SELAMAT MEMBACA❤
Kring kring...
Semua murid mulai memasukan beberapa alat tulis kedalam tas, guru yang mengajar XI MIPA 2 bangkit dari kursi nya.
"Pelajaran hari ini selesai, silahkan istirahat. Ibu permisi." pamitnya dibalas salam oleh mereka, perlahan murid-murid mulai keluar kelas menuju ke kantin.
"Yok makan! Laper nih." ajak Keysa sambil mengusap-ngusap perutnya dengan wajah memelas.
Mereka pun mengangguk mengiyakan, setelah itu melangkah bersama menuju kantin untuk mengisi perut yang kosong.
Baru saja hendak mendudukan bokong di kursi, semua yang berada di kantin sontak berlarian menuju lapangan saat kedatangan seseorang memberi tahu insiden yang sedang terjadi.
Sontak Rasya, Aurel, Keysa serta Natasya menatap bingung. Napsu mereka hilang saat semua menuju lapangan kini yang mereka rasakan adalah penasaran.
"Heh! Sini lo" teriak Aurel menghentikan adik kelas yang hendak menyususl yang lain.
"Iya ada apa ya kak?" tanya nya sembari menunduk takut.
"Itu kenapa pada lari-lari?" Aurel acuh tak acuh saat adik kelas nya takut, ia pun menanyakan perihal apa yang terjadi.
"O-oh itu kak, kak Revano berantem sama kak Arsyad." setelah memberitahu gadis itu pergi setelah di izinkan.
"Kenapa tuh, sama kembaran lo?" tanya Natasya heran, Rasya menggidikan bahu acuh lalu berlalu pergi menuju lapangan.
"Etdah suka banget ninggalin orang, kayak si doi yang suka ghosting." gumam Natasya, tersadar hanya diri nya lah yang berada di kantin. Langsung saja berlari menyusul.
...
Bughh!
Bughh!
"Mati lo anjeng!" umpat Revano memukul Arsyad membabi buta.
Arsyad terkekeh sejenak, "adik lo, oke juga. Boleh lah buat gue!" tangan salah satu dari mereka mengepal kuat, tanpa ia sadari emosi nya mencuat.
Bughh...
bukan Revano, semua yang menonton membelalak kaget. Bahkan Revano dan Arsyad terkejut saat Rasyid begitu semangat nya membogem wajah Arsyad.
"Tarik kata-kata lo, sebelum nyawa lo yang gue tarik!" peringat Rasyid dengan suara pelan, Arsyad terbatuk-batuk di tanah. Mengusap mulutnya yang mengeluarkan darah segar.
"Uhuk! Apaansih lo! G-gue gak ngapa-ngapain lo! Kenapa jadi lo bogem gue!?" tanya Arsyad tak terima, pukulan laki-laki itu tak main-main rupa nya.
"Tarik kata-kata lo!" peringat Rasyid lagi, melihat tidak ada pergerakan dari mulut Arsyad sudah memberi jawaban atas apa yang harus Rasyid lakukan.
Dengan beringas Rasyid memukul Arsyad, tak peduli Revano yang sudah meneriaki nya agar berhenti. Untuk saat ini, menghentikan napas Arsyad adalah tujuan nya.
"STOP! GILA LO BERDUA!" Teriakan seorang gadis membuat nya menjadi pusat perhatian, namun Rasyid seolah tuli apa yang dilakukan gadis itu.
Rasya menatap kesal Revano sebelum menghampiri Rasyid yang seperti kesetanan, "RASYID! BERHENTI!!" teriak Rasya, melirik Arsyad sudah tak sadarkan diri.
Melihat Rasyid yang tak berhenti memukuli Arsyad, Rasya keselimpungan melirik teman nya dan Revano.
Dan tanpa aba-aba Azriel dan Gavin serempak mendorong tubuh Rasya, hingga gadis itu memeluk Rasyid dari belakang. Sontak semua murid yang melihat menutup mulut terkejut sekaligus baper.
Rasya tersentak begitu pula Rasyid, nasi sudah menjadi bubur, maka Rasya akan membuat nya jadi bubur ayam.
Kalau sudah begini mau bagaimana lagi, Rasya tak melepaskan pelukan nya. "Ras, udah. Tangan lo gak sakit apa? Mukulin orang." dan ajaib nya, Rasyid menghentikan aksi nya yang memukul Arsyad.
