Say hello! Call me Suci atau Ara!
SELAMAT MEMBACA❤
Roftof
Rasyid, Revano, Gavin serta Azriel kini sedang berada di roftof. Ke empat lelaki itu sedang sibuk dengan ponsel mereka masing-masing, namun satu dari mereka hanya menggulir layar utama handphone nya saja, tidak fokus.
Merogoh saku celana nya dan membuka kotak persegi panjang dan mengambil satu batang rokok, teman-teman mereka yang tadi nya asik bermain handphone pun saling menoleh.
"Lo ada masalah?" tanya Gavin saat melihat Rasyid yang jarak menyentuh rokok, kini malah menyesap nya.
"Hm." tanpa berbohong ia pun menjawab nya dengan deheman.
"Mau cerita?" lontaran kata Revano tidak ada balasan, suasana menjadi hening. Menatap langit-langit disertai awan yang melengkapi nya.
Revano, Gavin dan Azriel hanya diam. Seolah mengetahui situasi, menunggu kata-kata yang keluar dari mulut ketua COSSTIGER namun kalau lelaki gagah tersebut tetap tak mau bercerita, tak masalah.
Kadang semua masalah yang kita alami tak semesti nya harus di ceritakan pada orang lain. orang-orang mungkin sekedar ingin tahu, bukan untuk membantu.
Rasyid salah satu tipikal orang yang menyelesaikan masalah nya sendiri tanpa bantuan orang lain, terkecuali saat lelaki itu sudah tidak bisa mencari solusi nya atau tidak bisa menampung beban yang ia pikul, dengan sendiri nya ia bercerita.
"Gue, di jodohin."
Ketiga nya langsung menoleh kearah Rasyid, raut wajah mereka tentu saja terkejut mendengat penuturan lelaki dengan seragam acakan itu.
"Serius lo?" Azriel maju mendekat, menatap Rasyid tak percaya. Namun Rasyid dengan tenang nya mengangguk.
"Kok bisa?" sahut Gavin menatap bingung.
"Gue males ngejelasin." jawaban dari Rasyid sontak membuat ketiga nya mendengus kesal.
"Inti nya aja." sahut Revano, ia sejujur nya merasa penasaran. Secara bersamaan bisa menyimpulkan puzzle-puzzle yang pecah menjadi satu, walaupun diri nya masih sedikit ragu.
"Alasan di balik perjodohan itu semua, untuk ngelupain teman masa kecil gue." mata ketiga langsung membulat. tidak masuk akal, alasan macam apa itu!?
"HAH! GILA!!" teriak Azriel spontan, menggelengkan kepala tak percaya.
"Gak ada alasan yang lebih masuk akal dari itu? Kalau memang hanya karna teman masa kecil lo, kenapa harus dengan perjodohan. Emang lo secinta mati itu sama si Moza, Moza itu!?" sahut Gavin mengusap pelipisnya, sedikit heran dengan keluarga Aditama.
"Hm, mungkin aja." jawab Rasyid enteng.
"Nama nya Moza?" tanya Azriel kepada sang ketua, Rasyid menggelengkan kepala nya.
"M–"
Kring kring kring...
"udah bel, masuk kelas yuk." ajak Revano sembari menghela napas lega.
...
Pelajaran di kelas XI MIPA 1 sedang berlangsung, Rasyid dan teman nya masih tenang mendengar penjelasan dari guru Bahasa inggris, kejadian langka memang, saat para berandalan sekian hampir setengah tahun tidak pernah mengikuti pelajaran kini dengan enteng nya duduk mengamati.
Apa yang mereka lakukan selama enam bulan tidak belajar?
Masuk kelas, hanya untuk menaruh tas. Setelah itu pergi membolos, tawuran, dan melakukan kenakalan lain nya. Namun siapa sangka, dibalik kenakalan mereka. Diam-diam Rasyid mengikuti olimpiade Matematika dan IPA disaat sekolahan sedang membutuhkan nya.
Diberi syarat mereka membebaskan dirinya dan teman nya serta tak membocorkan siapa dibalik orang yang menyumbang piala-piala besar di lemari kepala sekolah.
