•••COMPLETED•••
•••[[CERITA MASIH LENGKAP]]•••
Aku tantang Minimal Baca sampai part 10 dulu...
Suka? Lanjut.
Gak suka? Gapapa.
----------------------------------
Pria dengan Nama lengkap Irwan Krisdiyanto itu merasa penasaran dengan gadis yang tidak...
Luangkan waktu 2 detik untuk vote! Karena vote itu gratis.
***
Seorang sahabat yang akan selalu mengingatkan ketika sahabatnya salah, bukan meninggalkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Paginya, Irwan bangun sekitar pukul 05.34, sebenarnya Irwan tidak bisa tidur karena memikirkan Rara, Irwan menoleh kekanan, dimana kedua sahabatnya itu tertidur, biasanya Irwan akan mengambil posisi tengah, tapi kali ini dirinya disamping Randa karena masih belum mau bertegur sapa dengan Ridwan.
Irwan keluar tenda dan berniat langsung mencari keberadaan Rara dengan petunjuk terakhir adalah tempat dimana kalung kupu-kupu itu ditemukan semalam.
"Mending Gue cari sendiri dulu, karena Gue sendiri belum tahu pasti Rara itu masuk jurang apa nggak!" Kata Irwan pelan setelah diluar tenda.
Irwan langsung melangkah masuk kedalam hutan seorang diri.
"RARAAAA!"
"RA! APA LO DENGER GUE? APA LO DI BAWAH?"
Irwan berkacak pinggang, sudah berkali-kali teriak, namun tak ada jawaban apapun. "Apa Gue turun aja ya?" Pikir Irwan.
Mengangguk, pria itu memutuskan untuk turun saja, percuma jika dirinya teriak-teriak tidak jelas.
Nia mengangguk, "serius lah, Rara itu pengganggu. Kalo Gue gak bisa dapetin Irwan, berarti gak ada yang bisa dapetin Irwan juga, termasuk Rara!" Piciknya.
"Bagus. Bener tuh," kata Diyah.
***
"Nda! Ayo bangun!" Ridwan mengguncang tubuh Randa membuat Randa terbangun.