57. Dibantu lagi!

4.7K 180 14
                                        

“rasa itu masih ada, namun aku berusaha mengubur nya.”

Rasya sudah sampai ditempat rumah nya dulu, menatap bangunan tinggi yang menjulang didepan nya. Mata gadis itu terlihat kosong kemudian menghela napas lelah lalu masuk kedalam rumah yang akan menjadi milik nya.

Para pelayan yang awal nya sekitar 50 dan bodyguard 75 sekarang sudah berkurang hingga tersisa 75 saja. 50 yang berisi pelayan dan bodyguard sudah Rasya berhentikan kerja nya, ia tak mungkin harus membuang uang. Sekarang hidup nya sudah berubah

“pagi nyonya” salam mereka sembari menunduk, Rasya memamerkan senyum tipis nya. Sekarang yang tersisa hanya mereka, dengan suka rela membantu nya.

“pagi, terima kasih sudah merawat rumah ini, maaf kalau selama ini saya kurang memberi gaji yang cukup untuk kalian” Rasya memejamkan mata nya sejenak lalu membuka nya, menatap para pelayan yang tersenyum kuat kearah nya.

“tidak masalah nyonya, kami sudah diberi makan pun cukup. Kami akan selalu menjaga dan melindungi nyonya” sahut salah satu bodyguard, Rasya yang mendengar itu tersenyum haru.

“terima kasih banyak untuk semua bapak dan ibu yang membantu saya, semoga kedepan nya kita bisa lebih dekat dan baik” Rasya mengangkat tangan nya tinggi begitu pula semua nya mengikuti.

Serentak mereka terkekeh lalu mendekat dan menghampiri Rasya untuk menguatkan nya.

...

Rasya membuka gagang pintu kamar nya, bau semerbak coklat masih terasa dan tercium indra penciuman. Rasya merindukan kamar yang sudah 7 bulan ia tinggal pergi akibat mengikuti suami nya.

Sekarang ia kembali lagi dengan takdir dan keadaan yang berbeda. Sungguh menyedihkan. Rasa kehilangan, rasa menyesakkan selalu terjaga di hati nya, rasa penyesalan pun ikut hadir.

Menyesal pernah menaruh hati kepada orang yang salah,

Menyesal pernah menjaga perasaan hanya untuk lelaki yang tidak menjaga perasaan nya.

Mengapa sekarang rasa itu belum juga menghilang? Waktu, ia harus membutuhkan waktu.

Menyesal pernah menaruh kepercayaan pada lelaki yang tidak pernah menjaga kepercayaan nya.

Menyesal pernah percaya pada seorang yang menyebut diri nya ‘sahabat’

Benar, penyesalan memang selalu belakangan.

Rasya menaruh koper nya dan mengeluarkan semua isi nya kemudian menaruh di beberapa tempat.

Setelah selesai ia pun melangkah menuju kasur milik nya, sejenak melepas penat. Mengedarkan mata nya dan terpaku pada figura yang dimana menampilkan foto diri nya dan laki-laki yang sedang berpelukan sambil melempar senyum manis.

Rasya menahan sakit yang kembali datang, beralih pada boneka yang berada di sisi kasur nya. Boneka gurita berwarna biru, pemberian laki-laki yang telah menyakiti nya.

Rasya duduk di kasur nya, menarik boneka gurita tersebut.

Bugh!

Memukul dan mengumpat pada boneka seolah melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan, derai air mata ikut turun bersamaan melemah nya kepalan tangan gadis itu.

Rasya Vs Rasyid [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang