SELAMAT MEMBACA❤
"Segini aja permainan lo?"
Pertanyaan yang keluar dari mulut Rasya setelah lama diam, serempak semua murid terbelalak kaget mendengar ucapan Rasya yang seolah kembali menantang si ratu bullying.
Karin menghentikan langkahnya, ia berbalik badan diikuti anak buah nya, Karin bersedekap dada dengan wajah angkuh.
"Lo nantangin gue bitch?" Karin menatap tajam Rasya, Rasya mengulas senyum tipis.
"gue rasa, telinga lo masih berfungsi dengan baik." balas Rasya dengan wajah tenang, berbeda lagi dengan wajah Karin yang mulai memerah terpancing emosi.
"Sialan," teriak Karin marah lalu hendak mendaratkan tangan nya kearah Rasya namun tertahan.
Rasya menahan pergelangan tangan kanan Karin, lalu menarik nya dengan kuat hingga mendekat kearah nya, "bukan begitu cara nya girl." bisik Rasya pelan lalu meniup telinga Karin hingga membuat bulu kuduk Karin merinding.
Rasya mendorong Karin hingga mundur beberapa langkah, merasa diri nya telah dipermalukan, Karin dengan cepat menendang perut Rasya hingga mundur beberapa langkah.
Untung saja teman-teman mereka dengan sigap menahan tubuh Rasya, Rasya menunduk memegang perut nya diam-diam tersenyum kecil.
"Kurang ajar lo!" teriak Natasya menatap nyalang Karin yang tersenyum pongah.
Rasya menegakkan tubuhnya, "bukan gitu cara nya," kata Rasya dengan sudut bibir tertarik keatas walau sedikit.
Brukk!
Karin terhempas beberapa meter setelah mendapat tendangan dari Rasya, semua murid terpekik kaget melihatnya. Rasya menatap datar Karin yang terduduk dilantai memegang perut nya yang terasa sakit.
"Bangsat! Lawan!" titah Karin dengan wajah memerah menyuruh anak buah nya untuk menghajar Rasya, Rasya diam menunggu.
Ini yang ia inginkan sedaritadi.
Pang!
Bughh!
Pang!
Rasya dengan sigap mengambil nampan besi lalu mendaratkan nya pada wajah mereka, sesekali menendang lawan yang berada dibelakang tubuhnya.
Anak buah Karin terkapar dilantai dengan luka memar, Rasya menatap tenang Karin dengan perlahan ia berjalan menuju kearah Karin.
"Gue cukup puas atas pembukaan nya," ujar Rasya pelan lalu menarik rambut Karin dengan kencang, membuat sang empu merintih kesakitan.
Pang!
Nampan besi yang sudah penyok akibat ulah Rasya kini tak berbentuk setelah Rasya melempar nampan tersebut kearah Karin, semua menggigil ketakutan melihat ganas nya Rasya melawan Karin yang bahkan selama gadis itu memijakan kaki nya disekolah ini tidak ada yang berani mengusik.
Rasya melangkah pergi dan memberi kode teman-teman nya agar pergi meninggalkan kantin.
Meninggalkan semua murid yang masih diam bak patung dengan raut terkejut, disudut kantin lebih tepatnya perkumpulan Rasyid, menatap kagum Rasya yang perlahan hilang dibalik tembok.
"Wow, keren banget ajege." celetuk Azriel lalu tak lama tepuk tangan riuh terdengar, mereka semua masih tidak percaya akan hal yang baru saja terjadi.
Rasyid diam dengan pikiran nya yang masih melihat bagaimana Rasya membalas mereka, ia pikir gadis itu hanya seorang perempuan yang bahkan untuk melindungi diri sendiri pun tak bisa, kini yang ia lihat diluar ekspetasi.
"Adek gue tuh." ujar Revano tersenyum puas, sangat bangga dengan adiknya yang mulai membuka jati diri nya sebenarnya.
Suara riuh kembali terdengar, semua kembali pada kegiatan masing-masing, lalu tak lama bunyi lonceng terdengar hingga semua murid bergegas kembali kekelas masing-masing.
...
"Jangan lupa melakukan kerja kelompok, ibu tunggu minggu depan, ibu pamit dulu." pamit guru SBK, setelah guru tersebut sudah tidak terlihat mereka pun bergegas merapikan alat tulis dan segera pulang.
Rasya dan teman-teman nya menyusuri koridor, beberapa murid nampak berhamburan keluar kelas, saat melihat Rasya dkk mereka dengan cepat menepi.
"Makin tenar aja lo." ujar Aurel menepuk bahu Rasya yang dibalas anggukan acuh tak acuh.
"Emang manusia kayak Karin tuh enaknya di musnahin aja," celetuk Keysa dengan tangan mengepal dan meninju angin.
"Gue juga heran, dia kenapa sih jadi cari masalah sama Rasya? Setahu gue tuh cewek kalo gak cari hiburan ya gara-gara boyfriend nya dideketin." kata Natasya membuat Rasya sedikit penasaran.
"Emang pacarnya Karin siapa? Gak mungkin kan Rasya deketin pacarnya?" pertanyaan tersebut kini dituju kepada Rasya dan dibalas gelengan kepala.
"Gue gak kenal cowok nya," balas Rasya.
"Emang siapa sih cowo nya?" tanya Aurel penasaran.
"Rasyid," jawab Natasya membuat mereka melotot tak percaya.
"Rasyid Athala Aditama?" tanya Rasya memastikan diangguki Natasya dengan enteng.
'Hah? Tidak dapat dipercaya!' batin Rasya.
"Serius lo? Yakali Rasyid mau sama Karin, orang si Rasyid kalo ngeliat Karin aja jijik." kata Keysa diangguki Aurel.
"Eh balik lagi nih sama Karin yang cari gara-gara," ucapan Natasya membuka topik utama kembali.
"Bener juga, tapi kalo karna cuma mau hiburan aja gak mungkin kan dia sasarin Rasya? Masa dia gak tau kalo Rasya cuek parah gini, jujur aja sih, seharusnya Karin mikir, kalo Rasya yang jadi sasaran bullyan nya bukan orang mudah ditindas, lo liat aja sikap sama wajah nya yang cuek, gak ada tampang polos lugu nya." terang Keysa panjang lebar, serempak mereka mengangguk membenarkan terkecuali Rasya sendiri yang jadi topik utama.
"Yang ada tampang sangar-sangar pengen hajar orang," sahut Natasya tidak sadar, setelah mendapat senggolan dari Aurel seketika ia tersadar dan menutup mulutnya sendiri.
Menunjukan jari tengah dan jari telunjuk dengan cengiran khas nya, cukup waspada saat mata tajam Rasya seperti hendak menguliti nya hidup-hidup.
"Jadi gimana soal kerja kelompok?" celetuk Aurel setelah lama diam menyimak obrolan teman nya.
"Besok deh, sore-sore ngerjain nya enak tuh." jawab Natasya diangguki Keysa.
"Hooh, eh tapi dirumah siapa?" tanya Keysa.
"Dirumah gue aja, nanti ketoko peralatan bukunya kita barengan aja, rumah gue terbuka lebar buat lo semua." jawab Aurel dibalas acungan jempol oleh Natasya dan Keysa.
"Lo bisa gak sya?" tanya Aurel.
"Hm, atur aja."
–Rasya Vs Rasyid–
( SUDAH DI REVISI )
NEXT CHAPT? VOMENT AND SHARE.
BIASAKAN VOTE WALAUPUN SUDAH TAMAT CERITA NYA!
[ 3 oktober 2020 ]
TERTANDA- Mutiara Ramadhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
Teen FictionTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)