SELAMAT MEMBACA❤
Dilain tempat dan waktu yang sama.
"Gimana?"
Laki-laki yang sedang duduk di sofa markas mereka menoleh kearah orang yang baru saja bertanya.
"Udah diterima, tunggu kapan mereka kirim pesan buat kita otw." jawab nya sembari memainkan ponsel, lelaki itu pun diam mengangguk.
"Bos, Si brengsek itu sering curang, enggak ada niatan buat nyerang balik?" pertanyaan salah satu anggota Cosstiger mampu mengangkat pandangan sang ketua, Rasyid.
Mata nya terlihat tenang menatap lawan bicaranya, " Lo mau disamain jadi brengsek?" jawabnya mampu membungkam yang bertanya.
"Satu, gue gak suka pertanyaan lo. Dua, dari pertanyaan lo bisa aja Cosstiger jadi kumpulan bajingan yang cuma bacot dan curang doang." Ok, kata-kata dari bos nya membuat ia sadar. Terlihat kentara bahwa sang ketua tidak menyukai hal-hal yang berbau tidak adil.
"Maaf bos, gue gak ngulangin lagi." balas nya undur diri, Rasyid pun mengangguk mempersilahkan.
Revano datang dengan jaket kebanggaan mereka yang sudah melekat ditubuh nya, "udah siap di arena, lagi nunggu kita." jelas nya, setelah itu mereka bersiap menuju arena balap liar.
...
Arena Balap liar
Semua orang nampak riuh saat kedatangan ketua COSSTIGER, mereka menghampiri geng Birawa, Gilang.
Saat seseorang yang sudah ditunggu nya datang, Gilang dengan cepat bangun dari duduk nya dan melempar senyum sinis.
"Datang juga lo, gue kira ngumpet dibawah ketek emak." tawa menggelegar saat Gilang mengejek Rasyid, Rasyid hanya diam datar tidak tersulut emosi.
"Gue bukan lo yang pengecut, udah tau kalah masih aja ngajak balapan. mau permaluin diri sendiri?" telak, perkataan Rasyid membuat tawa yang tadi nya menggelegar langsung sunyi.
Tawa mereka pecah seketika, saat melihat wajah masam Gilang. Bahkan para penonton pun ikut tertawa mengejek geng Birawa.
Asli, gue kalo jadi geng Birawa bakal keluar karna malu banget.
Huuu, malu gak tuh! Malu gak tuh!?
MALU DONG! MASA ENGGAK!?
kompak saja para penonton saling menyorak apalagi saat sorakan terakhir mereka, kompak menyahut hingga terdengar sekali.
"Bangsat!" umpat Gilang hendak melayangkan tonjokan nya pada Rasyid namun tertahan.
Rasyid mengangkat salah alisnya, tersenyum miring saat emosi Gilang tersulut.
Gilang menahan emosi nya, dada nya naik turun menatap Rasyid seperti mangsa nya.
"Apa yang gue dapet dari balapan ini?" tanya Rasyid setelah beberapa detik diam.
"Mobil sport keluaran terbaru, asalkan menang. Kalau enggak?" Gilang tertawa remeh saat diakhir kata nya.
"gue terima."
Sesudah nya mereka bersiap menaiki motor masing-masing, kali ini alat transportasi milik Rasyid adalah motor ninja berwarna hitam dengan kilatan berwarna abu-abu mengkilap.
Satu perempuan datang dengan pakaian kurang bahan melangkah ketengah jalanan dan berdiri diantara Rasyid dan Gilang.
Brumm... Brumm...
1
2
3
Dor!
Sontak saja Rasyid menarik pedal gas nya kuat, memacu kecepatan dengan setinggi mungkin. Meninggalkan Gilang yang sudah kecolongan dibelakang.
Rasyid melirik Gilang lewat kaca spion, tersenyum miring saat melihat Gilang membawa tongkat baseball dan bersiap untuk memukul kearah nya.
Licik! Batin Rasyid.
Saat tongkat baseball hendak mengarah pada nya, dengan cepat membanting stir nya ke kiri hingga tongkat milik Gilang melesat.
Rasyid menoleh ke belakang, mengacungkan jari tengah nya lalu dengan cepat menarik pedal gas nya melaju, meninggalkan Gilang yang sudah mengumpat akibat tertinggal dan rencana nya yang tak sesuai ekspetasi.
"AYO! FINISH DIDEPAN MATA MEN!" teriak Azriel melambaikan tangan nya saat melihat dari kejauhan sudah ada wujud lelaki dengan motor besar berwarna hitam.
Rasyid melepas helm miliknya hingga menampakkan betapa sempurna nya ciptaan tuhan, semua mendekat memberi selamat pada Rasyid.
Gilang mengacak rambut nya frustasi, "shit! Kecolongan lagi." umpat nya terlihat kesal, apalagi saat penonton malah menghampiri Rasyid dan meninggalkan nya bagaikan angin lalu.
Rasyid keluar dari kerumunan, mendekati Gilang bermaksud meminta apa yang sudah di janjikan. Gilang melemparnya dengan tidak ikhlas, padahal mobil sport berwarna putih milik nya baru saja ia pakai satu kali. Dan kini sudah berpindah tangan pada orang lain.
"Thanks." setelah itu Rasyid melangkahkan kaki nya kembali kearah kumpulan anak buah nya.
"Gue cabut duluan." pamit Rasyid setelah itu menancapkan gas nya melesat membelah jalanan yang mulai sepi.
...
“assalamualikum." salam Rasyid dengan suara pelangi seraya melangkah kan kaki nya hendak menaiki tangga.
"Walaikumsalam, udah selesai balapan nya bang?" pertanyaan Aditama sontak menghentikan langkah Rasyid.
Lelaki itu berbalik dan mendekati sang ayah, sebelum membalas ucapan nya ia salim terlebih dahulu. "Udah yah, aku gak nongkrong kok, Langsung pulang." jawab nya.
Siapa yang tak kenal dengan marga Aditama? Keluarga dengan kekayaan yang tidak ada habis nya, bahkan tujuh turunan pun masih harus ada lagi penerus nya.
Mendapatkan sosok keturunan Aditama adalah hal yang sangat-sangat membanggakan, siapa yang tidak mau menjadi bagian keluarga dari mereka? Terlebih lagi keturunan mereka tidak pernah gagal, semua sempurna.
"Bagus, jadi siapa yang menang?" ayah nya memang beda, seharusnya yang dipertanyakan tentang kesehatan anak nya, Aditama malah mempertanyakan siapa juara kuda besi malam hari ini.
"Aku yah, yaudah kalo gitu Rasyid pamit dulu." pamit Rasyid dibalas anggukan Aditama, dengan sopan Rasyid memundurkan langkah nya lalu menaiki tangga.
Ceklek...
Memutar knop pintu lalu memasuki kamar dengan warna monokrom, bau maskulin langsung memasuki indra penciuman saat Rasyid memasuki kamar nya.
Dengan tataan yang rapi dan bersih, kasur yang besar dan empuk. membuat orang yang masuk akan merasa nyaman, Rasyid pun menaruh helm milik nya di tempat khusus lalu melepas jaket Cosstiger dan menaruh nya di lemari.
Merebahkan tubuhnya yang sedikit lelah, mata nya masih terbuka menatap langit-langit kamar nya, perlahan mata yang terbuka itu mulai tertutup seiring napas pemilik nya yang mulai teratur.
–Rasya Vs Rasyid–
TBC
Vote, comment and share!
[ sudah di revisi ]
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Teen FictionTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)