Begitu unik cara Allah membolak-balikkan hatiku. Hingga perasaanku jatuh pada sosokmu yang dingin bak tak ingin disentuh. Mungkin suaramu jarang mengalun merdu di telingaku. Tapi senyummu mampu membuat jiwa ragaku meluluh.
• Aisya Syahzeeqava •
¤¤¤¤
Malam ini, hujan turun begitu deras. Angin di luar terasa sangat dingin hingga hawanya menembus sampai ke dalam rumah. Nampaknya, hujan sedang rindu pada bumi, hingga malam ini ia turun dengan begitu derasnya karena ingin berpeluk mesra bersama bumi.
Di dalam kamar yang bernuansa abu-abu, di sana lah Aisya dan Meisya tengah berada. Aisya yang sedang asyik membaca buku sembari memakan camilan. Sedangkan Meisya yang sedang fokus duduk di depan laptop untuk menyelesaikan tugas kampusnya dengan ditemani secangkir kopi hangat. Ya, Meisya sangat menyukai kopi.
"Mei," Panggil Aisya.
"Hm?"
"Lo ngerjain apaan, sih? Lama amat nggak kelar-kelar dari tadi."
"Banyak, Aisy. Kenapa? Butuh sesuatu?"
"Enggak, sih. Heran aja gua."
"Heran kenapa?"
"Ya heran aja, akhir-akhir ini lo kelihatan rajin banget."
"Masa gitu doang lo heran, sih? Biasanya gua semales itu ya sampai lo heran kalau gua rajin?"
"Hahaha, ya nggak gitu juga kali. Ya gue seneng lihat lo rajin. Syukur-syukur kalau nular ke gue."
"Ya udah, kalau gitu lo kerjain tugas aja sana sekarang."
"Dih, orang gua kaga ada tugas."
"Lo kira gua nggak tau? Lo punya banyak tugas susulan kali. Mendingan lo kerjain daripada nambah banyak."
"Tumben lo bijak?"
"Gua cuma kasih saran."
"Nggak ah, gua pusing."
"Alasan banget lo. Gue tau ya, mana lo yang pusing beneran sama mana lo yang pura-pura pusing doang."
"Iya iya. Nanti deh gua kerjain, nggak sekarang."
"Kenapa nggak sekarang aja?"
"Sekarang mood gua nggak enak kalau dibuat ngerjain tugas. Ya daripada tugas gua salah semua, mending gua tunggu mood gua bagus dulu, kan? Baru deh gua kerjain itu tugas."
"Sampai kapan nunggu mood lo bagus?"
"Ya kaga tau gua juga."
"Alasan mulu lo. Bilang aja males."
"Iya, sih. Sedikit."
"Dilawan kali malesnya. Gimana kalau selesai kalau kerjaan lo ngumpulin mood mulu? Kaga ada habisnya."
"Iya iya, Meisya. Ntar gua kerjain, tenang aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Separuh Imanku
SpirituellesSequel "Sepertiga Malam Tentangnya" Baca dulu 👉🏼 "Sepertiga Malam Tentangnya" Ana uhibbuka fillah. Aku mencintaimu, karena kecintaanmu pada Allah. Kehidupan rumah tangga memang tak ada yang berjalan mulus. Pasti ada lika-liku yang mengiringi. Prob...
