SELAMAT MEMBACA❤
Setelah selesai dengan praktek olahraga akhirnya mereka diberikan waktu untuk beristirahat, saat ini Rasya dan Keysa sedang berbincang santai sembari menunggu pesanan mereka.
"Eh, gue denger-denger nih, si psyco itu akhir-akhir ini sering nampakin diri di tempat umum. Jadi orang-orang pada gak berani keluar." terang Keysa sembari memeluk diri nya takut, Rasya mengangguk berkali-kali, ia merasa penasaran dengan sosok 'psycopat' yang hari ini kabar nya semakin meresahkan penduduk sekitar.
"Nama nya siapa? Atau ciri-ciri nya?" tanya Rasya menatap Keysa dengan raut wajah serius, ia akan berjaga-jaga dengan makhluk yang tidak memiliki rasa tersebut.
Seorang psycopat kebanyakan hanya memakai otak saja, sangat minim untuk memakai perasaan nya. Seorang psyco tak mengenal arti iba, bahkan melihat darah segar dan potongan-potongan tubuh bagaikan mainan sehari-hari nya, menyeramkan memang.
"Kalo kata warga sekitar sih, dari perawakan nya cowok, ciri-ciri nya apa ya?" Keysa mengetuk-ngetuk dagu nya berpikir keras, "satu aja sih, dia make kalung bentuk bintang warna hitam, kata nya sih gitu. Eh, dia juga punya bekas luka di leher nya, kayak garis silang gitu." sambung Keysa.
Tiba-tiba datang dua teman mereka seraya membawa nampan berisi pesanan masing-masing, "serius banget, bahas apa sih?" tanya Natasya penasaran diangguki Aurel, kedua gadis tersebut duduk di hadapan Rasya dan Keysa.
Keysa menatap kedua nya antusias, "lo berdua udah denger kabar gak, kalo si pembunuh berantai di jakarta ini lagi nampakin diri? polisi se-jakarta lagi sibuk-sibuknya nyari keberadaan tuh si psyco," tanya Keysa antusias, tidak menghiraukan kebisingan para murid yang berada dikantin.
Natasya mengangguk antusias, "iya gue denger tuh dari adik gue, sumpah ya, kata nya tuh si psyco nya ganteng banget!" pekik Natasya membuat mereka serempak memutar bola mata jengah.
Rasya menyentil kening Natasya cukup kuat, "lo mikirin tampang nya? Hati-hati lo dibunuh nya." peringat Rasya dengan raut wajah serius, membuat Natasya bahkan Aurel dan Keysa menjadi merinding.
"Eh iya, lo tampang orang ganteng banyak minus nya. Bisa jadi korban si psyco itu karna tampang nya bisa menarik perhatian korban," sahut Aurel diangguki Rasya.
Natasya menjadi gemetar, kentara sekali gadis iti ketakutan. Lalu tak lama gelak tawa Aurel dan Keysa pecah, sedangkan Rasya hanya tersenyum tipis sembari menggelengkan kepala.
"Kenapa pada ketawa sih, suasana nya lagi creepy gini." tanya Natasya heran, Keysa yang tepat berada didepan Natasya langsung saja mencubit pipi gadis itu gemas.
"Dasar bego! Berita yang kaya gitu mana ada sih? Hoax itu mah, lagian di jakarta kebanyakan begal, pencuri, tawuran, kayak nya gak mungkin deh sampe ada si psyco." jawab Keysa diangguki Aurel yang masih tertawa.
"Heh! Gue kira beneran,"
...
Saat ini Rasya sedang berada di toilet, ia tiba-tiba merasa sakit perut saat makan bakso begitu banyak nya sambal, setelah selesai ia pun keluar dari toilet khusus perempuan.
Akibat terlalu sibuk memikirkan tentang psycopat tersebut, membuat Rasya tak menyadari bahwa ada murid yang sedang berjalan membawa buku yang begitu banyak hingga sama-sama tidak melihat kedepan.
