Pagi hari ini, Savierra membuka mata dan mendapati Azzam sudah tidak ada di tempat tidurnya. Gemericik air didengarnya. Ternyata tengah di kamar mandi.
"Alhamdulillah,"
Savierra membuka selimutnya. Kemudian turun dari tempat tidur dan menghampiri anak kembarnya.
"Hahh, Arsy Arsyad belum bangun sayang?"
Savierra membelai lembut pipi Arsy dan Arsyad bergantian. Sedetik setelah itu Savierra tersenyum. Savierra membiarkan si kembarnya untuk tetap melanjutkan mimpinya. Lantas ia beranjak berdiri dan menyisir rambut di depan cermin.
Savierra tersenyum menatap dirinya di cermin. Ia banyak mengucap syukur pada Allah. Karena hingga saat ini, hidupnya masih penuh akan berkah dan rahmat-Nya.
Ceklek
"Keisya,"
Savierra menoleh. Mendapati Azzam dengan pakaian santainya sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kering seusai mandi. Lagi dan lagi Savierra dibuat tersenyum.
"Udah selesai mandinya?"
"Udah."
"Maaf ya Kak Azzam, tadi habis shubuh ketiduran lagi."
"Nggak papa. Aku tau kamu capek nemenin Arsy Arsyad semaleman."
"Maaf juga,"
"Kenapa?"
"Pagi ini jadi Bi Surti yang nyiapin sarapan. Maaf banget ya Kak Azzam."
"Ngapain minta maaf. Nggak masalah, Sya."
"Padahal kan ada Azka sama Nissa. Aku malah nggak nyiapin makan buat mereka."
"Udah ah. Mereka pasti ngertiin kok."
Savierra kembali menghadap cermin. Kembali menyisir rambutnya.
"Sekarang kamu hobi nyisir rambut ya?"
"Hehe, nyaman aja. Kenapa?"
"Aku suka liat kamu nyisir rambut."
"Oh ya? Kenapa suka?"
"Ya suka aja. Aku suka rambut kamu. Aku suka semua tentang kamu."
Azzam memegang kedua bahu Savierra. Kemudian memutar balik tubuh Savierra, memposisikan menjadi berhadapan dengannya. Azzam tersenyum, begitupun Savierra.
"Aku rindu kamu, Sya." Azzam memeluk tubuh Savierra. Savierra pun menerimanya. Dapat diciumnya aroma tubuh Azzam yang selalu disukainya.
"Kan tiap hari ketemu,"
"Nggak tau. Aku rindu kamu intinya."
"Ngomongnya kayak habis kepisah jauh aja."
"Aku nggak akan mau jauh-jauh dari kamu, Sya. Kamu juga jangan jauh-jauh dari aku ya,"
"Tuh kan, jangan ngomong yang aneh-aneh deh Kak. Aku nggak kemana-mana."
"Aku juga nggak akan kemana-mana, Insya Allah."
"Ya udah. Jangan jauh-jauh deh kalo gitu, hehehe."
"Hmm. Si bayi masih pada tidur?"
"Iya. Tadi aku liat."
"Ya udah Alhamdulillah."
"Kenapa emangnya?"
"Aku pengen berdua sama kamu."
"Hah? Kayak pengantin baru aja ih."
"Ya nggak papa kali. Kan emang harus gitu."
"Cari kesempatan nih ceritanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Separuh Imanku
SpiritueelSequel "Sepertiga Malam Tentangnya" Baca dulu 👉🏼 "Sepertiga Malam Tentangnya" Ana uhibbuka fillah. Aku mencintaimu, karena kecintaanmu pada Allah. Kehidupan rumah tangga memang tak ada yang berjalan mulus. Pasti ada lika-liku yang mengiringi. Prob...
