SELAMAT MEMBACA❤
Suara tapak kaki terdengar menuruni anak tangga, sepasang suami istri menuju kearah ruang makan dengan baju santai nya.
“selamat pagi pengantin baru!” sapaan riang dari keluarga besar keduanya nampak terdengar, yang disapa pun hanya tersenyum kecil dengan sedikit paksa.
“pagi.” jawab Rasya dan Rasyid bersamaan kemudian duduk di kursi kodong yang sudah mereka atur untuk kedua nya.
Rasya menyiapkan makanan untuk Rasyid, sebelum Rachel bersiap memberikan senyuman maut dan cubitan setelah berpisah diri dari keluarga.
“mau makan apa?” tanya Rasya tanpa melirik sang empu.
Rasyid melirik sekilas gadis disamping nya sebelum kembali menatap kedepan dengan raut wajah datar, “terserah,”
Rasya menggenggam erat sendok nasi, menaruh dengan pelan sendok tersebut keasalnya lalu duduk mengarah kepada Rasyid, tangan nya terulur mengusap kepala Rasyid lalu memiringkan nya kehadapan agar menatap kearah dirinya.
Senyum lebar dan mata memicing tajam agar tidak diketahui oleh keluarga, “jangan kayak cewe, mau makan apa, suami?” usapan yang awalnya lembut mulai berubah kasar, Rasyid memutar bola mata lalu menunjuk lauk pauk dengan asal.
“sialan lo!” umpat Rasya pelan yang hanya dapat di dengar Rasyid, gadis tersebut menuruti permintaan pria tersebut.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di taman belakang dekat kolam renang, hamparan tikar kecil dan terdapat gazebo untuk bersantai.
Makanan ringan dan minuman kecil mulai di rapikan oleh pelayan-pelayan, sepupu-sepupu Rasya dan Rasyid mulai akrab satu sama lain, anak-anak kecil seperti Resila mulai bermain dengan penjagaan ketat oleh babysister mereka masing-masing, sedangkan para tetua nampak berbincang ramai duduk di tikar.
Rasya tersenyum kecil seraya menanggapi celotehan Resila–adik Rasyid yang kini berada dipangkuan nya, saat Resila bangkit ingin menuju mertua nya, Rasya pun berniat masuk kedalam, karena ia tidak mudah terbuka pada sepupu nya sendiri.
“Rasya!” panggil seseorang menghentikan langkahnya, ia pun berbalik dan menemukan Rasyid yang sudah asik berenang bersama sepupu nya yang lain, dan tak lupa dengan Revano diantaranya.
Rasya menghampiri ke tepi kolam, “apa?” tanya nya sambil berjongkok.
“ambilin handuk,” Rasya tanpa menolak langsung saja mengambil handuk dan melemparnya kearah lelaki tersebut, anggap saja sedikit melampiaskan rasa kesalnya.
Jeritan histeris dari perempuan terdengar di pendengaran Rasya, saat Rasyid naik ke tepi hingga perut roti sobek miliknya terlihat, membuat jeritan semakin histeris pada perempuan-perempuan disana.
Rasya melotot tajam kearah Rasyid, melangkah lebar lalu dengan cepat menarik handuk pria tersebut dan melilitnya dengan tergesa-gesa.
“gak usah pamer lo, najis banget, jelek tau gak!” umpat Rasya lalu menarik Rasyid agar segera masuk kedalam, dan melirik sekilas para kumpulan perempuan tersebut.
Setelah sampai dikamar, Rasya melepas tangan nya yang sedaritadi bertengger di pinggang pria tersebut, lalu berjalan menuju ke balkon dan merutuki tingkahnya barusan.
“tolol! Ngapain coba kayak tadi, kesan nya malah cemburu.” monolog nya memukul pembatas besi.
Sedangkan diatas kasur, Rasyid yang hanya mengenakan boxer tersenyum miring menatap Rasya yang asik mengumpat.
“stupid wife.”
...