Brukk!
Kedua nya sama-sama terjatuh, Rasya terkejut saat baru menyadari nya. Ia segera bangkit dan mendekati murid yang bisa dibilang cupu lantaran pakaian nya yang terlalu rapi.
Lelaki di tersebut langsung mencari-cari kacamat nya yang terjatuh, akibat minus mata nya membuat ia kesusahan mencari kacamata miliknya.
Rasya langsung saja mengambil kacamata yang berada di tumpukan buku tersebut, lalu memeriksa nya apakah pecah atau tidak, "nih kacamata lo, maaf ya gue gak sengaja." ujar Rasya seraya menyodorkan kacamata milik lelaki didepan nya, untung saja tidak pecah.
Lelaki itu langsung memakai nya tergesa-gesa, "e-eh gapapa, kok." balas nya gugup, Rasya membantu nya mengumpulkan buku-buku yang berserakan, setelah semua terkumpul ia pun menyodorkan nya pada laki-laki tersebut.
"Nih, sekali lagi maaf ya. Gue bantu bawa setengah nya, biar lo gak keberatan." ujar Rasya langsung mengambil 7 buku paket tanpa persetujuan pemiliknya.
"Duh, maaf ya kalo ngerepotin." ucap lelaki disamping Rasya sembari berjalan menuju perpustakaan.
"Gapapa," balas Rasya singkat.
Setelah selesai Rasya pun berniat pergi, "gue duluan," ujar Rasya menampilkan senyuman tipis kepada lelaki di depan nya.
Wajah yang dikategorikan tampan, kulit berwarna putih pucat, alis tebal, dan bibir yang tidak tebal maupun tipis. Mempunyai tahi lalat di bawah mata nya menambah kadar ketampanan, tak lupa juga dengan kacamata nya yang memberi kesan polos dan lugu.
Lelaki itu membalas senyuman nya tak kalah lebar, "iya, hati-hati ya." balasnya.
Rasya pun melangkah pergi keluar perpustakaan, namun teriakan seseorang membuat langkah nya terhenti. Lelaki yang tak sengaja ia tabrak tadi memanggil nya lagi dengan terpaksa ia berbalik dan menuju kearah nya.
"Ada apa?" tanya Rasya tidak mau basa-basi, teman-teman nya pasti menunggu lama di kantin.
"Ini cincin kamu ketinggalan," ujarnya menyodorkan cincin milik Rasya, Rasya sedikit terkejut namun dengan cepat menetralkan wajah nya.
"Eh? Makasih ya." Rasya pun mendekat dan menerima nya, sebelum pergi Rasya tidak sengaja melihat bekas luka bergambar silang, lalu menurunkan pandangan nya untuk memastikan pikiran nya.
Gotcha!
Benar saja, disana terdapat kalung berwarna hitam tak lupa di hiasi bandul bintang. Rasya meneguk ludah nya kasar ia memundurkan langkah nya namun satu tangan kekar menahan punggung nya.
Rasya sangat setuju dengan istilah, 'jangan menilai seseorang dari cover nya saja.' ah, sial sekali diri nya hari ini!
Tolong, ia tidak ingin mati konyol disini, ia tidak ingin menjadi penunggu perpustakaan! Batin Rasya berkecamuk.
Lelaki cupu tersebut mendekat lalu membisikan sesuatu kepada Rasya, Rasya memejamkan mata erat, ia tidak berani menatap wajah laki-laki tersebut.
"Yah, gue ketahuan ya?"
-Rasya Vs Rasyid-
Woilah, gimana kalau kalian berada diposisi Rasya? Kalo ara sih langsung pingsan.
Jangan panggil aku author readers, nama ku ara, panggil ara ya say!
Next chapt? Voment dulu say, Share juga jangan lupa.
[ Sudah di revisi ]
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
أدب المراهقينTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)