Sabtu pagi ini eunha merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya. Mereka bertempur cukup lama malam itu. Dilihatnya kedalam selimut. Jimin tidak melepaskan penyatuan mereka
"Ji", eunha menepuk badan jimin. Jimin bergerak
"Aarrghh ji.. Ireona!!"
Jimin membuka matanya setengah.
"Wae??"
"Lepaskan dulu yang dibawah.. Kenapa kau tidak melepasnya??", jimin tidak mendengar eunha. Dia malah memeluknya erat, jimin juga menggerakkan pinggulnya kecil
"Shhh jiihh janganhhh sakithhh empphhhh"
"Bolehkah??", jimin memberikan aegyo nya pada eunha, meminta sesuatu padanya
"Hah?? Kau ingin lagi?? Aniya!! Kita sudah melakukannya berjam-jam ji.. Dan kau juga harus kerja hari ini, oh ya!! Jin hyung juga bilang dia akan menemuimu siang ini dikantor"
"Ayolah.. Aku akan menemuinya siang ini, bukan pagi ini, aku bisa datang kapanpun aku mau", jimin benar-benar mencoba meminta izin dari eunha. Dengan terpaksa eunha mengatakan iya
"Baiklah, tapi hanya seronde, aku tidak mau seperti semalam, bagian inti ku akan sakit dan aku tidak akan bisa berjalan", dengan senangnya jimin langsung menindih eunha lagi
"Kau siap, sayang?", dia mulai menciumi eunha. Pelan dan lembut, tapi lama-kelamaan permainannya menjadi kasar.
"Emmpphhhh", tangan jimin mulai meraba-raba bagian dada eunha, memainkannya. Bibirnya beralih ke jenjang leher eunha
"Shhh ahhh jihh"
"You like it, honey??", jimin sedikit melihat ke arah eunha. Eunha yang tengah menggelinjang hebat di bawahnya, menengadahkan kepalanya ke atas, merasakan kenikmatan yang dibuat oleh jimin
"Emmhhh jihhh", tangannya sudah bosan berada di dada eunha, dia makin turun ke inti eunha. Bermain disana. Mengelus-elusnya lembut
"Wet so fast hm??"
Jleb
"Ahhh jiihhh emmpphhhhh", jimin memasukkan dua jarinya sekaligus. Meng-in-out kannya secara cepat
"You're so tight babyhhh ahhh"
Eunha mengeluarkan cairannya, memenuhi jari-jari mungil jimin. Dilihatnya eunha sudah tidak karuan dengan nafasnya. Dia terlihat lebih cantik dengan nafas yang tak karuan dan juga rambut yang berantakan serta keringat yang bercucuran
Jleb
"Emmpph!! Ahhh pelanhhh jihhh", jimin langsung memasukkan jr nya, mendiaminya sebentar sambil menyiumi eunha. Tangannya tak diam, dia memainkan dada eunha. Jimin menggerakkannya
"Ahhh sayanghhh kauhh sangathh sempithhh"
"Ahhhh lebihh cepathhh", eunha mengeluarkan cairannya lagi, tapi jimin belum. Dia semakin mempercepat gerakannya. Eunha menengadahkan kepalanya. Seperti candu
"Ahh ahh ahh sshhh ahh yeahhhh emmppphhhhh"
Mereka berdua mengeluarkan cairannya. Eunha merasakan hangat untuk yang kesekian kalinya. Semalam dan sekarang. Jimin langsung mencabutnya dan berbaring sebentar dengan eunha
"Ashhhh aku ingin mandi dulu",eunha merasakan seluruh tubuhnya lengket dan remuk
"Eunha tapi..", ketika dia beranjak berdiri. Tiba-tiba eunha jatuh
"Sshhh jii..."
"Aku sudah tau ini akan terjadi, kemarilah",jimin mengangkat eunha dan berjalan ke kamar mandi
"A-apa?? Ke-kenapa kau bawa aku kemari?? Tu-turunkan!!"
"Kita akan mandi bersama", mendengar kalimat jimin, membuat eunha langsung memukul dada bidangnya, meminta untuk diturunkan. Dia tau jimin akan melakukannya lagi.
"Iya, kau akan turun jika sudah sampai bathtub, nah.. Sampai", jimin juga ikut masuk bersama eunha
"Aku tidak ingin mandi bersama.. Kau akan melakukannya lagi nanti.. Lihatlah aku sudah tidak bisa berjalan karena permainanmu", jimin menyabuni punggung eunha
"Tenang saja, aku tau kau lelah, jadi aku tidak akan melakukannya lagi. Tapi kau menikmatinya kan??"
Eunha langsung menutup mukanya dengan tangannya. Dia tak bisa bohong, jimin benar.
"Ahahaa aku tau itu, kita akan melakukannya lagi lain waktu", katanya sambil memeluk eunha dari belakang.
***
Selesai mandi, jimin dan eunha berpakaian. Jimin yang memakaikan eunha baju
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini jimin yang memasak, eunha hanya memperhatikannya di meja makan. Tersenyum melihat jimin memasak menggunakan baju kerjanya
"Ji~", panggil eunha
"Waeyo chagi?? Kau sudah lapar?? Sebentar lagi akan selesai. Kau ingin susu?? Aku akan buatkan"
"Kau tampan", jimin tertawa mendengar perkataan eunha, menggelikan memang ketika eunha berkata begitu, tapi hal random sekecil ini bisa membuat jimin salah tingkah
"Arra, cha!! Makanan sudah siap", jimin membawakan roti dengan selai dan secangkir susu untuk eunha dan teh untuk jimin. Mereka melahap makanannya
"Eunha-ya.. Sudah tidak terlalu sakit kan??"
"Hm.. I guess i can walk"
"Baguslah, tapi cepat sekali.. Biasanya itu akan membutuhkan waktu yang lama", ucapan jimin ambigu untuk eunha. Maksudnya biasa berarti dia sudah pernah melakukannya
"Ya!! Kau sudah pernah melakukannya sebelumnya?? Dengan siapa?!", jimin membelak matanya ketika eunha menggebrak meja. Sepertinya dia salah bicara
"A-ani.. A-aku tidak pernah melakukannya, baru ini", muka jimin terlihat lucu dengan mata yang bulat itu. Eunha ingin marah tapi sepertinya tak bisa, jimin terlalu lucu
"Ahahaa iya iya aku percaya"
***
Setelah selesai dari sarapan pagi yang indah ini, jimin berpamitan pada eunha
"Ji, jangan pulang larut ya?"
"Hm?? Hahaha nee, aku akan pulang cepat", dan diakhiri dengan kecupan dikening lalu dibibirnya