♪ Never Goodbye - NCT DREAM
•
•
•
•
"Nan, kenapa ngelamun terus?" Tentu Dinda khawatir. Sedari tadi pagi, Nanda tidak berbicara apapun. Nanda terus terdiam dan melamun. Bahkan, terkadang air matanya nya juga mengalir pelan.
"I'm Okay."
Dinda menghela nafasnya. Sebenarnya ia sudah tau dari Yudha tentang penyebab Nanda menjadi sedih. Tapi,ia ingin mendengar secara rinci dari mulut sahabat nya itu."Yakin ga mau cerita sama bestie kamu ini?"
Nanda menoleh. Ia langsung memeluk Dinda. Lagi-lagi ia menangis membuat Dinda semakin bingung."Nan,kenapa si!? Cerita dong. Ini karena Bang Gerry ya?"
Nanda melepaskan pelukannya. Ia mengangguk lemah."Rasanya hati Nanda udah ga kuat. Rasanya kalo terus dipaksa,hati dan perasaan Nanda lama-lama bisa sakit dan hancur banget."
"Nan. Kalo mau nyerah, nyerah aja. Jangan terlalu dipaksakan. Bang Gerry pernah bilang kan,kalo kamu jangan nyakitin hati dan diri kamu sendiri. Nah sekarang waktunya kamu berhenti melakukan itu."
"Darimana Dinda tau?"
"Bang Yudha pernah cerita. Soalnya Bang Yudha sempet nanya ke aku. Kira-kira aku tau apa ga soal masalah kamu sama Bang Gerry. Terus aku bilang kalo aku ga tau."
Nanda menghela nafasnya berat."Aku ga bisa nyerah Din. Hati aku juga rasanya sakit waktu pas denger kata menyerah. Otak aku mungkin setuju,tapi hati aku enggak setuju. Rasanya sama-sama sakit."
"Terserah kamu,Nan. Kamu kan batu banget. Aku cuma ga mau nantinya kamu makin sakit dengan perlakuan Bang Gerry ke kamu. Coba aja pelan-pelan."
"Liat nya nanti deh."
Waktu istirahat tiba. Nanda memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke taman kampus sebentar. Tapi, pandangan nya tertuju pada Mading Kampus yang terlihat sangat ramai. Ia akhirnya pergi menuju Mading Kampus untuk melihat apa yang ditempel di sana. Siapa tau ada info penting.
"Ei! Ei! Ini ada apaan si!? Kenapa rame-rame gini!?" Nanda mencoba memecah kerumunan di Mading Kampus karena Mahasiswa-mahasiswi yang berdesak-desakan."Ada apaan sih!? Kenapa sampe desak-desakan gini!?" Tanya Nanda pada salah satu Mahasiswi bernama Chika.
"Itu baru aja di tempel jadwal Ujian Semester. Biasa lah mereka kan males liat di grup,jadi nya desak-desakan kek begitu deh." Kata Chika.
"Bakal di share di grup?" Tanya Nanda memastikan dan langsung dibalas anggukan oleh Chika. Ia malas jika harus berdesakan dengan para Mahasiswa-mahasiswi di Mading Kampus.
Baru saja ingin keluar dari desak-desakan Mahasiswa-mahasiswi, Nanda kehilangan keseimbangan nya. Ia terjatuh dari atas tangga. Apalagi Mading Kampus dekat dengan Tangga. Dan karena tak melihat, Nanda terjatuh dari atas tangga.
"ADUUHHH!!"
Hal itu langsung menarik atensi Mahasiswa-mahasiswi di sana. Mereka syok sekaligus terkejut karena Nanda jatuh. Mereka jadi merasa bersalah karena berdesakan jadi ada korbannya.
"WOI PANGGIL PETUGAS PMR!!"
"WOI TOLONGIN NANDA!!"
Para Mahasiswa turun ke tangga untuk menolong Nanda dan membawanya ke Unit Kesehatan Kampus. Tapi, langkah mereka telah didahului oleh Gerry.
Cowok itu berjalan ke arah Nanda. Dengan gerakan cepat, Gerry menggendong Nanda dan membawanya ke Unit Kesehatan Kampus. Mahasiswa-mahasiswi lain hanya bisa melihat nya melongo tak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GERRY ALEXANDRE
Teen Fiction"Bang Gerry mulai sekarang Nanda panggil Geger ya." "Gak.Ngaco Lo!?" "Bang Geger.Tunggu!" "Berisik Lo!" "Nanda pulang sendiri aja.Bye!!!" "Gue anter.Ga terima penolakan.Naik!!" "Nanda pengen Bang Gerry tetep disisi Nanda hari ini dan selamanya.Nanda...
