Saat ini, Starla sedang menunggu gojek untuk berangkat ke sekolah. Namun, ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, abang gojeknya tak kunjung datang.
Tak lama kemudian datanglah motor ninja hitam, dan Starla sudah mengetahui siapa pengendara tersebut, yaitu Regal.
Regal menghentikan motornya didepan Starla, dia mematikan motornya dan melepas helmnya kemudian dia taruh di tangki motor. "Kok belum berangkat?" tanyanya yang kebetulan lewat jalan tersebut karena memang jalur SMA Mandala melewati apartemen Starla.
"Ini, nih, abang gojeknya nggak nyampe-nyampe dari tadi," ucap Starla kesal.
"Yaudah, bareng gue aja!"
Starla menggeleng, "gak mau."
Kemudian dia membuka ponselnya, untuk memeriksa kenapa abang gojeknya belum juga sampai.
"Lohh," mata Starla melotot. "Kok di cancle, sih?"
"Kenapa nggak daritadi aja cancle-nya, kan, gue bisa nyari gojek yang lain," omel Starla.
"Emang pada dasarnya lo udah ditakdirkan untuk berangkat bareng sama gue, Arla," ucap Regal.
"Arla?" ulang Starla bingung.
Regal mengangkat satu alisnya. "Kenapa? Nama lo Starla, kan? Jadi gue panggil lo Arla," jelasnya.
"Tapi bagus Starla tau," protes Starla.
"Bodo amat, yang penting gue panggil lo Arla aja. Anggep aja panggilan kesayangan gue ke lo."
"Dih, panggilan kesayangan, ndasmu!" kesal Starla.
Regal tertawa, kemudian menyentil bibir Starla pelan. "Cewek nggak boleh ngomong kasar."
Starla mengusap bibirnya yang disentil Regal, kemudian dia mencubit perut Regal membuat sang empu meringis kesakitan. "Kenapa dicubit? Sakit tau!"
"Lo juga kenapa nyentil bibir gue, sakit tau."
"Kan lo ngomong kasar, jadi gue sentil deh bibir lo."
"Yaudah, satu sama," ucap Starla.
"Naik!" ucap Regal.
Starla akhirnya menurut, daripada harus menunggu lagi ia memilih untuk berangkat dengan Regal. Ingat ini ya, Starla terpaksa, ya terpaksa!
"Gue mau karena lo maksa," sengit Starla.
Regal tertawa, "siapa yang maksa?"
Starla gelagapan ditempatnya, "yaudah kalau ga mau nebengin, gue naik gojek aja."
Baru saja Starla akan membuka ponselnya, Regal lebih dulu menyaut. "Bareng gue aja, kali ini gue maksa."
"Nah, gitu, dong." Starla naik ke atas motor Regal.
Regal tertawa kecil, kemudian dia menyerahkan helmnya kepada Starla. "Nih, pake!"
Starla menyernyit bingung. "Kalo gue yang pake, lo mau pake apa?"
"Udah nggak usah pikirin gue, yang paling penting itu keselamatan lo."
Starla tersenyum tipis, dia menerima helm itu dan memakainya.
"Kok nggak jalan-jalan, sih? Nanti kita telat," protes Starla karena Regal tak kunjung menjalankan motornya.
"Ada yang kurang."
Starla mengerutkan keningnya bingung. "Apanya yang kurang?"
Regal meraih kedua tangan Starla, kemudian dia lingkarkan ke perutnya. "Ini yang kurang."
KAMU SEDANG MEMBACA
REGAL [END]
Roman pour Adolescents[TAHAP REVISI] "Dia laki-laki yang dulu mencintai ku dengan sangat tulusnya. Namun, aku sia-siakan keberadaannya karena ketidakpuasan ku dan segala ambisi ku tentang laki-laki lain yang lebih darinya. Padahal kenyataannya dialah yang terhebat." -Sta...
![REGAL [END]](https://img.wattpad.com/cover/245873656-64-k79051.jpg)