Rasyid mencoret-coret pena diatas kertas, menyalin beberapa kalimat bahasa inggris. tidak menghiraukan aksi Azriel yang mulai merusuh.
"Hello Joni, i'm mau pipis bentar. Boleh?" Izin Azriel dengan bahasa inggris yang acak. pertanyaan Azriel yang diajukan lelaki itu sontak mendapat gelekan tawa satu kelas.
"Whats joni?" guru bahasa inggris bernama Reza pun mengkerutkan kening nya heran.
"You, you name Joni." balas Azriel tetap berteguh bahwa nama guru yang baru saja pertama kali ia temui, Reza baru mengajar sekitar lima bulan pun baru tahu ada ke empat lelaki yang tiba-tiba masuk tanpa salam kedalam kelas nya.
Reza pun hanya mengangguk malas, terserah apa kata bocah itu saja! Pikir Reza kesal.
"Who are you?" tanya Reza saat Azriel hendak kembali membuka mulut nya berbicara.
Azriel sempat menautkan alis nya, bingung. Namun tak lama senyum lebar terhias di wajah nya.
"Who are you, you you you. Who are you–" Azriel dengan bangga nya bernyanyi salah satu lirik kosmetik yang sering ia lihat di televisi rumah nya. Dengan diringi satu tangan direntangkan dan satu tangan nya lagi berada di pinggang sembari di goyangkan kan ke kanan dan ke kiri.
Tawa mereka pecah, apalagi Gavin yang satu meja dengan lelaki itu memukul lengan atas Azriel keras, wajah nya memerah.
"Oh shit! Gak nyangka punya temen goblok kaya lo, bapak Alex menangis melihat ini." gumam Gavin yang berpindah memukul-mukul meja miliknya.
"Sekali lagi, ada apa Azriel?" pak Reza mengusap dada nya sabar disaat melihat tingkah anak murid nya, Azriel pun berucap.
"Saya mau ke toilet pak, di izinin kan?" satu kelas langsung menyorot lelaki itu, serempak menatap heran. Walau tidak di izinkan juga pasti lelaki bobrok itu langsung ngacir.
"Silahkan." pak Reza mengangguk memberi izin, Azriel pun mengangguk antusias.
Sontak Gavin pun bangkit dan berjalan beriringan bersama dengan Azriel, "loh, kenapa teman satu nya ikut?" tanya pak Reza menatap menyelidik, "kayak cewe aja ke toilet mesti berdua. mau ngapain" lanjutnya menondong pertanyaan dengan wajah curiga.
Gavin berseru, "saya megangin celana Azriel, kan mau kencing."
"Gak usah kali."
"Kenapa?"
"Gak perlu goblok! Gue bisa sendiri! Lo kira gue kayak bocah umur lima tahun yang mesti cebok harus dibantuin emak!?" Azriel tersulut emosi melihat kebodohan sahabatnya yang sudah mendarah daging.
"Jadi mau ke toilet atau mau ngobrol?" tanya pak Reza sinis, sudah gondok rupa nya.
"Mau ke toilet sambil ngobrol." Azriel menarik tangan Gavin agar segera melangkah keluar kelas.
"Bye semua, muah!" Gavin melayangkan flying kiss atau ciuman jarak jauh, disusul dengan Azriel. Tak mau kalah, dodo salah satu teman sekelas mereka mengikuti kedua most wanted tersebut.
Teman satu kelas mereka langsung misuh, membuat seisi kelas melempar segala benda bahkan peci pak Reza yang diambil langsung oleh Dimas.
"Iya, iya. Giliran gue aja pada ngelempar." Misuh Dodo.
–Rasya Vs Rasyid–
Plis ya tolong banget! Kalo baca cerita suci jangan di skip! Mulai dari part satu sampai end, jangan lompat langsung. Sudah saya revisi dan semua lancar dan enak dibaca.
Mengapa suci tidak mengubah kalimat dibawah? Karna suci mau mengenang tulisan pertama suci.
Say hello! Call me suci/ara!
Bersambung...
Jangan lupa Vote cerita ini dan follow yah thanks
See you
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Novela JuvenilTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)