Yuk vote dan comment dulu☺😁
Happy reading!
Rasyid mengejar Rasya yang terus berlarian menghindar dari nya, sepanjang koridor semua menatap bingung kedua sejoli tersebut.
"Rasya berhenti!" tangan Rasyid menggapai tangan milik gadis tersebut, mereka tepat berada di taman belakang.
Rasyid menatap lekat bola mata coklat terang didepan nya, "kenapa? Takut ditinggalin mantan? Takut gak ada yang nyemangatin lo? Iya? Jawab gue!" Rasya berusaha meminta ke beneran pada lelaki di depan nya.
"enggak sya, itu gak bener. Percaya sama aku" ujar nya berusaha meyakinkan, Rasya mengalihkan tatapan nya saat melihat wajah Rasyid yang begitu teduh.
"apa jaminan nya? Kalau lo ingkar sama omongan lo sendiri?" tanya Rasya melepas cekalan tangan Rasyid yang sedaritadi mengusap nya.
"aku bakal lepasin kamu, aku bakal biarin apa yang kamu mau sepuas nya" ujar nya tanpa pikir panjang.
Rasya tertawa sumbang, memundurkan langkah nya dan berbalik menatap keatas langit. Mata nya berembun siap untuk mengeluarkan air mata.
Hati nya tercabik-cabik mendengar jawaban lelaki tersebut.
Rasya semakin tertawa, "kata-kata lo meyakinkan gue bahwa lo!" Rasya menunjuk Rasyid dengan pandangan amarah serta diiringi air mata nya yang mengucur bebas, "gak mau bertahan dalam pernikahan ini" lanjut nya melirihkan ucapan nya.
Rasya tak sanggup menopang tubuh nya, ia pun terduduk di atas rumput hijau berhamparan.
Mengapa rasa sakit ini kembali hadir, mengapa kembali datang?
Apa yang ingin kau ambil dalam hidup ku ya tuhan? Semua telah engkau ambil.
Semua nya.
Rasyid mendekati istri nya, menatap dengan pandangan yang ikut sakit saat Rasya menangis karna nya.
"kembali syid, kembali ke asal rumah lo" lirih nya sambil tersenyum kecil kearah Rasyid.
Rasyid menaikkan alis pertanda bingung, "maksus kamu apasih sya?" tanya Rasyid cemas,
Rasya menggapai tangan yang pernah ia genggam erat.
Mengusap dengan penuh kelembutan,
Menggenggam erat saat rasa cinta nya begitu kuat.
"kembali ke rumah lo, rumah yang membuat lo bahagia, mencintai nya dan juga dicintai" jawab Rasya tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.
"gue bukan rumah lo, bukan rumah yang pantas untuk di cintai" jawab nya tersirat keputus asaan, Rasyid menarik Rasya kedalam pelukan nya.
"rumah aku itu kamu sya, gak ada yang bisa masuk ke dalam hati aku tanpa izin dan kunci" mata Rasyid tertutup dengan helaan napas yang panjang, "karna kunci nya sudah berada di tangan kamu" lanjut nya.
"bilang sama gue kalo lo gak cinta sama Stevani" titah Rasya menatap nya kalut, Rasyid terdiam sejenak.
"aku gak cinta sama Stevani"
"janji kalo lo gak bakal khianati gue" Rasyid langsung mengalihkan tatapan nya, ia ragu.
"kenapa gak jawab? Ayo!?" seru Rasya sudah mulai geram.
"aku g-"
Kring kring
Rasyid menghembuskan napas nya lega, menatap Rasya yang menunduk. "ayo bangun, bel udah bunyi" ajak nya sambil membantu Rasya berdiri, Rasya hanya menurut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Ficção AdolescenteTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)