Providentia Dei

303 58 12
                                        


Suara dentingan dari gelas yang sengaja saling di adukan mengisi ruang makan private yang sengaja di pesan oleh Jakson untuk merayakan debut Faith.

Di dalam ruangan itu Jakson hanya berdua dengan Faith.

"Maaf terlambat mengucapkan selamat atas debut mu, Faith. Kamu tahu sendiri kan, kamu mendadak jadi sangat sibuk ke sana kemari untuk kepentingan promosi. Dan, ya jujur saja, kita memang harus memanfaatkan kesibukan barumu itu supaya lebih banyak orang yang mengenalmu dan karyamu..."ucap Jakson setelah meminum jus anggurnya.

Jakson sengaja memilih jus anggur di bandingkan wine, karna dia masih ada kegiatan setelah ini dan tentu saja Faith masih belum di izinkan meminum minuman beralkohol.

"Tidak apa Direktur Wang. Terimakasih untuk makan malamnya" ucap Faith sopan.

Jackson tersenyum simpul dan mengangguk.

"Apa kamu sudah memikirkan apa nama untuk fandom mu nanti ? Ku lihat, sudah cukup banyak penggemar mu.."

Faith menggelengkan kepalanya. Ia tidak berpikir sejauh itu. Niatnya menjalani audisi saja sebenarnya hanya untuk tau mengapa orang-orang terdekat begitu ingin menjadi seorang idola.

"Mau ku carikan?" Tawar Jakson.

Faith tak menyahut. Ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia sudah debut, ia sudah jadi artis, lalu sebenarnya apa yang ia cari?

"Faith.." panggil Jackson.

"Ah.. oh.. ya? Kenapa Direktur Wang? Maaf saya sedikit tidak konsentrasi"

Bukannya kesal atau marah, Jackson justru kembali tersenyum.

"Cah... Kalau begitu sudah saatnya untuk menunjukan hadiah debut utama mu." cetus Jackson sambil bertepuk tangan sekali.

"Hadiah?" dahi Faith mengernyit.

Tangan Jackson meraih ponsel di tangannya. Ia nampak mengirimkan pesan pada seseorang.

"Ini alasanku tidak mengajak Ashley, manajermu,  atau yang lain untuk makan malam ini." ucap Jackson sesaat setelah dia selesai mengirimkan pesan di ponselnya.

Faith semakin bingung.

"Enjoy your time, Faith....." sambung Jackson sembari tersenyum dan menaik turunkan alisnya.

Faith baru mengerti apa yang di katakan oleh Direktur agensinya itu saat pintu ruangan privat terbuka dan masuklah beberapa orang yang sangat di kenal dan dirindukan oleh Faith.

"Eonni.." panggil Melody riang. Melody yang semula berada dalam gendongan Hyukjae pun memaksa meminta di turunkan. Hyukjae menuruti keingan Melody, tentu saja setelah di turunkan Melody berlari ke arah Faith dan memeluk kaki Faith.

"Ody... Eonni rindu" ucap Faith dengan mata berbinar-binar. Karna senang melihat orang-orang tersayangnya datang.

Sejak debut, jangankan bertemu. Menghubungi lewat telepon saja Faith tidak sempat. Selain karena kesibukan promosi untuk debutnya,  Faith juga harus lebih berhati-hati karena banyak mata sedang terfokus ke arahnya.

Jackson berdiri dari kursinya. Ia menghampiri Hyukjae dan Jungsoo yang juga datang bersama Melody.

"Terimakasih, Jackson. Aku sangat menghargai kesempatan ini..." ucap Hyukjae.

"Sama-sama, sunbaenim.. Silahkan menghabiskan waktu dengan Faith. Tapi sebelum jam 10 mohon kembalikan Faith ya sunbaenim. Dia salah satu aset besarku sekarang...." gurau Jackson.

MelodyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang