About Her

1.1K 71 16
                                        

Selesai makan, eunha dan jimin tak berbuat apa-apa. Eunha yang sedang menikmati angin di balkon kamar dan jimin yang sedang mencuci piring bekas eunha makan tadi

"Sayang sudah minum susunya??"

Jimin masuk dan biji matanya langsung mengarah pada nakas kecil yang dimana susu ibu hamil itu ada

"Eunha? Ini susunya, ayo minum dulu.."

"Sejak kapan kau disini ji?? Aku tidak dengar kau buka pintu"

Jimin mendekati eunha yang tengah merasakan dinginnya angin diluar, dia juga membawa selimut untuk dipakai eunha

"Kalau mau kemari jangan lupa pakai selimut, ini dingin sayang, nanti kau sakit lagi"

Eunha tersenyum dan mengambil susu dari tangan jimin, jimin langsung memakaikan selimut itu pada eunha

"Ji.."

"Ya sayang?"

"Kau mencintaiku?"

Jimin terkekeh pada pertanyaan eunha yang menurutnya pertanyaan itu tidak perlu ditanyakan. Tentu saja jimin mencintainya

"Ada apa dengan pertanyaanmu itu? Tentu saja aku mencintaimu, kenapa harus bertanya?"

Lalu eunha hanya tersenyum kecil dan setelah itu dia tidak ada membalasnya. Eunha meneguk susunya sedikit demi sedikit

"Ada apa eunha? Apa aku berbuat kesalahan? Katakan"

"Tidak.. tidak ada, aku hanya bertanya"

"Tapi pertanyaanmu itu membuatku penasaran, katakan eoh?", Jimin memeluknya dari belakang

"Kau tau? Eomma pernah bilang padaku saat aku akan dinikahkan denganmu, dia bilang bahwa aku temanmu dulu", jimin hanya berdehem di pundak eunha

"Tapi aku sama sekali tau tau jika kita pernah berteman dulu", Jimin yang mendengar itu hanya tertawa

"Eomma mu benar, saat itu aku dan enam temanku tidak tau jika eunwoo memiliki adik perempuan, kita bertemu saat kau diumur enam tahun dan aku tujuh tahun, eunwoo saat itu berumur delapan tahun. Tapi pertemuan kita tidak lama, hanya dua minggu dan saat itu kau dan seluruh keluargamu pergi untuk pindah ke Jepang"

Eunha mendengarkan jimin sambil meneguk habis susunya

"Hanya dua minggu tapi tak masalah, aku dan kau sangat dekat dalam waktu itu dan saat itu kau pergi, lalu semakin dewasa, aku lupa denganmu", sambungnya

"Berarti itu benar?"

Eunha membalikkan kepalanya menghadap jimin yang tengah melihat kearahnya dan mengangguk

"Jadi selama kau lupa denganku, berapa banyak perempuan yang kau dekati?", Eunha menaikkan salah satu alisnya

"Hahaha tidak banyak, hanya satu", tawa jimin pecah

"Hanya satu?? Dan siapa saja nomor tak dikenal itu?? Kau tak bisa bohong sayang..", eunha mencubit gemas pipi jimin

"T-tapi kan aku sudah tidak dengan mereka lagi, kan aku menikah denganmu"

"Apa kau kuliah ji?"

Pertanyaan yang satu ini hanya dibalas anggukan pada jimin

"Dimana?"

"Seoul University"

Itu adalah salah satu kuliah yang ingin eunha singgahi dan belajar didalamnya, tapi karena dia terikat oleh perjodohan mematikan yang sebenarnya juga dia menyukai jimin lama-kelamaan, tapi tetap saja dia ingin kuliah seperti remaja pada umumnya

"Aku ingat sebelum aku tau perjodohan ini, aku membuat diary ku kalau aku berjanji akan kuliah dan pergi mengelilingi dunia, aku berjanji akan membahagiakan appa dan eomma", sayup sayup mata eunha, sepertinya dia mengantuk

"Tapi karena perjodohan ini, aku tak bisa mewujudkannya"

Jimin tiba-tiba melonggarkan pelukannya pada eunha

"Kau menyesal?", Tanya jimin pada eunha

"A-apa?? Tidak, bukan itu maksudku"

"Tapi dari nada mu berbicara tadi, kau seperti menyesal"

Eunha hanya tertunduk

"Tidak, aku hanya—"

"Aku ingin tidur, jangan berlama-lama disini, nanti kau sakit", lalu jimin mengecup pucuk kepala eunha. Sikap Jimin tiba-tiba berubah

"Ji.. tunggu.. mau kemana?? Kenapa bawa bantalnya?"

"Tak apa, aku akan tidur disebelah, kau disini"

Braak!!

Jimin yang tengah berjalan dan membuka setengah pintu kamar dibantah eunha dan didobraknya balik pintu itu

"Tidak! Kau tetap tidur disini! Ada apa ji? Kau tersinggung dengan perkataan ku tadi? Aku tidak menyesal, kumohon disini saja"

Eunha mengambil bantal dari tangan jimin dan meletakkannya ke ranjang, jimin hanya melihat pergerakan eunha

Setelah meletakkan bantalnya, eunha berjalan kearah jimin dan mendorong jimin dari belakang, mengarahkannya ke ranjang

"Kalau mau tidur disini saja, aku tidak izinkan kau tidur di kamar sebelah"

Eunha mengunci pintunya dan menyimpannya di kantong piyamanya

"Eoh, baiklah", lalu jimin langsung membenarkan posisinya dan bersiap untuk tidur

Tbc

Be Your PartnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang