DIA, AISYA?

321 33 2
                                        

Aku hanya bisa selalu menyemogakan pada-Nya. Agar hatiku dan hatimu saling terjaga. Lewat bisikan sepertiga malam ku meminta. Semoga Allah selalu rapatkan jarak kita.

•°•°•°•

Pagi hari ini, Savierra sudah sibuk bersama Nissa di dapur. Menyiapkan sarapan pagi untuk para suami. Nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya. Dengan tambahan kornet sapi kesukaan Azzam juga. Savierra begitu telaten menyajikan sarapan. Ia sedang berada pada fase goodmood. Karena itu, pagi ini ia ingin menyajikan yang terbaik untuk Azzam.

"Nis, udah nggak apa-apa. Istirahat aja sana. Udah begah ya rasanya?" Tanya Savierra sembari melihat Nissa yang beberapa kali mengusap keringat di pelipisnya.

"Waktu kamu hamil si kembar dulu, gini juga nggak sih, Sav?"

Savierra tersenyum sembari memotong sosis. "Iya lah. Namanya juga orang lagi hamil. Kamu harus banyak istirahat juga loh, Nis. Biar lancar sampe lahiran."

"Iya. Ini juga ringan-ringan aja kok, Sav. Masa iya aku nggak nyiapin sarapan buat Mas Azka. Hehehe."

"Kamu bisa minta tolong Bi Siti, Nis. Atau sekalian aku yang siapin semuanya juga nggak apa-apa. Kamu disini kan ibaratnya tamu. Harus dimuliakan."

"Aku nggak mau ngrepotin kamu ah. Masa udah numpang tinggal di rumah masih aja minta tolong ini itu."

"Hush, jangan ngomong gitu ah. Aku nggak ngerasa direpotin sama sekali. Aku sama Kak Azzam ikhlas kok. Lagian aku juga seneng kamu tinggal disini meskipun cuma sementara. Aku jadi nggak kesepian kalo Kak Azzam lagi di kampusnya."

"Makasih banyak ya, Sav."

"Sama-sama, Nissa."

"Ya udah yuk bawa ke meja makan. Azzam sama Mas Azka udah turun deh kayanya."

"Iya. Sini aku bantu."

Savierra dan Nissa menyajikan makanan di meja makan. Benar saja. Azzam dan Azka baru saja turun dan duduk di meja makan.

"Selamat pagi, sayang." Ucap Azzam sembari mengacak khimar Savierra.

"Selamat pagi juga. Nih, kesukaan Kak Azzam."

"Wah, paket lengkap nih. Pake kornet sapi."

"Kan Kak Azzam suka."

"Itu spesial, Zam. Semangat banget si Savierra nyiapin menu spesial." Sahut Nissa.

Azzam tersenyum, kemudian menatap Savierra. "Makasih ya, sayang."

Savierra pun tersenyum juga pada Azzam. "Sama-sama."

"Yuk yuk sarapan. Mas Azka, sini piringnya, aku ambilin nasi gorengnya."

Savierra, Azzam, Nissa, dan Azka sarapan pagi bersama. Pagi yang cukup baik.

"Oh ya, Sav, nanti ke supermarket yuk."

Savierra menoleh pada Azzam seakan bertanya "boleh?" Dan Azzam mengangguki sembari tersenyum.

"Beli apa ke supermarket, sayang?" Tanya Azka pada Nissa.

Separuh ImankuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang