[66] Rara || Ketegaran Rara

360 47 5
                                        

"Rara kok lama banget sih!" Gumam Putri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Rara kok lama banget sih!" Gumam Putri. "Gue takut Nia berulah lagi!"

Putri berdiri, "Gue susul aja deh!" Kata Putri.

"Gue ikut!" Tutur Meli.

Meli dan Putri berlalu pergi, meninggalkan ketiga pria itu, "Gue juga ikut deh!" Kata Irwan. Lalu berdiri dan menyusul Meli dan Putri. Tentu saja dengan Randa dan Ridwan.

***

Nia dan Diyah kembali tertawa, "keluarga kandung yang buang Lo?" Nia terus tertawa. "Lo yakin mereka mau mungut Lo lagi?" Tanya Nia. "Secara Lo itu udah seperti sampah yang dibuang, jadi gak akan ada yang mau mungut sampah!"

Plak...

"RARA!"

Rara, Nia dan Diyah sama-sama melihat kearah pintu, ada Putri, Meli serta ketiga pria yang dekat dengannya.

Rara kembali menatap Nia yang berpura-pura meringis, agar seolah dirinya yang tertindas.

"Cukup!" Ucap Rara tajam. "Gue emang anak yang ga diinginkan!" Ucap Rara dengan air mata yang siap membasahi pipi. "Tapi Lo gak berhak bilang gitu. Karena Lo gak akan paham rasanya jadi Gue!"

Tes!

Rara tak kuat, gadis itu menangis pelan, biarkan semua orang menganggapnya apa, yang jelas, hatinya hancur. Dan mungkin kelima orang yang ada di dekat pintu itu tidak akan percaya padanya.

"Terserah kalo kalian lebih percaya apa yang kalian liat!" Ucap Rara sebelum benar-benar pergi dan bahkan menabrak mereka yang menghalangi pintu.

"Rara!" Panggil mereka.

Putri mengepalkan tangannya, "Wan, Rara butuh Lo. Lo samperin dia, Nia urusan Gue!"

Irwan mengangguk, lalu langsung pergi menyusul Rara.

Putri maju, mencengkram kerah seragam Nia, "mulut Lo gak pernah di sekolahin!" Ucap Nia. "Lo sadar gak sih? Apa yang Lo ucapin bikin sakit hati Rara!"

Nia melepas kan cengkraman Putri. "Terus? Gue peduli?" Kata Nia. "Nggak! Gue sama sekali gak peduli!" Nia melipat kedua tangannya di depan dada.

Plak...

Putri habis kesabaran, gadis itu menampar Nia, membuat semuanya terkejut akan tindakan gadis itu. Tapi mereka hanya diam melihat.

Lumayan, tontonan gratis.

Nia sedikit menoleh ke samping karena tamparan Putri.

Nia memegang pipi sebelah kirinya, menatap Putri kejam. "Lo..!" Geram Nia, dua kali pipinya kena tamparan.

"Sakit?" Kata Putri. "Sakit akibat dua kali tamparan gak akan sama seperti luka hati yang Lo toreh buat Rara. Kali ini Gue lepasin Lo, tapi kalo sampe Gue liat Lo macem-macem sama sahabat Gue lagi, Lo..." Putri menunjuk Nia dengan tatapan tajam. "Habis sama Gue!" Tekan Putri.

Rara [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang