26. Bukti Malam Pertama

5.6K 221 2
                                        

SELAMAT MEMBACA❤

Setelah belajar untuk ulangan besok hari, akhirnya mereka bisa beristirahat setelah cukup lama berkutat dengan rumus, Rasya maupun Rasyid saat ini sedang berbaring diatas kasur yang sama sambil bermain ponsel.

Rasya termasuk orang yang hobi membaca, termasuk membaca buku romantis dan kriminal, kerap sekali Rachel dibuat pusing dengan paket buku yang tiap hari datang kerumah mereka.

Satu ruangan khusus untuk tempat buku-buku Rasya tersimpan tepat berada dibalik lemari miliknya, jadi didalam lemari tersebut ada sebuah pintu yang disamarkan dengan baju maupun stiker bintang hingga orang tidak akan mengira ada sebuah pintu didalam lemari.

Tok tok tok...

Rasya menaruh ponselnya diatas nakas, lalu beranjak membuka pintu, kening nya mengkerut saat menemukan sang ibu didepan pintu.

“mamah mau ngomong sama kalian berdua.” ucapnya tegas.

Rasya menutup pintu setelah memastikan tidak ada orang yang berniat menguping, ia pun menyusul Rachel dan duduk di atas kasur berdampingan dengan Rasyid.

Rasya dan Rasyid bertukar pandangan, bingung karena sedaritadi Rachel hanya diam menatap mereka mengimitidasi “ada apa mah?” tanya Rasya terlihat takut dari tatapan Rachel yang kini menatap kedua pasutri itu tajam.

“kalian belum pernah malam pertama 'kan?”

...

HAH?

“YA ENGG–”

“belum pernah mah,” sahut Rasyid setelah memotong ucapan Rasya dengan cepat, gadis ini sepertinya ingin mendapat lemparan panci gosong dari sang ibu.

Rachel menggebrak meja didepan nya, salah satu tangan nya mengcengkram erat sofa yang ia duduki. Tiba-tiba saja suasana berubah mencekam, Rasya mengusap kening nya yang mengeluarkan keringat sebiji jagung, ah! Lebay.

“malam ini, kalian harus malam pertama! Dan kalian harus kasih bukti bahwa kalian malam pertama hari ini!” katanya yang mampu membuat rahang Rasya terjatuh dan Rasyid yang diam-diam mengusap tangan nya merinding.

“mah! Astaga gak lucu banget loh, masa kita kasih video lagi berhubungan badan sama mamah,” mengacak rambut frustasi saat melihat raut wajah serius ibu nya yang tak berubah. “lagian ini pernikahan 'kan hasil perjodohan ngapain dalam hal kayak gini mamah sama yang lain ikut campur?!” Lanjutnya, napas Rachel memburu sedangkan Rasyid sudah siaga satu kalau saja ada perang ketiga dimulai.

“KAMU–hah sudah lah, lebih baik kalian turuti apa kata mamah, urusan nya bakal rumit kalau sampe kedengaran opa, oma, kakek dan nenek kalian!”

SHIT!!

Para tetua mesum! Bilang saja kalau video dewasa mereka telah habis dan membosankan! Batin Rasya.

Astagfirullah, cucu kurang ajar!

“pokok nya mamah gak mau tau, nanti di depan pintu oma, opa sama kakek dan nenek bakal telpon kalian pakai hp mamah, dan kalian harus tau apa yang harus kalian lakuin!” Rasya hanya mengangguk malas kemudian mengantarkan sang ibu kedepan pintu, setelah mengunci pintu kamar, Rasya menatap nyalang Rasyid.

“heh sialan! Jangan diam aja lo, mikir gimana cara kasih bukti sama sesepuh biar punya refrensi ganti gaya pas buat babi.” ujarnya tanpa disaring, Rasyid mendesis tajam akan perkataan gadis tersebut.

“lo jangan banyak bacot, mikir juga!” sentak Rasyid yang membuat Rasya kicep seketika.

“btw, gue tepos dan gak ada enak nya pas di sentuh, jadi mending lo gak usah ya m–”

“gue tau,”

“hm? Tau apa?”

“lo tepos, gak ada enak nya disentuh.”

BUGH!!

BRAK!

“GUE PECAHIN TELOR DI DALAM CELANA  LO YA!!”

•√•

Ahh, eumhh faster!

Umm, bentarhh babyhhh

Rachel membulatkan matanya saat mendengar suara desahan dibalik pintu kamar anaknya, ponsel yang berada di genggaman nya mengeluarkan suara tawa kecil dari oma, opa dan kakek nenek Rasya dan Rasyid.

Lamunan Rachel buyar saat ada yang menepuk bahu nya, ia menemukan sang suami–Wiliam beserta sang sahabat–Raditya dan Resila.

Resila memberi isyarat kepada Rachel lewat mulutnya, bagaimana pun, para tetua ini indra pendengarnya masih berfungsi baik.

“gimana? Berjalan lancar?” kode nya yang dibalas jempolan semangat oleh Rachel.

“gue gak nyangka, anak lo ganas juga.” bisik Wiliam nyaris tak terdengar, Raditya mengikut perut Wiliam membuat pria itu berdesis kesakitan lalu membalasnya dengan menginjak kaki Raditya, dan seterusnya begitu sampai masing-masing istri mereka menyeret begitu bringas nya.

Sedangkan dibalik pintu kamar Rasya, dua lawan jenis sedang rebahan dengan nikmat sambil memakan makanan ringan.

“matiin, jijik gue dengernya.” titah Rasya, Rasyid pun beranjak mengambil ponsel yang menayangkan sebuah video yang baru saja mereka download untuk rencana mereka saat ini.

“langsung dihapus! Awas aja sampe gue nemu video kayak gitu di hp lo!” peringatnya membuat Rasyid kesal.

“berisik lo! Lo cuma orang asing! Gak perlu ikut campur urusan gue.” Bentak Rasyid menatap sinis Rasya lalu berbaring menyelimuti tubuhnya.

Rasya hanya mengangkat bahu acuh lalu kembali menekuni kegiatan nya, menjadi beban keluarga dan negara.

Complete!

–Rasya Vs Rasyid!–

Ucapkan selamat tinggal kepada bapak Rasyid terhormat yang hobi body shaming-in orang!

Jangan lupa vote, comment and share!

Revisi: 10.10.21

Publish: Rabu, 14 okt 2020

Rasya Vs Rasyid [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang