He lost his joy
His daughter lost her faith
But they are forget that love is a melody
Highest rank :
#1 in Eunhyuk 18 April 2022
#1 in Hyukjae 30 November 2023
#2 in suju 31 Desember 2024
#1 in suju 07 Januari 2025
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hyukjae terpekur memandang foto Joyfull yang dipajang di meja penghormatan ruang persemayaman. Air matanya sudah habis karena tidak berhenti menangis sejak semalam. Hatinya terasa hampa saat menyadari Joy kembali meninggalkannya. Tapi kali ini, Joy bukan pergi ke tempat yang bisa dijangkau oleh Hyukjae. Joy pergi jauh ke tempat yang hanya bisa didatangi oleh Hyukjae saat waktunya di dunia yang fana ini sudah usai.
Hati Hyukjae semakin berdenyut nyeri saat kenyataan- kenyataan lain mulai memenuhi pikirannya. Kepergian Joy untuk selama-lamanya membuat dia juga akan kehilangan banyak hal yang selama ini selalu dia dapatkan dari Joy.
Tidak akan ada lagi senyum manis Joy yang menyambutnya saat dia kembali dari hiruk pikuk industri hiburan.
Tidak ada lagi omelan tanpa jeda dari Joy bila Hyukjae melemparkan pakaian kotornya sembarangan.
Tidak ada lagi teriakan Joy yang frustasi setiap kali Hyukjae berdebat dengan Faith meskipun sebenarnya yang mereka perdebatkan hanyalah hal-hal remeh. Tapi bagi Hyukjae, perdebatannya dengan Faith termasuk salah satu caranya agar bisa tetap waras menghadapi tekanan sebagai seorang Idola.
Semalam Joy meninggalkan Hyukjae selama-lamanya. Joy menyerah dengan pertarungannya melawan maut saat berusaha melahirkan buah cintanya bersama Hyukjae yang hadir setelah tiga tahun pernikahan mereka.Sebuah rahasia yang disembunyikan Joy selama mengandung anak keduanya dengan Hyukjae baru terungkap setelah Joy tidak sadarkan diri saat kehamilannya menginjak usia delapan bulan.
Joy tidak pernah memberitahukan kepada Hyukjae tentang diagnosa dokter bahwa Joy mengalami pembekuan darah dalam pembuluh darah vena yang disebabkan oleh usia Joy yang termasuk tinggi untuk mengandung. Hanya ada dua pilihan yang diberikan oleh dokter untuk Joy. Bila diterapi, maka Joy harus menghadapi resiko pendarahan dan janin yang tidak berkembang. Bila Joy tidak ingin diterapi, maka kemungkinan untuk terjadi komplikasi dan kematian bagi ibu akan semakin tinggi.
Joy memilih untuk meneruskan kehamilannya tanpa melakukan terapi apapun untuk mengobati pembekuan darah yang dia alami. Hyukjae mengutuk dirinya sendiri karena tidak melakukan apapun saat dia melihat Joy sering meringis kesakitan pada bagian paha dan tungkai sebelah kiri. Hyukjae berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang normal bagi wanita hamil. Saat Joy sedang mengandung, Hyukjae sedang sibuk mempersiapkan album baru grup dan menjajal profesi barunya sebagai performance director untuk semua konser yang dilakukan oleh penyanyi solo maupun grup yang berada dalam naungan Agensi mereka. Ditambah lagi dengan kontrak Hyukjae sebagai MC beberapa program variety show. Membuat waktu Hyukjae sebagian besar tersita karena pekerjaan.
Hyukjae dan Faith baru mengetahui semuanya semalam. Dia menyesal membuat Joy harus menahan rasa sakit sendirian. Andai saja dia tahu sebelumnya, Hyukjae akan memaksa Joy untuk menggugurkan kandungannya. Joy lebih berharga buat Hyukjae. Tiga tahun yang dilewatkan Hyukjae bersama Joy terasa sangat singkat.