Semua perencanaan Reno sudah hampir mencapai titik akhir. Tinggal menunggu kehadiran tamu-tamu spesial. Di gudang yang tersembunyi dan agak terpencil akan menjadi saksi dimana mereka mendapat hukuman setelah apa yang pernah mereka perbuat.
Reno tersenyum cerah, dia menganggap ini cara terbaik melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu terburuk bagi keluarga besarnya. Setidaknya dengan begini, mereka bisa memulai hidup dari awal tanpa melihat ke arah belakang.
Di tempat ini, Reno sudah menyiapkan sekitar kurang lebih 30-an orang untuk berjaga. Mulai dari bagian luar sampai dalam ruangan. Ini dilakukan untuk memperketat penjagaan. Apalagi, disini minim lampu dan penerangan. Sudah seharusnya dia tak boleh lengah dengan siapapun yang mendekat ke area ini.
Intinya, siapapun yang datang kemari tanpa diundang juga akan mati di dalam genggamannya. Bagaimanapun, citra dirinya dipertaruhkan. Terutama, keluarga Ardisyah malah mendapat kecaman atau komentar buruk dari banyak pihak.
"Jian udah siap, belum?"
Akhir kata Reno tersenyum penuh makna, akan ada ending yang dia nanti-nanti. Namun, kali ini jauh lebih dramatis lagi, akan sangat menarik.
"Maksud lo??"
Tanya Jian bingung, mengerutkan alis.
"Tunggu dan lihat saja"
Jian menggigit bibir bawahnya semakin gelisah, entah apa yang akan terjadi. Dia sudah pasrah dengan semua yang Reno minta. Tak ada kemungkinan, untuk keluar dari sini selamat jika nekat.
Di segala penjuru mata, Jian melihat anak buah Reno sedang berjaga. Bahkan, dengan semacam pistol dan benda tajam lainnya seperti orang mau perang.
Sesekali mata Jian tertuju pada Papa Leo, yang juga diam menunduk dan tak bisa berbuat apa-apa hanya duduk di kursi dengan kondisi kedua tangannya terikat ke belakang. Menurut Jian ini juga agak keterlaluan, bekas darah bercucuran dan memar tak diobati sama sekali sejak tadi siang.
Tatapan Jian sendu seakan berkata,
Maaf, Om Jian gak bisa bantu
Mereka sama-sama terjebak, sehingga hal terpenting bagi Jian sekarang adalah menyelamatkan diri masing-masing. Dia dianggap egois pun, tidak masalah ini menyangkut nyawa dan kehidupannya sendiri. Dia harus keluar hidup-hidup apapun yang terjadi.
💙💙💙
Setelah menunggu lebih dari satu jam lamanya, tamu-tamu spesial Reno mulai berdatangan silih berganti. Mulai dari Aline dan Mama Riska.
"Tolonggg" Teriak Aline,
"Tolonggg" Teriak Mama Riska lagi, tak kalah nyaring.
Mereka berdua saling berteriak seperti bersahut-sahutan, dan meronta segera dilepaskan. Namun, tetap saja dengan sedikit pukulan mereka diseret paksa masuk ke dalam ruangan.
Secara tak sengaja tatapan Mama Riska dan Aline jatuh pada seseorang. Seketika dibuat membisu saat melihat bagaimana kondisi orang tersebut. Apalagi, ini juga pertama kali mereka bertemu setelah beberapa bulan.
Ini malah menjadi kesempatan emas, bagi anak buah Reno menyeret dan mengikat mereka berdua di kursi.
Sampai di titik dimana Mama Riska tak kuasa meneteskan air mata, dia sungguh tak tega melihat suaminya se-menderita ini. Wajahnya babak belur dan penuh darah.
Padahal, ini adalah pertemuan mereka pertama kali setelah sekian lama, tapi malah berakhir begini. Menyedihkan.
Namun, Mama Riska tetap bersyukur setidaknya mereka bertemu juga.
Tak sedikitpun, tatapan Mama Riska bisa teralih dari sang suami. Dia sungguh merindukan kehadiran sosok tersebut disisinya. Bahkan tatapan mereka saling beradu, meluapkan rasa rindu satu sama lain.
"Bagaimana Tante Riska?? Sudah cukup bahagia kan kalian?" Tegur Reno, mencoba menghentikan interaksi mereka berdua yang memuakkan.
Mama Riska terdiam, acuh. Dia pun tak tahu-menahu tiba-tiba berada disini sampai dipaksa segala.
"Oke, anda belum mengenal saya kan"
Reno menganggukkan kepala berulang kali, dia belum memperkenalkan diri.
"Saya anak yang telah ditelantarkan suami anda" Katanya penuh penekanan, dan terakhir senyuman sinis.
"Dari keluarga Ardisyah" Tambah Reno lagi, tak lupa tatapan tajam menusuk terkhusus pada Mama Riska.
Seseorang yang sudah dianggap Reno sebagai perusak hubungan keluarganya.
Mama Riska menghembuskan nafas gusar, dirinya tak menyangka bahwa keputusan menikah lari malah menjadi keputusan yang salah dan memberikan dampak sejauh ini bagi orang lain.
Padahal, mereka berdua hanya punya satu keinginan kecil memulai hidup bersama hingga tua. Dan, melupakan embel-embel semua pihak keluarga tak menyetujui hubungan mereka. Intinya, mereka berdua sudah cukup lengkap dengan kehadiran satu sama lain.
Oke sekian cukup lah yaa
Berikan vote dan komen
See you next part
Suka enggak
Gimana part kali ini cukup pendek yaa hehe???
💙💙💙
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUTUBER, MY PARTNER (SELESAI)
Romantiek(LENGKAP) CERITA KETIGA... HARAP FOLLOW DULU... PLISS VOTE AND KOMEN YAA.. PLUS JANGAN LUPA SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN MAKASIHHH DON'T COPY PASTE Baca dulu siapa tahu ketagihan🤣 Usahakan sampai puluhan part bacanya biar tahu gimana serunya hehe�...
