Happy Reading!
Rasya melangkah kan kaki nya untuk menuju taman rumah sakit, ia baru akan pulang besok hari. Terlalu menyebalkan dengan sikap mamah nya yang berubah posesif namun ia akui ia suka, sudah berapa lama ia tidak merasakan kehangatan seorang ibu?
Lagi dan lagi, mata nya harus tertuju pada seseorang yang duduk di kursi penunggu didepan ruangan nya. Mata nya menatap lamat laki-laki yang sedang memejamkan mata nya dengan raut wajah lelah.
Sudah dua hari Rasyid selalu datang menjenguk Rasya, dan selama itu pula yang diberikan penolakan dari gadis itu.
“sayang,” panggil seseorang yang berada dibelakang nya, sang empu pun berbalik dan menatap mamah nya.
“kenapa mah?” tanya Rasya mengikuti lirikan mata Rachel yang mengarah ke kepada seseorang yang mungkin sudah tertidur.
“kamu jangan kayak gini, kasian dia. Capek-capek dari kerja terus dengan berusaha meluangkan waktu nya buat kamu, tapi kamu tolak dengan mentah-mentah. Dia udah tiga jam nungguin kamu sampe ketiduran gini, gak kasian apa?” serbu Rachel menatap Rasyid iba, bagaimana pun ia merasa Rasyid benar-benar sudah tulus pada anaknya.
Rasya berdecak, melirik Rasyid dengan memiringkan tubuhnya sejenak sebelum kembali menatap Rachel.
“Rasya mau ke taman dulu,” kilahnya agar pembicaraan sang mamah tidak merembet kemana-mana, sedangkan Rachel hanya menghela napas dengan sikap keras kepala nya.
Rasya berjalan melewati Rasyid, mata nya selalu melirik kearah lelaki itu secara diam-diam. Kantung mata yang terlihat jelas, dan guratan lelah nampak diwajah tampan Rasyid Athala Aditama.
Berusaha agar tidak simpati ia pun melajukan langkah nya untuk segera menuju ke taman untuk menghirup udara segar.
Sedangkan Rachel kembali masuk kedalam ruangan.
Rasyid membuka kelopak mata nya perlahan, melirik punggung Rasya yang mulai mengecil dari pandangan nya. Ia sedaritadi tidak tidur, ia selalu tahu selama dua hari Rasya selalu keluar taman dan menghiraukan diri nya.
Mengapa tidak ia cegat? Karna ia hanya ingin Rasya kembali pada nya dengan rasa yang sudah ikhlas.
Tubuh lelaki itu kembali menyandarkan bahu kokoh nya di dinding, ternyata benar. Pecahan kaca yang dihempaskan secara sengaja apabila ingin di satuka,n tetap saja akan berbekas walaupun sudah utuh, mendeskripsikan hati Rasya saat ini.
“Nak,” panggil seseorang membuat Rasyid dengan cepat duduk tegap, melirik Rachel yang tersenyum lembut kearah nya.
“iya ada apa tan?” tanya Rasyid dengan menarik senyum nya tipis, sangat tipis.
Ia merasa kikuk apabila memanggil Rachel dengan sebutan mamah, padahal ia sudah tidak menjadi menantu wanita dihadapan nya.
“kamu capek kan? Pulang ya, kesian bunda sama ayah nungguin kamu.” ucap Rachel halus, tidak berniat mengusir hanya saja ia benar-benar kasihan dengan Rasyid.
“Rasyid gapapa kok tan, Rasyid rela nunggu berapa waktu buat Rasya maafin Rasyid dan mau kembali sama Rasyid. Rasyid butuh Rasya tante, sangat.” ujar nya sendu diakhiri tatapan memohon.
Rachel mengusap pucuk kepala Rasyid, rambut lelaki itu berantakan. “nanti tante usahain buat bujuk Rasya lagi,” kata Rachel, Rasyid dengan cepat menyalimi Rachel dan mengucap terimakasih berkali-kali, sedangkan gadis yang asik memakan cemilan nya berhenti mengunyah akibat usaha yang lelaki itu berikan kepada nya.
Rasa bersalah melingkupi hati gadis dengan baju pasien yang melekat pada tubuh nya, ia akui dirinya terlalu tidak peduli dan tidak menghargai usaha Rasyid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Fiksi RemajaTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)