Happy reading!
Pulang sekolah Rasya tak langsung pulang namun harus menuju ke perusahaan milik Wiliam yang kini berpindah tangan pada nya, memasuki perusahaan besar dan mendapat hormat dari para karyawan.
Rasya membalas dengan mengangguk kan kepala nya sekilas dan kembali berjalan menuju ruang khusus milik nya.
Ceklek
Mata nya langsung berubah sendu kemudian mendekati kursi besar sebagai kedudukan Ceo dan Presdir, mencoret-coret tinta diatas kertas yang berisi hal-hal penting tentang perusahaan.
Lama berkutat dengan berkas dan laptop, akhir nya Rasya selesai. Kemudian mata nya mengarah pada jam dinding yang menunjukan pukul 09.25 PM
Ia Lagi-lagi harus pulang larut malam dan lembur, menaiki motor ninja nya lalu pergi meninggalkan basemen.
Mata gadis itu sesekali terpejam merasakan hembusan angin selama menjalankan motor nya, gadis itu butuh istirahat dan ketenangan.
Setelah sampai dari rumah nya, ia disambut pembantu paruh baya yang sudah lama membantu keluarga mereka, nama nya mak ijah.
"aduh non kok lembur lagi sih kerja nya, bibi buatin teh hangat ya?" tanya mak ijah dengan raut khawatir.
"gapapa bi, Rasya harus terbiasa kayak gini. Boleh bi teh anget nya, nanti tolong anterin ke kamar Rasya ya" ujar Rasya dibalas senyuman teduh wanita tersebut.
Ceklek
Rasya menarik napas nya dalam saat wangi cokelat khas kamar nya menyeruak memasuki indra penciuman nya, melangkah ke kasur king size nya lalu menaruh tas dan mengambil handuk untuk membersihkan diri nya yang lengket.
Setelah selesai mandi bertepatan dengan keluar nya Rasya, mak ijah datang membawa nampan berisi segelas teh hangat dan satu piring nasi goreng seafood.
Ah iya juga lupa bahwa sedari tadi belum makan, batin Rasya.
"non bibi buatin nasi goreng seafood sama teh anget, kayak biasa nya non ada cumi, udang sama kakap Kentucky krispy" mak Ijah menaruh makan tersebut di atas meja yang tersedia di kamar Rasya lengkap dengan sofa nya.
"makasih banyak bi, untung bibi masih inget kesukaan Rasya" balas nya sambil tersenyum tulus, mak Ijah tertegun melihat nya. Baru kali ini ia sedekat dan melihat senyum anak majikan nya itu.
Rasya memang tak pernah dekat dengan pembantu dan bodyguard dirumah nya, ia juga jarang bersapa dan interaksi dengan mereka. Rasya termasuk orang yang cuek dan tidak mudah tersentuh.
"e-eh iya non gapapa, udah kewajiban bibi. Kalau gitu bibi pamit dulu neng" pamit nya setelah dibalas anggukan Rasya.
Ia pun menyantap makanan favorit nya dan sesekali menatap ipad berlogo apel di gigit untuk melihat perkembangan perusahaan yang sedang ia jalani.
Ting ting!
Suara dari notice ponsel nya mampu mengalihkan atensi Rasya dari IPad milik nya, mengambil hp nya yang berada di samping Ipad nya.
Mata Rasya menyipit, pesan tersebut dari nomor yang tidak di kenal. Ia menekan lalu membaca deretan kata-kata pesan tersebut.
+62 4554 ×××
| p
| gue jemput besok ya?
| dari Rega calon masa dpn lo!
Me
G |
Read
Gadis itu memutar bola mata malas, akhir-akhir ini Rega sangat gencar mendekati nya. Kadang sering mengajak nya pulang, ke kantin dan hal-hal yang membuat Rasya merasa sedikit kesal dan... Tidak merasa bosan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Fiksi RemajaTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)