Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

37. tawuran Margarentha

3.1K 158 3
                                        

Sekarang murid SMA pelita bangsa sudah di sibukkan dengan tugas-tugas yang diberikan guru, maupun yang praktek dilapangan sekolah untuk pelajaran penjaskes

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekarang murid SMA pelita bangsa sudah di sibukkan dengan tugas-tugas yang diberikan guru, maupun yang praktek dilapangan sekolah untuk pelajaran penjaskes.

Rasya menatap malas papan tulis, dimana terdapat guru pkn tersebut yang sibuk menulis di papan tulis dan bercerita mengenai penjajahan maupun berbau politik.

Bukan hanya Rasya bahkan hampir satu kelas menatap jengah pada guru tersebut yang selalu menerangkan cerita dan bab yang sama, tidak ada kemajuan. Membuat mereka yang memang cukup pintar hampir hapal diluar kepala mendengar nya.

Rasya menoleh menatap Aurel, Natasya dan Keysa yang sibuk dengan kegiatan masing-masing tanpa menghiraukan guru yang menerangkan di-depan.

“cabut” perintah Rasya, membuat mereka bertiga sontak menoleh. Dibalas anggukan mereka.

Rasya bangkit dari kursi dan menuju kedepan untuk melewati guru dan para teman sekelasnya yang menatap bingung, Aurel, Natasya dan Keysa mengikuti dibelakang dan berhenti disaat Rasya yang kini berdiri disamping guru pkn tersebut yang terkejut melihat Rasya yang kini berada disamping nya.

“mau ngapain kamu sya?” tanya guru tersebut sedikit kesal.

Rasya menaikkan alisnya sebelah, kemudian berucap. “pelajaran ibu ngebosenin.” ujarnya jujur mengundang emosi kepada guru tersebut yang kini mengapalkan tangan nya kuat, “alasan saya bicara seperti itu karna ibu sendiri yang membuat kami malas belajar dengan ibu, mengulang bab, mengulang kisah cerita yang sudah ibu ceritakan berkali-kali disetiap pertemuan belajar. Ibu bukan nya membuat kami pintar,” lanjutnya yang kini terjeda, menatap teman sekelasnya yang kini menatap dirinya takjub.

“tapi bodoh! Satu lagi, kalau ibu memang hanya ingin menerima gaji buta. Lebih baik keluar dari sekolah ini atau bebaskan anak kelas saya untuk tidak mengikuti pelajaran yang sudah kami mengerti sebelum ibu terangkan. Kelas Kami memang anak pembuat onar tapi kelas kami juga termasuk anak yang cerdas dan mengerti mana guru yang benar-benar mendidik atau guru yang hanya menerima gaji buta” sambungnya, kemudian pergi meninggalkan kelas diikuti para temannya.

...

Roftof adalah singgahan mereka kali ini dikala bosan melanda mereka, Aurel mengambil sebuah kotak yang dimana mengandung nikotin dalam zatnya.

Sontak mereka semua mendekat dan menatap Aurel heran, mereka berbuat seperti itu karna merokok disaat mereka banyak pikiran. Dan kini Aurel mengisap nikotin tersebut.

Rasya menatap Aurel sekilas dan kembali menatap kedepan, tertuju langsung pada lapangan bola basket. “ada masalah apa lo?” tanya Rasya to the point.

Aurel mengeluarkan asap rokok dari mulutnya, “biasa orang tua gue berantem” jawab Aurel, mereka menghela napas .menatap Aurel prihatin.

Rasya Vs Rasyid [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang