Suara siulan yang bersenandung dalam irama salah satu lagu Bollywood yang fenomenal di masanya itu terdengar mengalun tiada henti. Lagu yang menjadi ikon dari film yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan dan Aishwarya Rai. Apalagi kalau bukan lagu Humko Humise Chura Lo di film Mohabbatein?
Ckckck.
Dan sebagai peringatan, tidak perlu bertanya bibir siapa yang bersiul sedari tadi itu. Jawabannya hanya satu. Ryan.
Aneh bin ajaib, tapi memang Ryan-lah orang yang mewarnai pagi cerah di Floral Garden dengan senandung lagu India tersebut. Seraya mengaduk-aduk sekam bakar dengan kompos dan tanah dalam perbandingan yang seimbang, ia terus saja bersiul. Hingga membuat dua orang karyawannya menjadi saling lirik. Sesekali melihat ke atas langit sana. Khawatir mendadak akan turun hujan lebat disertai oleh petir menggelegar. Amit-amit, jangan sampai mendadak ada kiamat lokal di sana.
"Bos ...."
Pada akhirnya, Sahrul buka suara juga. Membuat Ryan menoleh, tapi tak menghentikan siulannya. Hanya matanya saja yang menyiratkan sorot: apa?.
"Bos lagi dapat rezeki nomplok ya?"
Ryan terdiam. Siulannya berhenti seketika. "Eh? Maksudnya?"
Sahrul melirik pada Anton dan temannya itu pun menimpali.
"Bos dari datang tadi keliatan yang seneng banget gitu. Siul-siul nggak tau nyanyiin lagu apa aja."
"Benar kan? Bos lagi dapat rezeki nomplok kan?"
Mendapati pertanyaan seperti itu dari Sahrul dan Anton, mau tak mau membuat siulan Ryan tergantikan oleh tawa
"Hahahaha. Kalian ini ada-ada aja."
Kedua orang karyawan Ryan itu hanya mencibir seraya terus mengaduk-aduk media tanam tersebut dengan menggunakan tangannya.
"Bos, ada rezeki nomplok nggak bagi-bagi ... bisa pamalik," kata Anton. "Ntar rezekinya nggak berkah."
"Sembarangan aja!" tukas Ryan.
Mata cowok itu mengerjap beberapa kali sementara benaknya berpikir.
Aku seneng gini kan karena abis melewati hari Sabtu yang cerah bareng Vanessayang. Walau cuma di kebun jagung sih. Tapi, coba lihat. Dari sekian banyak cowok dan mahasiswa yang bisa ia minta pertolongannya, eh ... dia malah ngajak aku dong. Dan belum lagi malamnya. Aku bisa bobok bareng lagi sama Dinda Vanessayang.
Ryan tertegun. Menyadari sesuatu.
Ya kali Dinda aku mau dibagi-bagi.
Sorot mata Ryan berubah tajam pada Sahrul dan Anton.
"Sampai dunia kiamat, aku nggak bakal mau bagi-bagi."
"Oooh ...."
Sahrul dan Anton saling pandang, lalu tawa mereka pecah. Kedua orang cowok itu tentu mengerti dengan jelas sebab perkataan Ryan tersebut
"Dapat cewek baru ya, Bos?"
"Cewek mana, Bos?"
"Cieee .... Bos udah punya pacar sekarang ya?"
"Anak mana, Bos? Pasti cakep ya?"
Dibombardir pertanyaan seperti itu membuat Ryan menjadi salah tingkah. Dirinya mendadak bingung harus menjawab atau justru memasang wajah sok tidak terjadi apa-apa. Yang mana kemudian justru membuat ia tersenyum malu-malu. Membuat tawa Sahrul dan Ryan semakin pecah saja.
"Wah! Beneran!"
"Bos beneran udah punya pacar ya!"
Ingin menggaruk kepalanya, tapi tangannya kotor. Maka Ryan hanya bisa meremas-remas sekam bakar saja sebagai gantinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kuliah Tapi Menikah 🔞 "FIN"
RomanceJudul: Kuliah Tapi Menikah Genre: Romantis Komedi Manis (18+) Status: Tamat Cerita Kedua dari Seri "Tapi Menikah" Buat yang belum dewasa, sangat tidak disarankan untuk membaca! ********* "BLURB" Masa sih menikahi dosen sendiri? Yang benar saja. Riz...