Laki-laki itu berbalik menghadapi Rasya sepenuhnya, dan tanpa aba-aba Rasyid memeluk Rasya erat.
Rasya terkejut, apalagi mereka yang menonton. Bahkan ada yang sudah kejang-kejang menonton keromatisan mereka.
"Sakit sya, tangan gue." Rasya tertegun, suara Rasyid kali ini berbeda. Yang dulu nya sering kali ketus, kini berubah manja.
Rasya mengusap punggung Rasyid, pria itu mengeratkan pelukan nya seolah takut kalau dilepas sedikit saja gadis didepan nya akan hilang.
"Maka nya jangan berantem." nasehat Rasya membuat Rasyid menggelengkan kepalanya dengan wajah cemberut.
"Gak bisa, udah hobi. Tangan gue sakit, elus." Oke, wajib dimasukan kedalam delapan keajaiban dunia.
Rasya menurut lalu menarik tangan Rasyid agar ia usap, mata mereka bertemu. Dengan perlahan Rasya mengusap rambut tebal milik pria di depan nya.
Rasyid mendekatkan wajah nya kearah Rasya, jantung gadis itu tentu saja tidak normal. Tangan nya bergetar diatas kepala Rasyid.
Semua murid PELITA BANGSA gigit jari melihatnya, mereka semua menatap dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya.
"HEH! ADA APA INI BERANTEM!?" teriakan guru bk menghentikan kegiatan Rasyid, sontak keduanya menjauh dan menjaga jarak.
Serempak mereka semua menghembuskan napas kecewa, tentu saja hal tadi adalah kejadian yang paling di tunggu-tunggu.
"Kenapa gak ada yang jawab!? Kalian yang terlibat ikuti saya! Arsyad bawa dulu ke UKS." titah pak Jeno, kemudian melangkah pergi.
"G-gue duluan ya." pamit Rasya lalu segera berlari melarikam dirinya, Aurel, Natasya dan Keysa dengan cepat menyusul.
Rasyid menatap punggung kecil milik Rasya, perlahan senyum nya mengulas walaupun segaris. Revano, Gavin dan Azriel sontak menatap Rasyid mengitimidasi.
"Lo sakit bro?" pertanyaan Azriel membuat Rasyid mendatarkan wajahnya, pria itu hanya diam tak menjawab.
Gavin mengulas senyum geli, "tingin gii sikit syi. ilis" ujar nya menye-menye, Rasyid menatap kesal lalu pergi begitu saja, membiarkan trman nya yang sibuk menggoda diri nya.
...
Rasya mengusap wajahnya kasar, jujur ia menyesal telah membantu meleraikan perkelahian yang baru saja terjadi.
Sejujurnya ia benar-benar tak ingin dekat-dekat dengan lelaki yang di takuti satu sekolah itu, apalagi Rasyid mempunyai geng.
Ia tak takut sama sekali, hanya saja ia terlalu malas berdekatan dengan pria itu. Ia yakin, tak lama lagi berita tersebar di lambe turah pelita bangsa mengenai diri nya dan sang most wanted.
"Gila! Gue gak nyangka. Kalian tadi mau ciuman ya?" ucapan spontan Natasya tentu membuat Rasya semakin gusar, lelaki itu sudah menghancurkan hari-hari kedepan nya.
Aurel berdecak kagum, "sangat-sangat membagongkan." Aurel bertepuk tangan riang.
"Gemes gue, padahal dikit aja lagi. Kalo gue disamping mereka, udah gue jedotin tuh pala kedua nya biar nyatu!" gerutu Keysa gregetan, memukul-mukul angin melampiaskan rasa gemas nya.
"Berisik!"
"Astatang, lu blushing sya?" Natasya mendekatkan wajah nya melihat pipi Rasya agak memerah.
"Mana, mana?" Keysa dengan cepat menghampiri lalu tersenyum geli.
"Ciee, melting."
Ah, sial!
Ia ingin menghilang sekarang juga!
–Rasya Vs Rasyid–
Sudah di revisi.
Bersambung...
Tekan dulu bintang nya and jangan lupa comment
See you:)
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Novela JuvenilTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)