A Lot Like Love

433 54 9
                                        

Faith menjulurkan kepalanya melalui celah pintu kamar Hyukjae dan melihat Daddy-nya itu sedang kesulitan untuk memasang dasi. Hari ini adalah hari pertama Hyukjae mengisi jabatan Creative Director E&C Contents, jabatan yang dulu diduduki oleh Joy.


"Daddy...." panggil Faith. Hyukjae mendongak dan tersenyum saat melihat bayangan Faith lewat cermin yang ada di hadapannya.


"Kenapa? Apa Melody menangis?" tanya Hyukjae. Faith menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendekati Hyukjae.


"Melody sedang bermain dengan Harabeoji."jawab Faith. Dia mengamati Hyukjae yang bolak-balik membongkar pasang dasi yang melingkar di kerah kemejanya.


"Daddy butuh bantuan?" tawar Faith.


"Kamu bisa melakukannya?" tanya Hyukjae takjub. Faith mengangguk. Dia berjalan mendekati Hyukjae lalu mengambil alih untuk memasangkan dasi Hyukjae.


"Mommy yang mengajarkannya padaku. Kata Mommy, aku harus bisa melakukan ini sendiri. Daddy tahu? Salah satu mimpi Mommy itu memasangkan dasi untuk suaminya setiap pagi..."


"Benarkah? Pantas saja Mommy-mu dulu paling semangat kalau Daddy harus menggunakan setelan jas. Dia akan marah kalau ada orang lain yang memasangkan dasi di kemeja Daddy..." kenang Hyukjae sambil tersenyum lebar.


Faith mengerutkan dahinya saat fokus untuk mengingat langkah-langkah yang diajarkan Mommy-nya dulu. Setelah sepuluh menit, dasi Hyukjae yang berantakan sudah terpasang rapi di balik kerah kemejanya.


"Selesai...." gumam Faith.


"Gomawo my princess...." ucap Hyukjae. Dia memutar tubuhnya kembali menghadap ke cermin lalu merapikan kemejanya. Faith kembali membantu Hyukjae dengan mengambilkan jasnya yang tergeletak di atas tempat tidur.


"Tumben.... Pasti kamu ada maunya..." ucap Hyukjae sambil menatap tajam ke arah Faith.


Faith tertawa gugup. "Eumhh.... soal audisi itu Dad...." cetus Faith.


Hyukjae menghela napas panjang. Dia mengambil jas dari tangan Faith lalu mengenakannya. Setelah merasa penampilannya sudah sempurna, Hyukjae memutar tubuhnya sampai berhadapan dengan Faith lalu meletakkan kedua tangannya di pundak Faith.

"Untuk soal audisi itu biar Daddy bicarakan dulu dengan Samchondeul-mu...." jawab Hyukjae. Faith mengerang pelan.


"Kenapa harus dibicarakan dengan mereka?"


"Karena mereka menyayangimu. Mereka juga bukan orang baru di industri ini. Cepat atau lambat, mereka akan tahu soal audisi yang kamu ikuti ini. Daddy pikir, akan lebih baik kalau mereka mengetahui hal ini langsung darimu atau dari Daddy."


Faith memutar kedua bola matanya.


Benar juga.


Dia tidak boleh meremehkan jaringan Super Junior. Setelah dia muncul saat tahap akhir audisi nanti pasti semua Samchondeulnya akan segera mengetahuinya.


"Tapi Daddy harus bilang pada mereka untuk tidak ikut campur selama audisi nanti. Aku juga tidak mau ada yang tahu kalau aku ini anak Eunhyuk Super Junior..."


"Loh.... Kenapa? Kamu malu pada Daddy ? Terus, bagaimana kamu mengisi form pendaftaran audisi itu?"


"Aku tidak mencantumkan nama Mommy dan Daddy. Aku menulis mendiang Nana sebagai waliku." jelas Faith.


Hyukjae seperti terkena sengatan listrik saat mendengarkan penjelasan Faith. "Jadi kamu menulis kalau kamu yatim piatu begitu?" tanya Hyukjae terkejut.


MelodyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang