50. Murid baru

3.3K 152 6
                                        

Happy reading!

Sudah tiga bulan terlewati akibat insiden kecelakaan pesawat orang tua dan saudara nya, kini ia yang mengendalikan perusahaan yang berada di indonesia dibantu dengan kepercayaan Wiliam dulu.

Sekarang Rasya sudah mulai kembali menjadi sosok nya yang dulu, dingin dan irit bicara.

Hubungan nya dengan Rasyid pun terus membaik, semenjak kejadian tersebut Rasyid selalu perhatian pada nya. Hingga membuat Rasya semakin besar akan cinta nya.

Sudah bersiap berangkat sekolah ia pun membangunkan sang suami yang ternyata sudah memakai seragam.

“yuk turun, sarapan nya udah siap” ajak Rasya diangguki Rasyid, mereka pun menuju meja makan dan sarapan.

Setelah selesai keduanya pun beranjak menuju kesekolah, menaiki motor dan keluar basemen.

“udah?” tanya Rasyid menatap Rasya lewat kaca spion motor ninja nya.

“udah, ayo jalan” Rasya duduk menyamping, kembali menatap Rasyid bingung.

“kok belum jalan? Ayo nanti telat” Rasya bingung dengan sikap Rasyid yang tak bisa ia tebak, Rasyid menatap jengah sikap tidak peka Rasya.

“tangan kamu gapapa?” tanya nya, Rasya menatap tangan nya dan menjawab.

“iya gapapa” jawab nya bingung, Rasyid memutar bola mata nya malas.

“kalo gak sakit, bisa dong peluk suami nya” ujar Rasyid mampu membuat semburat merah dipipi nya.

“makin cantik kalo blushing” Rasyid kembali terkekeh dikala melihat pipi Rasya sangat merah.

“udah jalan!” kesal Rasya sekaligus malu, perjalanan mereka diiringi dengan candaan dan tawa.

Rasyid menatap Rasya lewat kaca spion motor nya,

“Maaf,” gumam nya pelan.

•••

Guru memasuki kelas Rasya, namun pusat perhatian mereka tidak pada guru tersebut. Namun kepada dua remaja berbeda jenis kelamin yang masuk mengiringi langkah wali kelas.

Rasya duduk tenang mendengarkan musik tanpa tau ada murid baru dikelas mereka, menurut nya juga tak penting.

“anak-anak mohon perhatian nya” tegur guru tersebut, mereka pun diam menurut.

Atensi guru tersebut beralih pada Rasya yang sedaritadi mengetuk-ngetuk meja nya mengikuti Alunan musik.

Natasya menyenggol tangan Rasya, Rasya pun beralih menatap nya kesal. Natasya mengode nya lewat mata mengarah pada guru mereka dan semua murid dikelas nya.

“Rasya! Lepas aerphone kamu, kalo gak mau ibu sita” tegur guru tersebut, Rasya pun menuruti nya dan diam menatap kedepan.

Mata nya menatap fokus dua murid baru, terkejut dengan kedatangan kedua nya.

Stevani dan Rava.

Kedua nya tersenyum kearah nya, namun berbeda makna. Senyuman Rava begitu tulus namun senyuman Stevani menyiratkan dendam.

Masalah apa lagi yang akan datang? Ia lelah.

“silahkan perkenalkan diri kalian bergantian” ujar guru membuat kontak mata mereka terputus pada Rasya.

“perkenalkan nama saya Stevani atmaja, pindahan dari bandung. Salam kenal, semoga menjadi teman yang baik” ujar nya memperkenalkan diri.

Kini lelaki disamping nya yang memperkenalkan diri, “nama gue Ravaga arganta dipanggil Rava, pindahan SMA Garuda” suara riuh memuji dua remaja tersebut yang mempunyai wajah tampan dan cantik.

Rasya Vs Rasyid [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang