[12] Rara || Tidak Sendiri

437 56 45
                                        

Luangkan waktu 2 detik untuk vote!
Karena vote itu gratis.

Biarkan orang lain meninggalkanmu, namun percayalah, setiap masalah yang ada kita tidak pernah sendiri.

Biarkan orang lain meninggalkanmu, namun percayalah, setiap masalah yang ada kita tidak pernah sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Langit tampaknya turut merasakan kesedihan gadis yang sejak tadi berjalan tanpa arah. Pikiran gadis itu tertuju pada ucapan Faisal.

"Kamu itu bukan anak istri saya!"

"Kamu itu cuma anak yang istri saya pungut!"

Sejak Faisal mengucapkan itu, Rara langsung pergi meninggalkan Rumah. Tanpa tahu ingin kemana. Antara benci, kesal, sedih, marah, semua jadi satu.

"Bunda, Rara kangen. Rara takut sendiri," batin Rara menangis.

Selalu. Jika Rara sedang bersedih, kalimat itu yang selalu dirapalkannya.

Hujan mulai turun, namun Rara enggan untuk berlari hanya untuk sekedar meneduh. Tanpa sadar, hari sudah malam namun Rara masih setia ditengah jalan.

Tiiiin.....tinn....

Seolah tuli, Rara masih diam pada posisinya, sampai motor yang hampir menabraknya membelokkan ke arah kanan.

Braakk!

"Woy! Kalo mau mati jangan disini!" Teriak pengendara itu masih dengan helm yang masih menutup kepalanya.

Pria itu membuka helmnya dan berjalan mendekat kearah Rara, dengan masih mengomel.

"Dan kalo mau mati, jangan Gue yang harus nabrak! Gue belum dapetin cinta gebetan Gue!" Ucapnya dari belakang Rara.

Rara menunduk, membalikkan badannya. "Ma-maaf," cicit Rara.

"Rara?"

Rara mendongak sambil tangannya meraupkan ke wajahnya, "I-irwan?"

"Lo ngapain disini?" Irwan mendekat kearah Rara. Sedangkan Rara diam tak menjawab.

"Lo mau mati?" Tanya Irwan.

"Mending jangan deh Ra. Kalo Lo mati taruhan kita gimana? Kan ga asik!" Ucap Irwan.

Raut wajah Rara terlihat semakin sedih karena ucapan Irwan. Bisa-bisanya pria didepannya ini memikirkan taruhan yang tidak penting.

"Hiks..."

"Eh kok nangis? Aduh jangan nangis dong," Irwan panik dibuatnya. Karena bingung Irwan mendekat dan langsung mendekap Rara dalam pelukannya.

Rara [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang