•••COMPLETED•••
•••[[CERITA MASIH LENGKAP]]•••
Aku tantang Minimal Baca sampai part 10 dulu...
Suka? Lanjut.
Gak suka? Gapapa.
----------------------------------
Pria dengan Nama lengkap Irwan Krisdiyanto itu merasa penasaran dengan gadis yang tidak...
Luangkan waktu 2 detik untuk vote! Karena vote itu gratis.
***
Setiap manusia memiliki dua sifat, ada baik dan jahat. Namun, setiap manusia juga mempunyai cara tersendiri untuk menunjukkan sifatnya. Baik menurut kita belum tentu dipandang baik oleh mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ih, Irwan kok makin jauh dari Gue sih!" Kesal Nia.
Sejak di Aula, dirinya mencari keberadaan Irwan, saat matanya menangkap 2R -Ridwan and Randa- Nia langsung menghampiri dan menanyakan dimana Irwan. Namun jawaban Ridwan mampu membuat Nia kesal.
"Ngapain Lo cari Irwan? Irwan aja gak nyari Lo," kata Randa.
Ridwan tersenyum miring, "kalo Lo cari dia, sana Lo masuk XII-IPA 1, dia lagi ngapel gebetannya tuh!" Ucap Ridwan bangga.
"Gebetan? Siapa?"
"Lo lupa? Apa pura-pura Lupa? Ya jelas Rara lah!" Balas Randa.
"Udah ah Bro, masuk yuk!" Ajak Ridwan.
"Aaaaaaah! Keseeeeel!" Teriak Nia.
Nia dan kedua sahabatnya -Diyah dan Meli- sedang berada dikelas, semua teman kelasnya memanfaatkan jam kosong untuk menghirup udara bebas diluar kelas. Setelah bubar acara di aula, semua anak kelas 12 dibebaskan asalkan tidak pulang.
"Sabar, Lo pasti menang dari Rara," Diyah menenangkan Nia. Sedangkan Meli hanya diam memainkan ponselnya saja.
"Mel, Lo tenangin Nia kek!" Kesal Diyah.
"Tenangin gimana?" Tanya Meli, "Sahabat Gue tuh gak kaya gini, hanya gara-gara cowo yang sama sekali suka sama Lo, Lo jadi menghalalkan segala cara," katanya. "Gue masih sahabat kalian, tapi kalo kalian mau lakuin hal gak baik, silakan. Gue gak ikut." Meli kembali fokus pada ponselnya, biarkan saja dirinya dibilang tega karena tidak menolong sahabat yang tengah bersedih, jika mereka tulus bersahabat dengannya, mereka akan terima keputusan yang dibuat olehnya. Jadi pemikiran meli kali ini adalah 'santai'.
***
"Kata Ridwan bakal ada camping," ucap Irwan pada Rara yang tengah asik memakan bakso.
"Masa? Kapan?" Tanya Rara tanpa menoleh pada Irwan.
Rara yang niat awalnya ingin tidur dikelas, namun ia urungkan ketika Irwan mengikutinya dan Rara memutuskan untuk kekantin saja dengan Irwan, lagian perutnya juga sudah demo meminta makan. Jadilah mereka dikantin sampai semua anak kelas 12 sudah keluar dari aula.