Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk"
Jimin yang sedang mengerjakan proyekannya diganggu dengan ketukan di pintunya. Ternyata itu sekretaris Cha. Dia tampak memegang beberapa kertas ditangannya
"Permisi pak. Maaf jika saya mengganggu"
"Oh?? Sekretaris Cha?? Ada apa??"
"Um.. Sore ini bapak ada jadwal rapat dengan perusahaan Kim"
"Oh?? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?? Aku tidak tau kalau ada jadwal rapat sore ini?? Jam berapa itu??
Sekretaris Cha melihat kearah kertasnya itu.
"Sekitar jam 4 pak"
"Baiklah. Aku akan datang nanti"
Yeri melihat Jimin. Jimin mengeluarkan ponselnya. Telihat sedang mengetikkan angka. Sepertinya dia akan menelpon seseorang.
"Halo?? Sayang??"
Yerin yang melihat Jimin mengatakan kata sayang ditelpon sedikit kecewa. Dia sudah punya kekasih ternyata. Itulab yang dipikirannya
"..."
"Aku akan ada rapat hari ini. Sepertinya rapat ini akan berlangsung hingga malam hari."
"..."
"Ya!! Kenapa kau berkata begitu?? Kau tidak mencintaiku lagi eoh??"
"..."
"Yaa!! Kau--"
Telponnya mati. Yerinsedikit senang karena sepertinya mereka bertengkar. Terlihat dari pembicaraan Jimin. Dan sepertinya yeoja itu juga sudah tidak menyukainya. Dia berpikir akan ada kesempatan untuknya mendekati Jimin.
"Um.. Pa-pak.. Maaf jika saya lancang, kalau boleh tau.. Bapak pergi kesana sendirian??"
Lihatlah. Gatel sekali dia kan?
"Um.. Kurasa begitu. Oh?? Tapi sepertinya aku akan kesusahan untuk mengerjakan berkas-berkas untuk rapat ini sendiri. Kalau begitu kau akan ikut denganku. Kau yang mengurusi berkas-berkas itu nanti"
Mendengar penuturan Jimin. Jantungnya seperti akan pecah. Pasalnya rencananya berhasil. Malah bisa dibilang dia beruntung karena Jimin lah yang mengajaknya terlebih dulu.
"Baik pak!! Jam berapa kita akan pergi??", Jimin yang melihat yerin kesenangan tertawa. Yerin yang baru melihat tawa Jimin benar-benar terpesona. Sepertinya dia sungguh jatuh hati dengan pria ini.
"Aku akan mengabarimu nanti?"
"Bagaimana caranya?"
"Kemarikan nomormu, agar aku bisa menginformasikan jadwal kesana nanti"
Jackpot! Yerin bahagia sekarang. Sungguh. Pintar sekali dia merangkai kata-kata ini. Dia menyatat nomornya dan memberinya pada Jimin.
"Baiklah.. Aku akan pulang sebentar lagi. Nanti akan kuberi tau. Kau bisa keluar sekarang"
"Baik pak!"
Ketika keluar. Yerin menyeringai. Mulai bermunculan rencana jahatnya untuk memperebutkan Jimin dari kekasihnya itu.
***
"Tok tok.. Sayang~ aku pulang~"
Jimin sudah seperti maling. Dia membuka pintu sangat pelan dan suaranya yang sangat kecil. Tidak ada jawaban dari Eunha. Seharusnya Eunha tau, karena tombol kunci pimtu itu bunyinya terdengar
"Eunha?? Sayang??"
Mencari keseluruh ruangan. Dan ternyata Eunha sedang tertidur dikamar. Didekatinya Eunha. Dan Jimin merasa Eunha memakai bajunya. Terlihat jika pakaian itu terlihat lebih besar dari ukurannya dan juga Jimin tau persis baju-bajunya. Serasi sekali warna pakaian Eunha dan ranjang ini. Keduanya putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Your Partner
RomanceApa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendengar kata JODOH?
