Assalamu'alaikum everybody guys):
Gimana kalian kangen updetan Mimin gak?
Fhfh.....Btw Mimin mau ucapin Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya guys♥️
Maafkan kata² Mimin yang kurang baik maupun typo² Mimin yang sangat amat meresahkan xixixi....
Walaupun masih dalam musim pandemi,semoga kita senantiasa saling memaafkan.
Ok! Karena Mimin lagi good mood jadi Mimin putusin buat up hari ini. Buat ngobatin rindu kalian terhadap LesLar Family💕
Kalau boleh tau kalian ini kangen sama siapa sih?
~Kei
~Zea
~Aal
~Ele
~Ica
~Jenna
~BundaLes
~AyahBi
~Uncle Eno
~Uncle Adlin
~Abah Valdi
Atau siapa????
Jangan lupa Vote & Coment🎈
"Bilang aja mau marah-marah". Ceplos Jenna tiba-tiba
"Siapa bilang?". Bohong Kei. Karena gak mungkin kan kalau jujur didepan bunda sama mami.
"Ya udah yuk langsung milih aja, soalnya stok di gudang masih banyak!". Ajak Lesti.
Setelan satu jam lebih mereka sibuk memilih kain akhirnya mereka sepakat memilih kain dengan motif batik warna ungu.
Sore harinya setelan mandi Lesti duduk bersantai di sofa kolam renang sembari menikmati coklat panas. Tak lama kemudian kelima anak Lesti datang dan ikut duduk.
"Tumben kalian akur?". Memang kejadian seperti ini langka terjadi apalagi mengingat jam kerja Kei yang sangat padat.
"Lagi pingin aja Bun. Bentar lagi kan puasa,Zea mikir aja gitu masa tiap hari berantem terus padahal itu hal yang gak jelas". Entah dapat angin dari mana tiba² Zea berucap seperti itu.
"Iya Bun apalagi Abang kan mau nikah dan itu tentunya bakal jarang lagi kan ngumpul sama bunda,sama ayah sama kalian". Seperti planning awal memang nanti setelan menikah Kei dan Jenna bakalan tinggal sendiri di rumah baru yang belum lama ini Kei beli seharga 17 Miliar.
"Kata Mrs. Andinia sesama saudara kandung itu gak boleh terus²an debat Bun,harus rukun,gak boleh berantem". Ica yang baru berusia 7 tahun pun ikut bersuara.
"Aal sama Ele ngikut ya Bun,,udah kehabisan kata² solanya xiixxii".
"Kenapa sih kalian selalu bikin bunda gak bisa jauh dari anak-anak bunda ini?". Ucap Lesti memeluk kelima anaknya.
"Lho kok pelukan ayah gak diajak sih?". Kedatangan Billar itu sedikit merubah suasana khidmat antara ibu dan anak yang sedang berpelukan itu.
"Ih ayah ganggu tau,kita kan lagi mellow mode on". Timpal Ele.
"Mellow? Kok mellow,emang kalian kenapa?". Tanya Billar bingung pada anak² nya itu.
"Biasa sayang kan bentar lagi bulan ramadhan,dan merek itu pingin ngerubah sikap,dan mereka gak mau berantem ²an lagi kaya kemarin²". Jelas Lesti pada sang suami.
"Hmhmhm....habis lebaran Abang nikah,gak ada partner geluddddd lagi dong?". Monoton Zea pada dirinya sendiri.
"Kakak gak boleh geluddddd! Apalagi sama Abang sendiri. Dosa tau". Nasehat Ica pada kakaknya itu.
"Apa sih de? Kamu masih kecil gak tau". Sarkas Zea.
"Bener kakak,kata Bu guru sesama saudara kandung itu gak boleh geluddddd. Nanti kalau kak Zeze masuk neraka gimana? Terus gak ketemu ayah bunda?". Entah dari mana Ica belajar,gadis kecil itu seolah-olah seperti anak dewasa yang tau segalanya.
"Eh cantik,kok kamu bisa ngomong gitu siapa yang ngajarin? Pinter banget kamu sayang". Ucap Billar,mengacak pelan rambut panjang Ica.
"Selain Bu guru,bunda juga suka ngajarin Ica ayah, kata bunda juga Ica gak boleh niru kakak sama Abang kalau lagi berantem. Katanya kalau bisa kita harus misahin". Jelas Ica pada sang ayah dan sedikit menirukan bagaimana sang bunda berbicara.
"Tuh dengerin Abang,kakak Ica aja anak kecil ngerti". Sindir Ele melirik tajam kearah Zea dan Kei.
"Diem loe pacarnya Rickie". Ceplos Zea asal.
"Rickie? Rickie siapa coba?anaknya pak Gary?".
"Eleh....yang kemarin dibeliin coklat siapa si Aal? Homo dong?". Jawab Zea sedikit tertawa.
"Zea,Ele baru adiknya diem ngomong,eh kalian malah ribut lagi". Lesti yang melihat kedua anaknya sama² debat pun hanya bisa bergeleng² kepala.
"Rukiah aja Bun biar setan yang ada ditubuh Zeze keluar semua,mungkin setanya engap di dalem tubuh Zeze,kan Zeze banyak dosa". Usul Kei lalu pergi meninggalkan mereka.
"Padahal tadi niatnya Zeze udah mau baikan,eh si Abang laknat bikin ulah lagi,,udah deh gak jadi".
Anak² pun pergi ke kamar masing² terkecuali Ica. Gadis kecil itu memilih untuk makan bersama bi Sri.
"Lihat Bun anak² kamu itu! Kalau ada pada ribut tapi kalau gak ada dicariin malah kadang Ampe ada yang nangis".
Pernah dulu Ele pulang larut malam dan Ica sampai menangis karena tidak ada Ele dirumah,gadis kecil itu berkata bahwa ia takut jika Ele tidak pulang.
"Sekarang mereka udah besar² ya sayang. Gak kerasa udah lama juga ya umur pernikahan kita". Ucap Lesti memeluk sang suami erat.
"Dan gak mudah juga ya kita ngelewatin ini itu sama². Bahkan sampai mau pisah juga ya? Tapi alhamdulilah Karen kekuatan cinta Lesti Billar akhirnya kita bisa bertahan sampai saat ini juga.
"Thank you dear for wanting to accompany you and your children to this point, until the children grow up. You hope that we will age together and even we will continue to be together until later in heaven. I love you dear!". Ucap Billar penuh makna. Manik matanya pun tak lepas dari tatapan tajam sang istri.
"Thank you too dear for coming at the right time. I also love you". Balas Lesti tak kalah romantis.
.
.
.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐋𝐞𝐬𝐥𝐚𝐫
Conto𝓒𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓛𝓮𝓼𝓵𝓪𝓻 Support author dengan cara: ✅ Follow ✅ Vote ✅ Comment & Share
