Happy Reading
Rasya dan teman-teman nya kini membolos ke-cafe dekat dengan sekolah mereka, merasa bosan dengan pelajaran yang memang hanya itu-itu saja yang dibaca. Mereka pun sudah mengerti sebelum diterangkan.
Tanpa peduli harus dipanggil kekantor atau pun diceramahi orang tua dirumah setelah mendapat kertas panggilan atau peringatan, Rasya meminum choco cheese pesanannya.
Menatap jengah kearah jendela yang langsung tertuju pada jalanan yang padat pengendara nya, terlihat Aurel yang sibuk mencoret-coret kertas dibuku miliknya, Natasya yang sibuk selfi dan Keysa yang sibuk menghitung toping minuman nya choco chip yang berada di gelas miliknya.
Benar-benar merasa gabut, hingga Rasya mempunyai ide untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
“punten, gue punya ide buat ngilangin suasana gabut” ucap Rasya menatap teman-temannya.
“apaan? Awas aja lu nyuruh kita nyopet” jawab Keysa kurang ajar.
“jangan ngadi-ngadi lu bocah!” Natasya menepuk kepala Keysa pelan, Keysa menyengir.
“gimana kalau kita keliling-keliling jakarta, nyari-nyari suasana.” ujar Rasya memberi saran nya.
“boleh juga tuh” sahut Aurel sambil menganggukkan kepalanya.
“yaudah cus bayar” ajak Natasya mereka pun bangkit dan membayar pesanan mereka.
Mereka memakai masker dan topi serta jaket, untuk menutupi identitas mereka. Hanya waspada kalau saja salah satu murid Pelita bangsa melihat mereka.
...
Ditengah perjalanan ada kendala yang menghampiri mereka, disaat mereka mengendarai motor ninja mereka masing-masing malah dijegat oleh genk yang entah darimana.
“wih ada cecan-cecan nih” celetuk salah satu laki-laki tersebut yang mengikat rambut depan nya.
Para laki-laki itu pun turun dari motor masing-masing, mengelilingi Rasya dkk yang hanya menampilkan ekspresi santai tanpa ada takut sama sekali.
“wih nih, yang satu ini imut bat” ujar laki-laki tersebut antusias melihat Keysa yang telah melepas masker dan topi nya.
“wih bening bos, nih yang tiga buka dong. Takut ketahuan ya! Wajah burik nya?” ejek laki-laki tersebut mengundang tawa mereka semua.
Salah satu dari mereka melangkah mendekati Rasya, terlihat bahwa laki-laki tersebut ketua dari genk mereka. Keysa menahan pekikan nya disaat laki-laki tersebut menyugar rambut nya kebelakang.
“buka masker lo?” perintah laki-laki tersebut, laki-laki tersebut bernama Rava. Laki-laki yang kelewat tampan, ketua genk Axociboy.
“siapa lo berani perintah perintah gue!” ucap Rasya tegas tak suka.
“apa sih susah nya buka masker sama topi lo!” sahut laki-laki berjambul sembari menopang tangan nya di belakang motor Natasya, membuat sang empu mendelik tak suka.
“kalo gue sama temen gue buka masker, apa imbalan nya?” tantang Aurel, Rasya, Natasya serta Keysa tersenyum smirk.
“hilih, disuruh buka topi sama masker doang pake minta imbalan juga. Berasa kayak minta tanda tangan idola aja” celetuk laki-laki yang memakai jaket denim.
Rasya menatap lekat laki-laki dihadapan nya, menatap dari atas sampai bawah, terlihat sekali badboy nya. Wajah dingin turut ikut diwajah nya yang putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Novela JuvenilTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)