National Science Olimpic akan diselenggarakan 2 hari lagi tidak terasa waktu begitu cepat karena banyak sekali drama-drama dalam setiap harinya, dari mulai Pak Handoko lupa menyimpan file prediksi soal hingga drama percintaan antara Friska yang selalu bertingkah hingga membuat Vino cukup terganggu fokusnya, ditambah dengan David yang selalu siap siaga untuk Aleena,huft.
Hari ini mereka ber 6 sudah mulai dispensasi full hingga tidak memasuki kelas untuk belajar bersama yang lain, mereka sudah berada di ruangan seperti biasanya terkecuali David yang ntah tak tau kemana tapi tak ada yang menghiraukannya karena sibuk dengan urusannya masing-masing.
Aleena yang sudah siap di bangkunya dengan kertas-kertas soal di mejanya, namun Aleena masih belum bersemangat untuk mengerjakannya hingga memutuskan untuk tidur sejanak karena memang masih pagi pula, Aleena menyatukan lembaran kertas itu lalu menimpa dengan tanganya sebagai bantalan untuk tidur,
Di lain sisi ada sepasang mata yang sedari tadi curi-curi pandang untuk memperhatikan Aleena memastikan kalau ia baik-baik saja,
Ting!
Muncullah tiba-tiba satu notifikasi, Aleena membukanya dengan malas-malasan serasa tubuhnya ini lemah sekali hingga membuka notifikasi pun lemas,
Ersyavino
Ngantuk?
Yaudah tidur aja dulu
Bahkan mengetahui itu chat dari Vino pun biasa saja tidak exited seperti biasanya,
Aleena tidak membalas pesan itu karena cukup malas untuk jarinya menari di keyboard, hingga hanya memberikan sebuah kode dengan menyatukan jempol dan telunjuk tangannya yang mengartikan "Ok" ia yakin kalau Vino melihatnya dan mengerti, lalu kembali memejamkan matanya,
30 menit kemudian waktu yang cukup lama sejak tadi Aleena tidur,
"Pagii Aleena Cantikk!!" ujarnya serasa di ruangan ini tidak ada orang lain selain mereka berdua,
Aleena terbangun mendengar suara yang tak asing, iya itu suara David yang baru saja datang ntah dari mana ia jam segini baru datang, Aleena mengulet lalu menoleh, dan seenaknya David langsung menaruh punggung tangannya ke dahi Aleena untuk memastikan suhu tubuh Aleena.
"Ga panas" ucap David,
Aleena menurunkan tangan David dengan cepat, "Ish apaan sih" cetusnya, "Gua cuma ngantuk jadi tidur bentar" lanjutnya sambil melihat jam di dinding depan,
Mendengar perkataannya Vino ikut melihat jam lalu terkekeh kecil, Aleena yang melihatnya juga ikut terkekeh, "Eh heheh dah jam segini ternyata, tadi niatnya mau bentaran doang tidurnya ahahha, abis ga ada yang bangunin juga ahahah" lanjutnya menjelaskan walau David tidak meminta penjelasan,
"Owh gituu, nih gua bawain bubur buat lu, lu belum sarapan kan?" ucap David menebak,
Aleena menggelengkan kepalanya pelan, "Belum" jawabnya,
David menyiapkan bubur itu hingga siap Aleena makan, sambil bercerita sedikit,
"Tadi ya Len pas gua beli ini, gua bingung banget ahaaha lu suka komplit apa ga pake bawang apa ga pake seledri atau kacang" ujar David
"Trus gua bilang, Kang bawang, seledri sama kacangnya di pisah tiasa?" ucap David,
Aleena tertawa, sejak kapan itu semua bisa di bungkus terpisah dari buburnya, " Ahahaahha, trus?" tanyanya penasaran bagaimana reaksi Kang buburnya,
"Dia malah ketawa sambil bilang gini, "Teu tiasa atuh A, aya-aya wae ari si Aa teh maknya bawang jeung saledri di pisah jeung buburna, menggah palay simpen wae di sisina" dia bilang gitu, ahahha" ungkapnya sambil mengikuti logat Kang bubur,
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in silence
RomansaKatanya, jatuh cinta itu sederhana. Tapi bagi Aleena Fabrisia Zeline, ternyata tidak sesederhana itu. Kenapa? karena untuk pertama kalinya, Aleena jatuh cinta. Bukan dengan seseorang yang baru dikenal atau seseorang yang selama ini hanya bisa dikagu...
