SELAMAT MEMBACA❤
Setelah insiden Kiss di dalam mobil membuat kedua nya canggung apabila bertemu, mengingat kejadian tersebut sontak membuat pipi gadis bernama Rasya bersemu merah.
Aih, menyebalkan. Batin Rasya.
"Lo sakit sya? Pipi lo merah gitu, padahal gak ada yang nampar." celetuk Keysa membuat Rasya menjadi pusat perhatian oleh ketiga teman nya.
"Ah? Gapapa." balas Rasya kaku lalu kembali menikmati makanan miliknya, menghiraukan ketiga teman nya yang heran.
Mereka kembali berbincang sesekali tertawa mendengar lelucon yang dibuat Natasya maupun Keysa, untuk Rasya yang terkesan irit bicara mungkin tidak akan melakukan hal sia-sia seperti itu.
Dilain tempat, tepat dipojok kanan kantin. Terdapat segerembolan beberapa murid dengan pakaian urakan, sudah dipastikan meja tersebut menjadi milik geng mereka, Rasyid mengangguk mendengarkan perbincangan hangat teman-teman nya.
"Kayak nya untuk hal yang kayak gitu gak perlu, gue udah ada rencana balik serang mereka yang lebih rapi." jawab Revano memberi pendapatnya, sebenarnya niat Rasyid dan Revano hanya ingin men tes mereka saja, untuk strategi sudah diatur oleh kedua nya, disini mereka hanya ingin menguji otak mereka.
"Gimana maksud nya bang?" sahut laki-laki yang baru saja mengajukan pendapatnya namun di tolak oleh Revano.
"Strategi lo kurang baik, untuk memastikan perangkap masuk lo harus mancing dulu biar keluar, udah bagus sama pendapat lo, gue harap lo tingkatin lagi." ujar Revano membuat anggota yang berada satu tingkat dibawah mereka tersenyum lega, setidaknya ia sudah berusaha untuk berdiskusi mengutarakan pendapatnya.
Byurr!
Suara riuh terdengar setelah guyuran air minum dituang ketubuh seorang gadis, atensi Rasyid dengan yang lain buyar berpindah ke meja di tengah-tengah kantin.
Pusat perhatian mereka tertuju pada empat gadis yang kini diam menghentikan perbincangan hangat dan makan mereka.
Rasya, yang menjadi korban sasaran dari ratu bullying bernama Karin Manuraya, seorang anak kepala sekolah sekaligus adik dari seorang guru glamor di Sma Pelita Bangsa.
Natasya dan Keysa serempak bangkit dari kursi nya, mendekat kearah Karin beserta antek-antek nya, "maksud lo apa senggol temen gue?" tanya Keysa dengan tatapan tajam menatap Karin beserta anak buah nya.
"Gak ada masalah apa-apa kok, gue lagi pengen cari hiburan aja." balas Karin menggidikan bahu acuh lalu tersenyum sinis.
Natasya mendekat lalu tanpa aba-aba menarik kerah baju Karin dengan kuat hingga membuat gadis tersebut sedikit meringis merasa sesak.
"Mainan lo bukan temen gue, kumpulan sampah kayak lo gak pantes usik kumpulan gue." tekan Natasya menatap sinis Karin, emosi Karin tersulut saat mendengar perkataan Natasya.
Tanpa aba-aba langsung saja Karin menarik rambut Natasya kuat, melihat teman nya diperlakukan kasar membuat emosi Keysa terpancing dengan cepat gadis tersebut menarik rambut Karin.
Anak buah Karin tentu tak tinggal diam, mereka melawan Natasya dan Keysa, salah satu dari mereka menghampiri Aurel lalu menariknya kasar agar melawan mereka.
Yang hanya tenang di meja tersebut tinggal Rasya, gadis itu diam dengan wajah dan mata yang tersirat tenang dan damai.
Tangan nya mengetuk-ngetuk meja kantin sampai dalam hitungan kesepuluh, dan benar saja setelah tepat mengetuk meja dalam hitungan yang kesepuluh, Karin datang menarik kerah Rasya dari belakang.
Semua murid diam menonton tanpa ada yang beranjak sedikit pun, tidak ada yang melapor pada guru satu murid pun.
Revano sebagai kakak Rasya tentu marah, tangan nya terkepal kuat menatap tajam Karin beserta anak buah nya, menghitung mereka agar mudah melumpuhkan.
"Jadi anak baru gak usah belagu lo! Sok kecantikan banget." ucapan Karin dengan keras lalu menatap Rasya sinis seraya mengeratkan tangan nya untuk menarik rambut Rasya.
Rasya memejamkan mata nya menahan sakit, ia diam tanpa perlawanan tak seperti teman-teman nya yang berusaha membalas, hal itu sontak membuat Karin tersenyum puas merasa telah menang dan dengan mudah melumpuhkan gadis yang beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat satu sekolah.
Murid-murid mulai berbisik membicarakan Rasya yang lemah dan tidak berdaya seperti cupu dan pengecut.
"Gak usah berharap lebih lo bakal nyaingin gue! Lo itu cuma sampah yang gak setara dengan gue yang bagaikan berlian." kata Karin dengan percaya diri, diam-diam Rasya berdecih sinis.
"Oh iya, ngomong-ngomong kalo kurang uang bisa telpon gue, kali aja lo mau jadi wanita malam yang menuhi napsu lelaki belang." Karin cukup memancing emosi Rasya, Rasya menatap datar Karin.
Melihat tidak ada yang menyenangkan mambuat Karin bosan sendiri, ia melepas rambut Rasya dari tangan nya lalu mendorong nya kuat hingga mundur terjatuh menabrak meja.
Mata mereka membulat saat melihat ada darah di lengan Rasya, dimana akibat dorongan Karin membuat lengan Rasya mengenai sudut meja hingga lengan nya tergores.
"Cabut! kayak murid yang lain, cupu!" titah Karin lalu mulai berjalan meninggalkan kantin.
Napas Aurel, Natasya dan Keysa memburu saat melihat lawan mereka tak seimbang, tentu saja anak buah Karin ada tujuh dimana masing-masing mereka melawan sekira nya dua sampai tiga orang.
Wajah mereka berubah khawatir saat melihat darah mengalir dilengan Rasya, Aurel sudah bersiap membuka mulutnya sebelum suara dingin terdengar mengalun dipendengaran mereka.
"Segini aja permainan lo?"
–Rasya Vs Rasyid–
( SUDAH DI REVISI )
NEXT CHAPT? VOMENT DAN SHARE!
FOLLOW AKUN ARA!
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Novela JuvenilTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)