Kini mereka telah sampai di apart Rasyid, sebenar nya orangtua mereka memberi kan hadiah rumah yang mewah dan besar. Namun menurut Rasya itu terlalu besar hanya untuk di isi oleh mereka berdua saja, dan juga apartemen Rasyid lebih dekat dengan sekolahan nya daripada rumah pemberian tersebut.
Rasya mengamati apart yang selalu ditempati Rasyid, ia baru tahu bahwa Rasyid laki-laki rapi dan tidak suka berantakan.
Apartemen ini dibeli Rasyid disaat berumur 15 tahun dengan uang nya sendiri, Rasya melangkah mengikuti Rasyid yang duduk disofa ruang tamu.
“gimana? Apartemen nya buat kamu betah kan?” tanya Rasyid menatap Rasya.
Rasya balik menatap Rasyid sambil menyunggingkan kan senyum, “udah cukup kok buat gue betah” balas nya.
Rasyid menatap Rasya tajam, Rasya yang ditatap seperti itu terkejut dan bingung. “lo kenapa?” tanya Rasya bingung sekaligus bergidik ngeri.
“aku-kamu sya, jangan lo-gue lagi” berkata tegas, masih menatap nya tajam.
Rasya menyengir sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, Rasyid tersenyum mengelus pucuk kepala Rasya dan menarik nya untuk ia sandarkan didada bidang nya.
Rasya tersenyum tipis sembari menatap televisi yang menayangkan kartun dora, beberapa menit hening diantara mereka kecuali suara dari tv yang membicarakan dora bertanya bersama monyet nya.
Rasya menatap Rasyid yang memejamkan mata nya, ditatap nya dari samping wajah suami nya tersebut. Sungguh terpahat indah dengan sempurna
Rasyid yang merasa diperhatikan menatap kesamping dimana Rasya yang sedang menatap nya mengamati.
Gadis itu gelagapan karena ketangkap basah oleh pelaku, ia dengan cepat beralih menatap kedepan sambil merutuki mata nya yang tidak lepas dari tadi.
Rasyid terkekeh melihatnya, ia mengangkat tubuh Rasya untuk ia taruh di pangkuan nya. Rasya yang mendapat serangan mendadak pun terkejut dan langsung menatap Rasyid.
“syid kamu ngapain? Turunin gak!” pekik Rasya.
“sttss diem” bisik Rasyid di telinga nya, Rasya seketika bergidik ngeri saligus geli. Ia menjadi was-was kepada suami nya
“kamu mau ngap-mphh” ucapan Rasya terpotong saat mulut nya sudah terbungkam dengan bibir Rasyid.
•••
Rasya telah selesai merapikan pakaian-pakaian miliknya dan Rasyid, ia pun sudah mandi dan sekarang ia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga nya.
Ia pun melangkah keluar untuk menemui Rasyid yang bermain game di handphone nya, suasana masih canggung setelah kejadian kiss tadi.
Rasyid pun belum menyadari dengan kedatangan Rasya, merasa ada yang bergerak dengan sofa nya membuat ia mengalihkan tatapan nya pada handphone dan menatap sang istri yang sibuk mencari chanel tv. Lebih tepat nya sok sibuk.
“ekhm” deham nya, memecah keheningan, Rasyid nampak menoleh kearah Rasya.
Gadis itu menatap balik suami nya, “mau makan apa?” tanya nya
Rasyid tersentak terkejut, “emang...kamu bisa masak?”
“kamu ngeremehin aku?” tatapan Rasya berubah kesal.
Rasyid menggelengkan kepala nya, “eh, enggak bukan gitu. Aku gak ngeremehin kamu, cuma ragu aja” ujar nya
“sama aja nama nya!” sengit Rasya
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Teen FictionTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)