.

Di belakang, Nakaisha mendengarkan, mengekor dalam diam. Tatapannya kagum pada seisi ruangan. Gradasi warna buku yang rapi, juga bau- baunya yang khas. Belum lagi, langit cerah menambah digdayanya tersendiri.

Nakaisha tersenyum lebar. Cantik, tanpa cela.

Bersamaan dengan itu, Juna menoleh dan terdiam melihat warna cerah di paras Nakaisha.

Bersamaan dengan itu, Juna menoleh dan terdiam melihat warna cerah di paras Nakaisha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kangen Juna gak, nih?

Udah mulai ada bibit- bibit perasaan, mari kita kawal sampai berlabuh dengan selamat.

LINDRAKA✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang