•••COMPLETED•••
•••[[CERITA MASIH LENGKAP]]•••
Aku tantang Minimal Baca sampai part 10 dulu...
Suka? Lanjut.
Gak suka? Gapapa.
----------------------------------
Pria dengan Nama lengkap Irwan Krisdiyanto itu merasa penasaran dengan gadis yang tidak...
Luangkan waktu 2 detik untuk vote! Karena vote itu gratis.
***
Maaf aku baru next.. Karena lagi sibuk banget.. Maaf yah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini, hari kedua Irwan, Randa serta Ridwan dalam kegiatan hiking nya.
Irwan merasa tenang mengikuti kegiatan ini, karena Rara juga sudah mengijinkannya, walaupun malam itu Rara meminta agar dirinya tidak ikut, tapi itu hanya gurauan Rara, Rara menjahili Irwan.
Bahkan paginya, gadis itu sudah stay di depan Rumah Ridwan, karena memang mereka akan berangkat menggunakan mobil Toni, papa Ridwan.
Rara sangat bawel pagi itu, dia tidak ada hentinya mengingatkan untuk selalu berhati-hati, sampai mereka bosan sendiri.
Rara juga berpesan untuk sebisa mungkin menghubungi gadis itu, entah siapapun, asal Rara mendapat kabar mereka.
Pernah waktu kemarin, disini tidak ada sinyal. Dan saat Irwan menghubungi Rara malam hari, yang Irwan dapat adalah omelan dari Rara, yang mengatakan menyindir kenapa baru menghubunginya, membuat ketiganya sedikit stres akibat Rara, tapi mereka paham, Rara seperti itu karena Rara peduli padanya.
"Gue telpon ibu kost dulu!" Kata Ridwan pada Randa. Randa mengangguk.
Ibu kost, panggilan baru untuk Rara dari Ridwan sejak kemarin, pasalnya Rara ngomel itu seperti ibu kost yang tengah menagih bayaran.
"Hallo Ibu Kost!" Sapa Ridwan ketika sambungan telpon tehubung.
"Apaan sih Bang! Rara belum jadi ibu-ibu!"
Dari nada bicaranya, Ridwan tahu Rara tengah kesal. Ridwan terkekeh.