Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

32. Luka lama

4.3K 200 5
                                        

Perlakuan manis mu membuat ku ragu... Ragu atas perasaan ku

~Rasya Mazora Wiliam


Happy reading

Mereka masih berada di tempat restoran cepat saji, setelah selesai makan, mereka akhirnya membuka suara dan mendengarkan lontaran kata yang ingin diucapkan Rasyid.

Rasya menatap kesamping, dimana ada Rasyid yang masih bersandar di kursi sambil memainkan handphone nya.

“apa yang mau lo omongin?” tanya Rasya

Rasyid mematikan ponsel nya kemudian menaruh disaku celana, ia membalas tatapan Rasya. “kita bakalan pindah, bukan tinggal di rumah mamah atau mami. Tapi pindah ke apartemen gue” ujar to the point. Rasya melotot mendengar nya, tak percaya.

Rasya menatap tajam seseorang didepan nya “jangan boong lu, gue gak mau ya pindah. Dan ninggalin keluarga gue” jawab nya kesal

Rasyid menghela napas sejenak “gue gak bohong, kita bakal pindah dan jadi mandiri” balas Rasyid, Rasya hanya diam kemudian kembali duduk menghadap kedepan.

“bagaimana bisa ia meninggalkan keluarga nya?”

Rasya diam, berpikir keras bagaimana bisa ia harus berpisah dengan mereka. Dulu sewaktu dengan kakek-nenek nya Rasya tidak terlalu mempermasalahkan akan meninggal kan keluarga nya, namun kini keluarga nya sudah tak sesibuk dulu.

Rasya menatap Rasyid, tersirat ada kesedihan di mata nya. “gue pikir dulu” ujar nya lalu bangkit dan pergi meninggalkan Rasyid yang termenung.

Rasyid bangkit kemudian menyusul Rasya, karna pesanan mereka sudah mereka bayar di awal pesan.

Rasya berdiri di samping motor Rasyid, ia menatap langit-langit yang cerah. Banyak yang ia pikirkan, hingga tak menyadari Rasyid yang berada disamping nya yang sedari tadi menatap nya.

Rasya tersentak di kala Rasyid menarik tangan nya untuk ia genggam, Rasya merasakan darah nya berdisir hangat.

“perasaan apa ini?” batin Rasya

Rasyid tersenyum manis kemudian mencium pucuk kepala istri nya, “lo gak usah khawatir, kita harus mandiri. Sampai kapan lo terus bergantung sama keluarga lo” ujar Rasyid

Rasya menghela napas kemudian mengangguk, “iya, kita pindah” ujar Rasya pelan, kemudian kembali menatap langit-langit di atas. Mengabaikan Rasyid yang menatap nya

Rasyid kemudian menaiki motor nya, lalu berbalik menatap Rasya yang melamun menatap langit. “sampai kapan lo berdiri di sini? Ayo pulang” ajak nya

Rasya mengangguk kemudian mendekati Rasyid, sebelum itu ia menatap rok nya. Bagaimana ia bisa naik? Harus kah meminjam bahu suami nya?

Rasyid tersenyum tipis, melepas jaket nya kemudian mengikat nya di pinggang istri nya agar menutupi paha mulus nya dari mata keranjang.

Rasya tersentak, tertegun menatap Rasyid. Setelah selesai kemudian Rasyid kembali menaiki motor nya, dan mengulurkan tangan nya.

Rasya Vs Rasyid [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang