Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

67. jalan-jalan

4.4K 178 26
                                        

Happy reading!

“turun!” perintah Rasyid dingin tanpa menatap kearah Rasya.

“tapi ini masih jauh” Rasya mengedarkan mata nya menatap sekitar lewat jendela mobil.

“lo pikir gue peduli? Gue anterin juga syukur, turun lo!”

Rasya pun melepas sealbeat nya lalu membuka pintu mobil, mata nya sembap akibat terus-terusan menangis.

Brumm!

Mata nya menatap mobil sport mewah itu yang perlahan mengecil dari pandangannya, dan si pemilik nya meninggal kan nya sendirian disini tanpa rasa iba. Rasya merogoh saku rok nya ia menutup mata nya saat air mata gadis itu kembali turun tanpa diperintah.

Setelah dapat ia mencari kontak seseorang lalu menekan tanda telepon, “h-hiks jemput gue”

Setelah memberitahu dimana dia berada akhirnya panggilan itu berakhir, Rasya menaruh ponsel nya kembali dan menunduk tanpa menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang menatap kearah nya bingung.

“lo gapapa kan!?” tanya seseorang langsung menyerbu nya dengan pertanyaan, Rasya mendongak dan saat melihat orang itu tangis nya pecah lalu dengan cepat memeluk orang didepan nya.

“h-hiks sakit Nic” Nichole mengusap punggung Rasya, hati nya ikut merasa sakit saat gadis itu seperti ini.

“lo kenapa? Lo gak diapa-apain kan?” tanya nya cemas, Rasya hanya menggelengkan kepala nya.

setelah cukup lama mereka berpelukan, akhirnya Rasya melepaskan pelukan nya. Mata gadis itu begitu sembap, hidung merah, dan dagu nya juga ada sedikit darah yang keluar, hah darah?

Nichole dengan cepat mengangkat dagu gadis itu, dan tenyata benar bercak darah terlihat saat ia mengangkat nya. Tangan laki-laki itu mengepal kuat, mata nya memerah menahan rasa amarah yang ingin keluar.

“kenapa lo gak bilang?” Nichole menatap Rasya dengan pandangan sendu, “kenapa gak bilang lo dikasarin?” sambung nya saat tidak mendengar balasan Rasya.

“gue gak apa-apa bang,” balas Rasya meyakinkan, gadis itu berusaha menampilkan senyum nya.

“Jangan bohong!” saat itu juga tangis Rasya kembali pecah, gadis itu menunduk dengan bahu yang bergetar hebat.

Mata Nichole memanas, rasa sesak dirongga dada nya semakin menepis seiring bulir air mata yang keluar dari kelopak mata lelaki gagah itu.

Dengan cepat Nichole menarik Rasya kedalam pelukan nya, kedua nya berpelukan dengan erat. Berusaha menumpahkan rasa sakit yang dialami melalui air mata.

“g-gue sayang lo, jangan cuma diem saat lo sakit dan diperlakukan gak pantes. Bilang sama gue, gue abang lo” Nichole mengeratkan pelukan nya.

Rasa sayang nya sebagai kakak kepada gadis itu sangat lah besar, bagaimana pun Rasya juga pernah menempati hati nya, walaupun sudah digantikan oleh orang lain.

...

Mata gadis itu menatap antusias melihat suasana yang berada disekitar nya, tersenyum lebar tanpa ada sikap yang sering gadis itu tunjukan kepada orang-orang tertentu yang tidak dia suka mau pun orang asing.

Sorot mata nya benar-benar tidak bisa menutupi rasa bahagia nya, menoleh ke samping dimana terdapat seseorang yang menatap nya lekat sambil tersenyum lembut.

“makasih ya bang! akhirnya lo ngabulin juga keinginan gue” ujar Rasya tanpa lepas menatap tempat disekitar nya.

Taman bunga serta berisi danau buatan tersebut begitu sangat memanjakan mata, bunga yang berjejer disetiap jalan seolah menjadi pagar disaat mereka berjalan, dan di ujung deretan bunga warna-warni sudah tersedia danau dan perahu nya.

Rasya Vs Rasyid [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang