"Hey jimin hyung.. kau sedang dikantor kah??"
"Iya kook, ada apa??"
"Selesai kerja, kerumah ku"
Piip.
***
"satu.. dua.. tiga.."
Disinilah eunha sekarang, melakukan yoga dengan perut berisi janinnya
Drrt.. Drrt..
"Jimin-ah!!"
"woo.. woo.. ada apa ini, sayang?? nada bicaramu sangat bahagia"
Eunha tertawa cekikikan
"Em.. aku sedang melakukan yoga, aku merasa sehat hari ini"
Jimin yang berada di sebrang sana tertawa riang mendengar nada suara eunha yang kedengarannya dia sangat sehat sekali
"Eoh, begitu kah?? hahaha.. baguslah. Ah, tadi jungkook menelponku, sepertinya dia membuat acara dirumahnya"
"oh?? dalam konteks apa tiba-tiba dia membuat acara??"
"em?? entahlah.. aku pun juga tak tau, kalau begitu bersiaplah, eunha. Sepertinya sepuluh menit lagi aku akan sampai"
Eunha mematikan teleponnya dan menyudahi olahraga yoga nya. Dia mandi dan bersiap untuk kedatangan jimin
***
Drrt.. Drrrt..
"Hey jungkook!!"
"Yaa.. aku sudah tau dari jimin, aku sedang bersiap, kurasa dia akan segera pulang"
"Baiklah, sampai nanti"
Jungkook menutup panggilan itu. Eunha duduk di ujung ranjang dan menyandarkan badannya pada dashboard. Memainkan ponsel nya sembari menunggu kedatangan jimin
Tring!
Hai eunha! Ini aku, chanyeol.
***
Jimin turun dari mobil nya, siapa sangka, dia ternyata telat satu jam untuk menjemput eunha karena pekerjan yang tadinya sudah selesai lalu bermasalah
"Hah.. pasti eunha lelah menungguku? dia pasti bosan", batin jimin dan mengecek ponselnya yang baru saja bisa ia cek karena tak bisa mengeceknya di kantor
Ji, jam berapa kau selesai?
Jimin-ah! Lama sekali>_<!! Kau masih bekerja?? Apa ada masalah di kantor??
Ji, haruskah aku ke kantormu?? Aku kesepian, kau lama sekali
Ji, aku ke kafe dengan temanku dulu ya..
Hubungi aku kalau kau sudah sampai, aku akan pulang^^
Memang saat di kantor, jimin mendengar ponselnya berbunyi berkali-kali dan dia tak melihatnya. Tak banyak yang dilakukan jimin, dia langsung memanggil eunha
"Eunha?? Kau dimana?? Aku akan jemput"
***
"Sayang, kurasa aku harus ke toilet dulu, popok chaerin sepertinya penuh"
Itu istri chanyeol, dia mengajak eunha pergi ke kafe untuk memberi tahukan eunha soal istrinya yang sudah lahiran
"Ah, iya sayang.. telepon aku jika ada apa-apa"
"Ha?? telepon?? apa aku salah dengar? padahal mereka tidak jauh dan disatu tempat, astaga..", batin eunha
Dan tinggallah mereka berdua,istri chanyeol pergi ke toilet membawa bayinya. Chanyeol bilang, bayi mereka baru berumur empat bulan dan membuat eunha terkejut. Pasalnya dia dan istri chanyeol hamil disaat yang bersamaan dan istri chanyeol bisa melahirkan duluan, sedangkan eunha masih membawa-bawa si kecil didalam perutnya, ya walaupun perut itu tidak yang sangat buncit. Eunha masih bisa menutupinya dengan jaket atau outer nya
"Eunha."
Eunha melihat kearah jimin yang pandangannya sangat tidak enak untuk dilihat. Tapi eunha tetap tersenyum dan menyapa jimin lalu memperkenalkan chanyeol padanya
"Eoh?? Aku jimin"
Arah mata jimin lalu langsung pergi ketempat keberadaan eunha. Jengkel
"Kami tak punya banyak waktu, ayo pergi"
Jimin mengeratkan lengannya pada pinggul eunha
"Ah, chan aku duluan ya.. kirim salam pada dia", ya, istrinya. Lalu chanyeol tersenyum dan melambaikan tangannya, begitu pula dengan chanyeol
***
"Apa itu yang selama ini kau lakukan saat aku pergi kerja??"
"Hah?? apa maksudmu ji??"
Tangan jimin yang menggenggam keras pada setir mobil, mengerikan.
"Kau pergi dengannya sementara aku bekerja demi kita? Ini kah balasanmu untukku?"
Tentu terkejut pada perkataan jimin, bisa-bisanya dia berkata begitu saat dia tak tau apa-apa dan langsung menyimpulkannya sendiri
"Tidak.. aku tidak begitu, baru kali ini chanyeol mengajakku"
"Aha! dan kau mau?? bagus eunha.. bagus sekali!", dengan logat busannya
"Aku kerja untuk kebutuhan kita dan sementara kau pergi dengan pria lai-"
"DIA SUDAH MENIKAH!"
Hening. Jimin tak berkutik apapun, eunha tertunduk kesal dan ingin saja memarahi jimin. Jimin selalu menyimpulkan semuanya sendiri tanpa tau apapun ceritanya
***
Sampai rumah pun mereka masih berdiam-diam diri. Tak ada yang mau memulai obrolan, hanya berbicara jika memang dibutuhkan
"Pergilah mandi, aku akan tunggu"
Eunha masih menundukkan kepalanya, bukan karena takut, tapi dia malas untuk bertatapan dengan jimin. Jimin yang berada di sisi lain merasa bersalah dengan perkataannya tadi
"Eunha aku-"
Tak sempat dia mengucapkan maaf. Eunha berjalan ke dapur. Memang belum pantas untuk berbicara dengan eunha jika situasinya seperti ini. Jimin pergi ke kamar dan mandi
Sampai saat dimana jimin sudah selesai dari mandinya dan turun menuju dapur untuk melihat eunha, dia duduk disana dan dengan kepala yang tertunduk
Sreet..
Jimin memeluk perutnya dan duduk disebelah eunha
"Maafkan aku eunha.."
Tak ada jawaban dari eunha, jimin masih bisa merasakan deru nafasnya, dia tak tidur, hanya memang seperti itu
"eunha lihat aku", dia membenarkan kepala eunha, terlihat mata bengkak dan wajah memerah dari eunha
"Kau menangis?? sayang aku minta maaf", bola matanya pun juga tak ingin melihat ke jimin
"Lihat aku.. aku minta maaf, tadi aku lama di kantor karena ada kesalahan kerja dan aku juga tak tau jika temanmu tadi ternyata s-sudah memiliki istri, ku kira kalian hanya berdua"
Kali ini eunha hanya melihat jimin, tak ada berbicara
"Bukankah seharusnya kau mengatakan sesuatu, sayang??", hening
"Jangan berasumsi sesuka mu saat kau tak tau apa-apa ji"
Jimin terdiam lagi kali ini. Eunha tak pernah berkata yang sejudes ini pada jimin.
"Apa yang kau tunggu? Ayo, jungkook sudah menelpon"
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Your Partner
RomantikApa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendengar kata JODOH?
