Happy reading!
Stevani dan Jessica serta Anna sudah mendekati gudang, baru saja membuka pintu kayu tersebut namun sudah terbuka seiring nya keluar Rasya dengan pakaian yang lusuh dan sedikit berantakan.
Belum lagi mereka terkejut dengan seorang lelaki yang perlahan mendekat dan langsung keluar tanpa sepatah kata.
Mata mereka melotot melihat kedua pakaian lawan jenis tersebut yang lusuh dan berantakan, pikiran mereka mulai berkeliaran dengan hal-hal kotor.
“sya, lo sama Rasyid ngapain di dalam?” tanya Stevani setelah lama cukup diam.
Rasya menaikan alis nya sebelah, “ngapain? Gue di hukum dan dia tiduran di matras”
Mendengar kata matras cukup membuat mereka terkejut, Jessica membekap mulut nya menahan pekikan yang hendak keluar dari mulut nya.
“lo anuan di dalam sama Rasyid?” tanya frontal Jessica, Rasya langsung menatap tajam Jessica.
“jaga mulut lo!”
Jessica langsung berdiri tegak saat nada bicara Rasya yang mulai tidak ramah, Jessica menggaruk telinga nya yang tidak gatal, “enggak, maksud gue bukan gitu...coba liat pakaian lo berdua yang sedikit berantakan dan orang pasti mikir nya ke hal yang merujuk ke buruk lah” mendengar penuturan Jessica, Rasya pun menatap pakaian nya dan sedikit membenarkan opini gadis itu.
“tadi jatuh pas mau naruh bola diatas lemari, kebetulan Rasyid berniat bantuin gue nahan bangku nya yang udah gak kuat nopang, jadi jatuh berdua” jelas Rasya panjang, mereka membuka mulut lebar, bukan karna penjelasan gadis itu melainkan Rasya yang pertama kali nya berbicara panjang lebar kepada mereka.
“wow amejing” kagum Anna tanpa sadar.
Rasya menatap jengah ketiga nya, lalu perlahan menutup pintu gudang berlalu meninggalkan mereka, “Rasya tunggu!”
Mereka pun berlari menyusul gadis itu dan menyamai langkah Rasya, “Rasya bolos yuk, lo kan udah lama gak bolos” ajak Stevani setelah sejajar dengan langkah gadis disamping nya.
“tugas” jawab nya singkat dan menolak.
“tenang aja, guru hari ini lagi rapat. Jadi kita bisa bolos lah” ajak Stevani masih berusaha keras, Rasya terdiam sejenak setelah itu mengangguk mengiyakan.
...
Mereka mengambil tas masing-masing di kelas, setelah bertemu di pinggir lapangan akhir nya mereka menuju kebelakang sekolah dan meninggalkan motor ninja mereka disekolah.
Terlihat di sebrang mereka berjejer motor ninja beserta para pemilik nya yang duduk di motor masing-masing.
“Rasyid, Liat deh Rasya sama temen nya tuh, gak ada lo makin Bar-bar” ujar Azriel saat melihat Rasya dengan lihai nya memanjat tembok belakang sekolah.
“eh tapi sejak kapan Rasya gak bar-bar saat masih sama Rasyid?” tanya Gavin dengan senyuman miring, menatap Rasyid yang kini menatap nya tajam.
“gue ngerasa aneh sama sikap lo, kemaren lo berusaha keras buat dapetin hati Rasya. Mau aja nyari alamat rumah nya sampe malam-malam, dan sekarang lo udah jadi suami nya, tapi apa yang terjadi sekarang? Maksud semua ini apa sih?” tanya Gavin dengan wajah yang serius.
“ini masalah gue, dan lo gak usah ikut campur” tegas nya lalu pergi meninggalkan warung yang sering mereka kunjungi disaat bolos.
Gavin dan Azriel saling tatap lalu menghembuskan napas pasrah, mereka tidak bisa menebak pikiran laki-laki itu. Terlalu hebat memainkan peran dan masalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Teen FictionTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)