Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

47. Ada apa?

2.9K 147 0
                                        

Part-part berikut nya bikin kalian terkejut bukan maen #authorpercayadiri wajib banget share ke sosmed kalian beberapa part berikut nya!!!

Happy reading!

Pagi ini mereka sudah bersiap menuju pantai kuta, Tampak semua mulai memandang pantai yang terletak di kota bali.

Tak jauh dari penginapan, star justru menjadi destinasi liburan Rasya, Rasyid dan teman-teman nya.

Kini Rasya, Rasyid, Revano, Aurel, Gavin, Natasya, Azriel dan Keysa. Sudah duduk di bean bag nya masing-masing sambil menikmati semilir angin pantai.

“gila itu bule bohay bohay amat” ujar Gavin, yang sebenarnya sedaritadi menatap bule-bule bohay dibalik kecamata hitam milik nya.

“mata lo!” tegur Azriel yang langsung menepuk kening Gavin.

“sirik aja lo! Karna ada Keysa aja kan maka nya lo gini, biasa nya juga trobos aja” kata Gavin yang sibuk mengomeli Azriel.

Azriel lalu mencibir.

“kalo mau liat bule silahkan aja, gue gak masalah” kata Keysa.

“beneran?”

Pletak.

Keysa langsung menepuk keras lengan Azriel, “enak aja lo! Ya gak lah”

Rasya tersenyum tipis melihat tingkah teman-teman nya, Rasya sama sekali tak berniat memakai bikini, Sudah pasti ia dilarang dua pangeran nya. Bisa-bisa Rasyid dan Revano mengamuk.

Jadilah Rasya hanya mengenakan hotpants jeans, lalu tanktop diatas pusar nya yang dilapisi kemeja putih. Sederhana namun tetap fashionable.

Suara musik yang diputar disana menambah suasana menjadi lebih semakin nikmat.

“bos, gimana kalau kita main-main dulu sama bule?” usul Gavin langsung dengan cepat Rasya melempar sendal milik nya.

“maksud lo apa ngajak laki gue kayak gitu!?” tanya Rasya dengan tatapan tajam nya, nyali Gavin langsung menciut menatap Rasya.

“ampun bu bos, lupa udah ada pawang nya” Gavin menyatukan tangan nya dihadapan Rasya sambil berlutut.

Teman-teman mereka langsung tertawa melihat nya, Rasyid pun ikut tertawa melihat sikap cemburuan Rasya. Rasya menahan senyum nya melihat Gavin

“gue becanda vin, bangun gih gaenak diliat orang” ujar Rasya membantu Gavin berdiri, Gavin mengusap dada nya lega.

Rasya pun kembali ke bean bag milik nya sambil mencari posisi ternyaman nya, menatap sekilas kesamping dimana Rasyid duduk disebelah nya.

“berarti boleh dong?” tanya Rasyid sedaritadi tak lepas menatap Rasya.

Rasya langsung mengalihkan tatapan nya kearah Rasyid, menatap tajam lelaki didepan nya yang menampilkan senyum polos nya.

“mau yang kanan atau yang kiri?” tanya Rasya sambil tersenyum miring.

Rasyid mengerutkan kan kening nya, mengangkat alis sebelah tanda tak mengerti.

“Kiri rumah sakit, kanan langsung kuburan” lanjut Rasya datar.

Baru setelah mengerti Rasyid tertawa geli, ide jail langsung melintas di otak nya.

“pilih kaki” jawab Rasyid.

“langsung tendang ke neraka”

...

Malam ini mereka berjalan-jalan mencari oleh-oleh khas bali, karna hari ini, hari terakhir mereka di bali. maka dengan itu mereka ingin menikmati tempat wisata yang paling sering di kunjungi wisatawan sedikit lama.

Setelah berpisah di tempat khas oleh oleh, Rasya dan Rasyid telah selesai berbelanja. Mereka pun mampir sebentar ke pedagang es krim dan duduk di kursi yang tersedia.

Rasya menikmati es krim nya dengan cepat, tanpa di sadari wajah nya sudah belepotan dengan es krim.

Rasyid yang sedaritadi menatap Rasya memakan es krim pun hanya geleng-geleng kepala sambil terkekeh. Sungguh menggemaskan.