Malam telah tiba, bulan mulai muncul menyinari gelap nya malam, Rasya baru saja dari dapur dan berniat kembali ke kamar.
“EH!?” raut wajah nya yang terkejut langsung berubah mimik jadi biasa saja, ia masih tidak terbiasa dengan Rasyid yang hanya mengenakan boxer.
Menghela napas pasrah lalu menuju kearah meja belajar, meja belajar nya semakin kecil tatkala terdapat buku pelajaran milik Rasyid, merapikan sedikit lalu mulai membuka buku untuk belajar.
Bibir gadis itu komat-kamit menghapalkan rumus matematika, besok ada ulangan harian dan tentu saja ia harus mengasah otak miliknya agar tidak semakin tumpul, sedangkan Rasyid hanya mengernyit heran melihat gadis tersebut.
Sejak kapan dia belajar?
Melihat kelakuan nya yang sering berbuat onar tidak membuat ia mudah percaya bahwa gadis tersebut membuka buku walau hanya dalam kurun waktu 5 menit.
Mencoba acuh tak acuh, Rasyid berniat mengganti baju nya, hari ini ada kumpulan di markas Cosstiger, disini ia merasa bosan walau baru 2 hari tinggal di rumah sang mertua.
“mau kemana?” tanya Rasya lewat ekor mata nya, tanpa lepas menatap buku catatan dan tangan yang tak henti mencoret-coret buku.
“nongki di markas, bentar aja.” jawab nya menarik knop pintu dan keluar, sebelum tangan seseorang menarik jaket miliknya hingga mundur masuk kembali.
“udah malam mending belajar, besok lo ulangan 'kan?”
“engga.”
Rasya berdehem singkat berusaha menahan malu, “t-tapi kata ketua osis semua kelas 11 ulangan harian, bohong lo?!” Rasya memicingkan mata nya, baru saja ada pesan masuk dari nomor tak dikenal yang ternyata dari sang ketos–Erza.
“siapa?”
“kata Erza, baru aja tadi–”
“oke, ayo belajar.”
H-HAH? ARE YOU SERIOUSLY?
Rasyid melangkah dengan lebar dan menarik kursi hingga berderit, menaruh disamping kursi Rasya dengan kencang hingga terdengar.
Rasya melangkah dengan wajah heran lalu duduk kembali untuk belajar, melirik Rasyid beberapa kali yang kini tengah serius.
Drtdi drttt
Notif Whatsapp muncul dengan sederet pesan dari nama Erza, Rasya mengambil ponselnya dengan malas lalu membaca nya tanpa minat.
Ia sudah bisa menebak siapa yang memberikan nomor ponsel miliknya, tentu saja si kunyuk Aurel.
“minjam ponsel lo bentar, mau nelpon temen.” Rasya memberikan nya lalu kembali keawal kegiatan.
Rasyid mengotak-atik handphone Rasya lalu mengembalikan nya kepada sang empu, tak lama terdengar bunyi notif yang ternyata dari Aurel.
Aurel Carin Cimberly
|Rasya, kata sepupu gw, kenapa nomornya di blok, kalo lo risih bilang aja, jangan di blok gitu dong, kata nya.
|lo risih ya sama Erza? Kebangetan tuh bocah ganggu lo.
Rasya mengkerutkan kening bingung, melirik Rasyid yang kembali menekuni kegiatan nya.
Apa dia yang udah blok nomor Erza?
To be continue...
Selasa, 13 okt, 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasya Vs Rasyid [END]
JugendliteraturTentang kita yang terikat dalam luka -Ketika aku yang kini sudah bukan tujuan mu untuk pulang- [ROMBAK TOTAL!!] Kata orang, Rasyid itu iblis berwujud manusia, Rasyid yang terkenal dengan sikan bengis dan arogan nya serta ketampanan dan kekayaan nya...
![Rasya Vs Rasyid [END]](https://img.wattpad.com/cover/213730203-64-k453616.jpg)