“wajah aja sangar, makan es krim kayak bayi” ejek Rasyid sambil membersihkan es krim yang berada di bibir Rasya.

Jantung Rasya berdegup kencang, menatap iris mata berwarna cokelat terang dihadapan nya. Jarak yang dekat mampu membuat fokus nya hilang

Rasyid pun menetralkan wajah nya agar tetap datar, padahal hati nya sedari tadi memberontak ingin keluar.

Mendengar terompet dari anak-anak yang bermain, membuat mereka langsung memutuskan kontak mata mereka.

Rasya menetralkan jantung nya dan segera berdiri, “a-ayo kita pulang” ajak nya lalu pergi tanpa menunggu Rasyid.

Rasyid tak bisa menahan senyum nya, lalu menyusul Rasya yang sudah lebih dahulu pergi.

“kamu salting? Mau liat dong rona merah nya?” goda Rasyid setelah berhasil menyusul Rasya dan berjalan disamping nya sambil menggenggam tangan Rasya lembut.

“a-apaan sih kamu! Udah ayo nanti di tinggal!” Rasya menunduk menahan rona merah nya yang semakin menjadi-jadi.

Rasyid tertawa kecil melihat nya, menghentikan langkah Rasya dan membalikan tubuh nya agar menghadap pada nya.

Menatap wajah cantik gadis didepan nya, menyatukan kening satu sama lain. Rasya terkejut memundurkan langkah nya, namun tak bisa karna di tahan tangan Rasyid yang sudah bertengger di pinggang nya.

“Rasyid kamu apa-apaan sih, lepas gak! Malu diliat orang-orang” tegur Rasya namun tetap tak dihiraukan Rasyid.

“aku sayang kamu sya” ucap Rasyid sembari membawa Rasya kedalam peluk kan nya.

“iya aku tau, tapi lepasin dulu”

“aku selalu ada disaat kamu sedih” ujar Rasyid tetap mempertahankan posisi mereka, Rasya tidak memberontak lagi. Menatap aneh Rasyid.

“kamu gapapa?” tanya Rasya cemas, dibalas gelengan Rasyid. Rasyid mengeratkan pelukan mereka dan menelusuk kedalam leher jenjang Rasya.

Rasya merasa tak nyaman dengan tingkah Rasyid apalagi dengan tatapan orang-orang yang menatap mereka.

“Rasyid lepasin! Kita pindah tempat, gak enak di liat orang” Rasya meninggikan suara nya, Rasyid lalu melepaskan pelukan mereka dan menatap Rasya terkejut.

Rasya tidak menghiraukan keterkejutan Rasyid menarik nya agar menjauh dari kerumunan.

Kini Rasya sudah berhenti tepat di taman yang sepi pengunjung, duduk di kursi yang minim pencahayaan. Karna lampu taman terlalu jauh jarak nya dengan tempat duduk mereka.

“kamu kenapa?” tanya Rasya lembut seraya mengusap lembut tangan Rasyid.

Mata Rasyid memancarkan aura yang tidak bisa ia mengerti, sungguh mengapa ia tak bisa membaca tanda-tanda di mata orang lain. Sungguh menyebalkan.

“aku selalu sayang kamu,” tutur Rasya membalas kata-kata yang dilontarkan laki-laki dihadapan nya.

“aku selalu cinta kamu, bahkan kalau memang takdir hanya menyatukan kita hanya sesaat. Kamu selalu ada dihatiku” tutur Rasya, entah kenapa ia hanya ingin mengungkapkan isi hati nya saat ini.

Rasyid menarik Rasya kedalam pelukan nya, air mata Rasyid tak bisa dibendung. Air mata nya jatuh mengucur lewat pipi nya.

“jangan pernah tinggalin aku, aku cinta sama kamu” tutur Rasyid memohon, “apa pun yang terjadi nanti nya” lanjut nya.

Rasya hanya diam tak membalas, rasa nya sulit untuk mengeluarkan suara nya sedikit saja.

–Rasya Vs Rasyid–

Jangan lupa Vote, Comment and Share.
Kamis, 14 Januari 2021.
Salken-Mutiara Ramadhan-
Ig: suciramadhani861

Rasya Vs Rasyid [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang